Puasa Momentum Menata Hati

Selasa, 29 Mei 2018 - 07:00 WIB
Puasa Momentum Menata...
Puasa Momentum Menata Hati
A A A
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation

Warna hidup manusia itu dibentuk oleh hatinya. Segala gerak-gerak hidupnya sekaligus gambaran dari suasana hatinya. Dan karenanya hati adalah penentu sehat sakitnya semua anggota tubuh lainnya.

Hakikat inilah yang digambarkan secara sederhana oleh Rasulullah SAW: “Sungguh dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah, yang jika baik, baiklah seluruh anggota tubuhnya. Tapi jika rusak, maka rusak pula seluruh anggota tubuhnya. Itulah hati” (hadits).

Berbagai kerusakan yang digambarkan oleh Alquran: “Nampak berbagai kerusakan di darat dan di laut karena tangan-tangan manusia”. Tangan-tangan itu pastinya ditentukan oleh motivasi. Dan motivasi itu adalah di hati manusia.

Di sinilah rahasianya kenapa puasa menjadi sangat relevan dan krusial dalam menjaga hati. Tentu ada beberapa alasan:

Pertama, karena puasa adalah bentuk ibadah yang bersentuhan langsung dengan kata hati yang paling dalam. Berpuasa itu adalah melakukan sebuah amalam yang benar-benar terbebas dari intervensi pihak ketiga. Interaksi yang terjadi hanya antara pelaku dan Allah SWT. Maka puasa mengikat hati dengan kebesaranNya. Dan dengan itu hati menjadi lebih subur dan sehat.

Kedua, hati itu bersih dan esensinya kesucian (fitrah). Akan tetapi Allah juga menciptakan satu elemen dalam kehidupan manusia yang di satu sisi sangat diperlukan untuk menjalankan fungsi kekhilafahan (untuk membangun dunia). Tapi, di sisi lain jika tidak dikontrol dengan baik akan menjadi pintu kerusakan hidup. Itulah hawa nafsu manusia.

Kerusakan pertama yang akan dilakukan oleh hawa nafsu yang tidak terkontrol adalah merusak kesucian hati manusia. Dan ketika hati telah rusak maka hati tidak lagi mampu memilah-milah mana yang benar dan mana yang salah.

Oleh karena puasa esensinya adalah menahan diri, bukan hanya dari makan dan minum. Tapi yang terpenting adalah menahan diri dari semua yang dilarang Allah dan RasulNya, yang sekaligus berpotensi merusak kesucian hati manusia.

Di sinilah kemudian jelas bahwa puasa adalah wahana terbaik untuk menata hati manusia. Melalui mujahadah untuk selalu menghadirkan Allah dalam hati, sehingga hati menjadi lembut, halus serta sensitif dengan kebaikan dan juga sebaliknya sensitif dengan dosa-dosa. Dengan mujahadah itu akan semakin terasa kedekatan, bahkan kebersamaan dengan Allah SWT.

Dengan komitmen mengalahkan ganasnya hawa nafsu juga hati manusia akan semakin sehat dan kuat. Tidak mudah terbawa arus godaan yang akan mengotori, merusak bahkan mematikan hati manusia. Hati yang kuat dan sehat akan tegar menghadapi tantangan-tantangan dan godaan-godaan hidup. Inilah salah satu makna bahwa ketika Ramadhan telah tiba “pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan terikat (shuffidat)” (Al-hadis).

Setan-setan terikat karena memang tidak berdaya untuk menggoda. Karena hati yang sehat dan subur tidak mudah digoda. Apalagi puasa merupakan ibadah yang nilai ikhlasnya sangat tinggi. Dan keikhlasan ini senjata yang tidak akan dikalahkan oleh setan. “Semua akan saya goda kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas” (Alquran).

Dan hanya dengan hati yang suci, subur dan kuat, seorang hamba akan menghadap Tuhannya dengan aman. “Di hari di mana harta benda dan anak-anak tidak lagi berguna. Kecuali siapa yang datang menghadap Allah dengan hati yang sehat (saliim). Demikian firman Allah SWT.

Bahkan dengan hati yang sehat dan bersih inilah keridhoan Allah akan diraih. “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kamu ke Tuhanmu dalam keadaan ridho dan diridhoi. Masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam syurgaKu”. (Alquran).

Oleh karena itu di bulan yang penuh barokah ini, mari menata dan merajut hati. Lakukan pembersihan hati melalui puasa yang sesungguhnya. Puasa yang esensinya koneksi dekat Allah, sekaligus puasa dengan menata hidup jauh dari dosa-dosa yang dapat mengotori hati. Semoga!
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Puasa dan Transformasi...
Puasa dan Transformasi Hidup (1)
Ramadhan: Restorasi...
Ramadhan: Restorasi Kehidupan dan Komitmen Ubudiyah kepada Allah
Puasa adalah Pembuktian...
Puasa adalah Pembuktian Keimanan - Imam Shamsi Ali
Puasa Ramadhan, Jalan...
Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Fitrah - Imam Shamsi Ali
Puasa Ramadhan, Jalan...
Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Rahmah - Imam Shamsi Ali
Memaknai Keberkahan...
Memaknai Keberkahan Ramadan (3): Momentum Melakukan Reorientasi Hidup
Rekomendasi
Ilmuwan Menemukan Penyebab...
Ilmuwan Menemukan Penyebab Terjadinya Supernova
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Ternyata Bumi Bukan Memiliki 7 Benua
Bromo Bersalju: Selimut...
Bromo Bersalju: Selimut Kristal Es Ajaib Selimuti Lautan Pasir, Pertanda Apa?
Artikel Terkini
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved