Syekh Abdul Samie Wisuda 9 Santri Askar Kauny yang Berhasil Dapat Sanad Al-Qur’an
Rabu, 18 Januari 2023 - 01:47 WIB
loading...
Syekh Abdul Samie, Pemegang Sanad Al-Quran Riwayat Hafsh An Ashim mewisuda sembilan santri Askar Kauny yang dihadiri oleh Ustaz Bobby Herwibowo (Usbob). Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Syekh Abdul Samie, Pemegang Sanad Al-Qur'an Riwayat Hafsh 'An Ashim mewisuda sembilan santri Askar Kauny . Kesembilan santri itu berhasil mendapatkan sanad Al-Qur’an bersambung dari Rasulullah SAW riwayat hafsh 'an 'ashim di Ma'had Askar Kauny Cikeas.
Direktur Riset and Development Kauny Quran, Ustaz Hilal Achmad menjelaskan, 17 santri Askar Kauny juga menerima sertifikat penghargaan keikutsertaan sanad online yang diberikan secara simbolis oleh Syekh Abdul Samie didampingi Founder Metode Kauny, Ustaz Bobby Herwibowo atau biasa disapa Usbob. Baca juga: Bobby Nasution Tawajuh Dengarkan Tausiah Ustaz Azhar Sitompul
“Ini momen yang luar biasa, dua santri Askar Kauny atas nama Zaeda Karima (15) dan Khannisa Jihan Safitri (17) telah menunaikan Tasmi 30 Juz langsung di Mesir bersama Syeikhah Zainab dan Syeikhah Hana dari Yayasan Wahatuful Furqon. Dan hari ini mereka semua mendapat kesempatan diwisuda langsung oleh Syekh yang spesial datang dari Mesir,” ujar Hilal dalam keterangan tertulisnya, Selasa 17 Januari 2023.
Hilal menambahkan, prosesi wisuda Sanad Al-Qur’an bersamaan dengan kajian bertema Mendidik Anak Balita Hafizh Qur'an yang diisi oleh Syekh Abdul Samie dan Usbob. “Tema kajian sinkron dengan prosesi, mengingat semua santri kami yang wisuda berusia belasan tahun,” tambah Hilal.
Sebelum prosesi wisuda, Usbob pada momen ini mengisahkan pengalamannya, saat pertama kali menemani kedua putranya menimba ilmu Al-Qur’an di Mesir.
“Saya sebulan ada di sana, melihat praktik anak-anak balita menghafal Al-Qur’an, maka hari kalau kawan-kawan dan keluarga besar Askar Kauny sering melihat bagaimana metode menghafal Al-Qur’an dengan gerakan tangan, sesaat lagi kita bakal tanya kepada Syekh Abdul Samie bagaimana teknik menghafal Al-Qur’an buat anak-anak balita,” kata Usbob.
Kemudian, Syekh Abdul Samie didampingi sekaligus diterjemahkan oleh Usbob mengatakan, menariknya ketika mulai dengan hafalan Al-Qur’an, anak-anak berusia tiga tahun ini akan menemukan puluhan sampai ratusan ribu kosa kata yang bagus di dalam Al-Qur’an. Serta nanti dalam kehidupannya mereka bisa berbicara fasih dengan bahasa Arab berkat tahfizul Quran di usia dini.
“Sesungguhnya Al-Qur’an Karim kalau dipelajari, dihafal, dia akan menerangi hati, menerangi akal, menerangi pikiran, dan amat bermanfaat buat kehidupan anak di dunia dan Akhirat,” tuturnya.
“Karena sejak dini (usia lima tahun) sudah hafal 30 juz, maka setelah itu kami memberikan hafalan-hafalan dari hadist-hadist Rasulullah SAW, mulai dari hadist Arbain, Bukhori, Muslim, dan macam hadist dari kitab-kitab lainnya yang pasti bermanfaat untuk kehidupan,” ujar Syekh Abdul Samie.
Usbob kemudian menerjemahkan perkataan Syekh Abdul Samie, bahwa tidak cuma untuk anak, tapi orang tua juga akan merasakan pengorbanan luar biasa. Para orang tua harus membawa anaknya ke halaqah pukul 03.00 WIB karena anak mereka tidak dipesantrenkan.
Makanya, para orang tua harus rela setiap hari mengantar, dan butuh kesabaran serta istiqomah, dalam visi menciptakan anak berkarakter Al-Qur’an. Namun, semua letih dan lelah itu terbayar lunas ketika sudah selesai hafalan 30 juz.
“Kalau tadi saya bicarakan betapa susahnya anak-anak Mesir menghafal Al-Qur’an di jam-jam itu, akan ada tantangan baru lagi ketika ada anak-anak dari Indonesia datang, mereka di waktu yang sama menghafal Quran, kemudian dalam sehari mereka ngafal satu atau dua rubu, satu rubu bisa sampai empat lembar dan itu pasti capek,” kata Syekh Abdul Samie.
