Fiqih Kabut Asap

Pandangan Islam Terhadap Orang yang Membakar Hutan dan Lahan

loading...
Pandangan Islam Terhadap Orang yang Membakar Hutan dan Lahan
Pandangan Islam Terhadap Orang yang Membakar Hutan dan Lahan
Ustaz Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Alquran,
Alumni Institute of Arab Studies Kairo-Mesir

Kebakaran hutan yang melanda Riau, Jambi, dan Kalimantan belakangan ini, setidaknya memberikan penyadaran kepada masyarakat betapa pentingnya arti melindungi hutan dari aktivitas membuka lahan dengan cara membakar hutan.

Sebab, efek negatif pembakaran tersebut tidak hanya dipikul oleh beberapa orang, tetapi sebagian besar masyarakat Sumatera dan Kalimantan pun merasakan imbasnya.

Akibatnya, ada banyak aktivitas yang terganggu kelancarannya, sekolah diliburkan proses belajar mengajarnya, dan rawan terjadinya kecelakaan di jalan raya.



Selain penyebab terjadinya penyakit kronis hingga meninggal dunia, kabut asap seringkali mengundang protes dan keberatan dari negara tetangga yang juga merasakan dampaknya.

Melihat mudharat sedemikian besarnya pembakaran lahan demi kepentingan segintir orang -dan hampir terjadi setiap tahunnya- bagaimana hukum Islam dalam perspektif "Fiqh Sosial" melihatnya?

Berdasarkan beberapa dalil berikut ini:

1. Alqur'an, firman Allah Ta'ala:
"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." (QS. Al-Ahzab: 58)

2. Hadits Nabi Muhammad SAW.
Dari Ibn Umar RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Dia tidak menzaliminya, dan tidak pula menyerahkannya kepada musuhnya..." (Muttafiqun alaih)



3. Kaidah Ushul Fiqh.
"Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain."
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
اِعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَا لَعِبٌ وَّلَهۡوٌ وَّزِيۡنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٌ فِى الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَوۡلَادِ‌ؕ كَمَثَلِ غَيۡثٍ اَعۡجَبَ الۡكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيۡجُ فَتَرٰٮهُ مُصۡفَرًّا ثُمَّ يَكُوۡنُ حُطٰمًا‌ؕ وَفِى الۡاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيۡدٌ ۙ وَّمَغۡفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضۡوَانٌ‌ؕ وَمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الۡغُرُوۡرِ
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

(QS. Al-Hadid:20)
cover bottom ayah
preload video