Jadikan Ramadan Momentum Bersih dari Korupsi
Rabu, 17 Juni 2015 - 13:09 WIB
Jadikan Ramadan Momentum Bersih dari Korupsi
A
A
A
JAKARTA - Aparatur negara diimbau untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum bersih-bersih dari praktik korupsi.
Hal itu dikatakan tokoh Betawi dari Tangerang Selatan (Tangsel) yang juga bakal calon wali kota Tangsel, H Arsid, saat menghadiri pengajian jelang Ramadan di Pamulang Dua.
Ramadan menurut Arsid bukan sekadar menahan lapar dan haus. "Substansinya adalah menahan diri dari maksiat dan membiasakan berbuat kebaikan," kata Arsid, di Pamulang Dua, Tangsel, Rabu (17/6/2015).
"Percuma saja apabila berpuasa tapi masih korupsi, akan sia-sia bila momentum Ramadan yang seharusnya dimanfaatkan untuk pertaubatan, tapi justru dimaksimalkan untuk mengambil uang rakyat," imbuhnya.
Diakui Arsid, apalagi jelang Ramadan dan Lebaran kebutuhan begitu tinggi, biasanya kriminalitas juga marak terjadi, banyak orang yang berpikir pendek dan menghalalkan segala cara, termasuk dengan korupsi. Karena itulah tantangan paling penting dari bulan Ramadan ini.
Menurutnya, Bulan Suci Ramadan ini diharapkan dapat membuka mata batin setiap insan. Harus ada kesadaran kolektif, bahwa segala yang diperbuat pasti diawasi Tuhan.
Hal ini akan memunculkan kewaspadaan dalam bertindak, keimanan dalam beraktivitas, dan kesalihan dalam bersosial. Arsid berharap semua pihak dapat memanfaatkan bulan suci ini sebaik-baiknya.
"Jangan disia-siakan (Ramadan ini)," paparnya.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel masih dibayangi oleh berbagai kasus korupsi yang menjerat suami Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diani, Rubagus Chaeri Wardhana dalam skandal korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) dan pembangunan puskesmas yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah.
Korupsi Alkes dan pembangunan puskesmas Tangsel tengah disidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung dan menetapkan sejumlah tersangka. Skandal korupsi tersebut juga tengah menyelidiki keterlibatan Airin Rachmi dalam kasus korupsi tersebut.
Hal itu dikatakan tokoh Betawi dari Tangerang Selatan (Tangsel) yang juga bakal calon wali kota Tangsel, H Arsid, saat menghadiri pengajian jelang Ramadan di Pamulang Dua.
Ramadan menurut Arsid bukan sekadar menahan lapar dan haus. "Substansinya adalah menahan diri dari maksiat dan membiasakan berbuat kebaikan," kata Arsid, di Pamulang Dua, Tangsel, Rabu (17/6/2015).
"Percuma saja apabila berpuasa tapi masih korupsi, akan sia-sia bila momentum Ramadan yang seharusnya dimanfaatkan untuk pertaubatan, tapi justru dimaksimalkan untuk mengambil uang rakyat," imbuhnya.
Diakui Arsid, apalagi jelang Ramadan dan Lebaran kebutuhan begitu tinggi, biasanya kriminalitas juga marak terjadi, banyak orang yang berpikir pendek dan menghalalkan segala cara, termasuk dengan korupsi. Karena itulah tantangan paling penting dari bulan Ramadan ini.
Menurutnya, Bulan Suci Ramadan ini diharapkan dapat membuka mata batin setiap insan. Harus ada kesadaran kolektif, bahwa segala yang diperbuat pasti diawasi Tuhan.
Hal ini akan memunculkan kewaspadaan dalam bertindak, keimanan dalam beraktivitas, dan kesalihan dalam bersosial. Arsid berharap semua pihak dapat memanfaatkan bulan suci ini sebaik-baiknya.
"Jangan disia-siakan (Ramadan ini)," paparnya.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel masih dibayangi oleh berbagai kasus korupsi yang menjerat suami Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diani, Rubagus Chaeri Wardhana dalam skandal korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) dan pembangunan puskesmas yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah.
Korupsi Alkes dan pembangunan puskesmas Tangsel tengah disidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung dan menetapkan sejumlah tersangka. Skandal korupsi tersebut juga tengah menyelidiki keterlibatan Airin Rachmi dalam kasus korupsi tersebut.
(maf)
Lihat Juga :