Syekh Abdul Samie menjelaskan, bahwa ini adalah jaminan dari Allah, bahwa Al-Qur’an itu sudah dimudahkan, firman Allah, ‘kami sudah mudahkan Al-Qur’an untuk dihafal’, yang mau menghafalnya, mau anak lima tahun, 10 tahun, di usia berapapun, jaminan Allah pasti mudah asalkan ada kemauan.
Direktur Riset and Development Kauny Quran, Ustaz Hilal Achmad menjelaskan, 17 santri Askar Kauny juga menerima sertifikat penghargaan keikutsertaan sanad online yang diberikan secara simbolis oleh Syekh Abdul Samie didampingi Founder Metode Kauny, Ustaz Bobby Herwibowo atau biasa disapa Usbob. Baca juga: Bobby Nasution Tawajuh Dengarkan Tausiah Ustaz Azhar Sitompul
“Ini momen yang luar biasa, dua santri Askar Kauny atas nama Zaeda Karima (15) dan Khannisa Jihan Safitri (17) telah menunaikan Tasmi 30 Juz langsung di Mesir bersama Syeikhah Zainab dan Syeikhah Hana dari Yayasan Wahatuful Furqon. Dan hari ini mereka semua mendapat kesempatan diwisuda langsung oleh Syekh yang spesial datang dari Mesir,” ujar Hilal dalam keterangan tertulisnya, Selasa 17 Januari 2023.
Hilal menambahkan, prosesi wisuda Sanad Al-Qur’an bersamaan dengan kajian bertema Mendidik Anak Balita Hafizh Qur'an yang diisi oleh Syekh Abdul Samie dan Usbob. “Tema kajian sinkron dengan prosesi, mengingat semua santri kami yang wisuda berusia belasan tahun,” tambah Hilal.
Sebelum prosesi wisuda, Usbob pada momen ini mengisahkan pengalamannya, saat pertama kali menemani kedua putranya menimba ilmu Al-Qur’an di Mesir.
“Saya sebulan ada di sana, melihat praktik anak-anak balita menghafal Al-Qur’an, maka hari kalau kawan-kawan dan keluarga besar Askar Kauny sering melihat bagaimana metode menghafal Al-Qur’an dengan gerakan tangan, sesaat lagi kita bakal tanya kepada Syekh Abdul Samie bagaimana teknik menghafal Al-Qur’an buat anak-anak balita,” kata Usbob.
Kemudian, Syekh Abdul Samie didampingi sekaligus diterjemahkan oleh Usbob mengatakan, menariknya ketika mulai dengan hafalan Al-Qur’an, anak-anak berusia tiga tahun ini akan menemukan puluhan sampai ratusan ribu kosa kata yang bagus di dalam Al-Qur’an. Serta nanti dalam kehidupannya mereka bisa berbicara fasih dengan bahasa Arab berkat tahfizul Quran di usia dini.
“Sesungguhnya Al-Qur’an Karim kalau dipelajari, dihafal, dia akan menerangi hati, menerangi akal, menerangi pikiran, dan amat bermanfaat buat kehidupan anak di dunia dan Akhirat,” tuturnya.
“Karena sejak dini (usia lima tahun) sudah hafal 30 juz, maka setelah itu kami memberikan hafalan-hafalan dari hadist-hadist Rasulullah SAW, mulai dari hadist Arbain, Bukhori, Muslim, dan macam hadist dari kitab-kitab lainnya yang pasti bermanfaat untuk kehidupan,” ujar Syekh Abdul Samie.
Usbob kemudian menerjemahkan perkataan Syekh Abdul Samie, bahwa tidak cuma untuk anak, tapi orang tua juga akan merasakan pengorbanan luar biasa. Para orang tua harus membawa anaknya ke halaqah pukul 03.00 WIB karena anak mereka tidak dipesantrenkan.
Makanya, para orang tua harus rela setiap hari mengantar, dan butuh kesabaran serta istiqomah, dalam visi menciptakan anak berkarakter Al-Qur’an. Namun, semua letih dan lelah itu terbayar lunas ketika sudah selesai hafalan 30 juz.
“Kalau tadi saya bicarakan betapa susahnya anak-anak Mesir menghafal Al-Qur’an di jam-jam itu, akan ada tantangan baru lagi ketika ada anak-anak dari Indonesia datang, mereka di waktu yang sama menghafal Quran, kemudian dalam sehari mereka ngafal satu atau dua rubu, satu rubu bisa sampai empat lembar dan itu pasti capek,” kata Syekh Abdul Samie.
Syekh Abdul Samie menjelaskan, bahwa ini adalah jaminan dari Allah, bahwa Al-Qur’an itu sudah dimudahkan, firman Allah, ‘kami sudah mudahkan Al-Qur’an untuk dihafal’, yang mau menghafalnya, mau anak lima tahun, 10 tahun, di usia berapapun, jaminan Allah pasti mudah asalkan ada kemauan.
Lihat Juga :