Ketika Orientalis Montgomery Watt Bicara tentang Kesempurnaan dan Kemandirian Islam

Jum'at, 30 Desember 2022 - 09:52 WIB
loading...
A A A
Bagaimana engkau akan bertanya kepada ahli kitab tentang sesuatu, sementara Kitab-mu yang diwahyukan oleh Allah kepada Nabi-Nya berada di tengah-tengah kamu? ... Apakah Allah tidak memberi tahu kamu di dalam Kitab-Nya yang telah mereka ubah dan mereka putar balikkan (ghayyaru, baddalu) Kitab Allah, dan mereka telah menulis kitab dengan tangan dan perkataan mereka sendiri, seraya berkata: "Ini adalah dari Allah," yang dengan cara demikian mereka mendapat keuntungan yang kecil (2: 79)? Tidakkah dia melarang kamu pengetahuan yang berasal dari pertanyaan mereka? Demi Allah, kami tidak pernah melihat seorang manusia di antara mereka yang menanyakan kepada engkau tentang apa yang Allah wahyukan kepadamu.

Kutipan di atas menyiratkan pernyataan bahwa umat Islam harus segera bersiap untuk memiliki semua pengetahuan agama. Dengan pernyataan lain, Ibn al-Abbas memberitahukan kepada umat manusia agar menjadikan Al-Qur'an sebagai ukuran bagi kebenaran dan kesalahan: "Apabila engkau bertanya kepada mereka tentang suatu kebenaran dan suatu kesalahan; melainkan melihat apa yang sesuai dengan Kitab Allah dan menerimanya, dan apa yang bertentangan dengan Kitab Allah dan mereka menolaknya."

Baca juga: John Louis Esposito: Islam Bukan Agama Baru

Aspek lain dari sikap terhadap apa yang sebenarnya tidak Islami ini sungguh nampak pada penolakan gradual riwayat-riwayat israiliyyat. Penolakan riwayat-riwayat israiliyyat ini pada pokoknya karena bahan-bahannya berasal dari orang Yahudi yang masuk agama Islam, seperti Ka'ab al-Ahbar dan Muhammad Ibn Ka'ab al-Qurazi, bahkan kadangkala berasal dari bahan-bahan yang termasuk kuno dahulu.

Pada awalnya bahan periwayatan Israiliyyat ini dapat diterima dan ada sebuah Hadis yang ditulis oleh al-Syafi'i (meninggal 820 Masehi). Nabi Muhammad SAW bersabda: "Bukan tujuan kita untuk mewarisi riwayat-riwayat yang berasal dari Bani Israel."

Sekalipun demikian, pada waktu itu tujuan yang dikehendaki adalah mengambil cerita-cerita Israiliyyat dan pada umumnya dipertahankan bahwa cerita-cerita israiliyyat itu harus dihindari dan dijauhi.

Ilmuwan Mesir yang masyhur di awal abad ini, Rashid Ridha, yang menasihatkan agar kembali kepada Islam yang semurni-murninya dari "orang-orang dahulu yang salih (salaf al-salih), menentang sebagian kisah-kisah yang tidak benar yang diketemukan pada komentar-komentar Al-Quran abad pertengahan.

Rashid Ridha berusaha menolak segala hal yang tidak berasal dari sumber Islam dan khususnya mengkritik sebagian kisah-kisah di mana Ka'ab dan Wahb Ibn Munabbih yang disebut-sebut berada di antara para pewaris kisah-kisah Israiliyyat itu.

Ulama lain tidak setuju dengan Rashid Ridha dan mengatakan bahwa Ka'ab dan Wahb Ibn Munabbih ini telah diakui sebagai pewaris kisah-kisah Israiliyyat oleh para ulama awal tentang Hadis seperti al-Bukhari (meninggal 870 Masehi).

Berkenaan dengan penolakan ini, Rashid Ridha menjawab bahwa sebagian kisah-kisah Israiliyyat itu berasal dari Ka'ab dan orang-orang Yahudi lain yang masuk Islam karena bertentangan dengan kitab Perjanjian lama.

Opponen-opponennya harus mengakui ini, namun mengatakan bahwa para perawi terkemudian telah meletakkan rekaan-rekaan khayali yang fanatik ke dalam mulut Ka'ab dan Wahb Ibn Munabbih. Akhirnya ada pandangan moderat yang agaknya telah berlaku umum sebagaimana dijelaskan dalam paragraf berikut ini:

Baca juga: Citra Buruk Islam di Eropa Menurut John Louis Esposito

Ketika riwayat-riwayat israiliyyat itu berada di atas otoritas Ka'ab, Wahb, atau yang lain-lain, sesuai dengan Al-Qur'an, maka riwayat-riwayat Israiliyyat itu merupakan hugg. Ketika riwayat-riwayat israiliyyat itu tidak sesuai dengan Al-Qur'an, akan harus dipertimbangkan sebagai riwayat yang palsu. Ketika riwayat-riwayat itu jatuh melampaui batas Al-Qur'an, maka janganlah kamu percaya, juga jangan mengkufuri. Hati-hatilah dengan sabda Nabi Muhammad SAW: "Janganlah percaya kepada ahli kitab dan jangan menuduh mereka sebagai kesalahan." (G.H.A. Joynboll, The Authenticity of the Tradition Literature: Discussions in Modern Egypt, Leiden, Brill, 1969, h. 137).

Kalimat-kalimat pembuka di atas adalah kenang-kenangan dari Umar Ibn Khattab dan perpustakaan Alexandria.

Sepanjang abad-abad itu, ulama menggunakan otoritas mereka untuk mempertahankan jangan sampai terjadi penyebaran semua jenis bid'ah atau pandangan-pandangan yang bertentangan dengan Islam. Bahkan mereka mempertahankan diri dari segala hal yang berasal dari ajarannya sendiri dan berasal dari self-image Islam sebagaimana yang mereka terima. Desakan atau supresi di luar pandangan-pandangan yang tidak dikehendaki yang dibawa oleh metode totalitarianisme barat yang berbeda.

Di banyak negara Islam dewasa ini, sungguh mustahil bagi para cendekiawan muslim untuk mempublikasikan segala hal yang bertentangan dengan fundamentalisme maupun tradisionalisme yang dominan.

Baca juga: Hubungan Muslim-Kristen dan Perang Salib Menurut John L Esposito
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
Fenomena Alam Pemicu...
Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari Terdeteksi
Stephen Hawking Yakin...
Stephen Hawking Yakin Alien Akan Menjajah Bumi
Jadi Ketakutan Dunia,...
Jadi Ketakutan Dunia, SROCC Ungkap Air Laut di Indonesia Terancam Jadi Asam
Artikel Terkini
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved