8 Manfaat Mempelajari Kisah Nabi dan Rasul

loading...
8 Manfaat Mempelajari Kisah Nabi dan Rasul
8 Manfaat Mempelajari Kisah Nabi dan Rasul
Beriman kepada Nabi dan Rasul merupakan rukun iman yang wajib diyakini setiap muslim. Ada 8 manfaat mempelajari kisah Nabi dan Rasul.

Syeikh Ahmad Al-Mishry , ulama Mesir yang kini menetap di Jakarta menyampaikan tausiyah singkat seputar sejarah dan kisah para Nabi dan Rasul dalam kajian bulanan di Srengseng, Jakarta Barat.

Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Orang itu berkata lagi, 'Beritahukan kepadaku tentang Iman. Beliau SAW menjawab, "Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, kepada para Rasul-Nya, kepada hari kiamat dan kepada takdir baik maupun buruk." Orang tadi berkata: "Engkau Benar".

Syeikh Ahmad menjelaskan, Nabi adalah orang yang diutus untuk meluruskan syari'at rasul sebelumnya. Rasul mendapat syari'at dan wahyu. Nabi Harun 'alaihis salam meluruskan ajaran Nabi Musa 'alaihis salam.

Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Alqur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (QS Yusuf: 111)

8 Manfaat Mempelajari Kisah Para Nabi dan Rasul:
1. Mendapat keutamaan karena Nabi dan Rasul adalah orang-orang pilihan Allah.
2. Mengokohkan akidah.
3. Menghilangkan kisah-kisah palsu.
4. Mendapatkan pelajaran dari kisah-kisah mereka.
5. Mengetahui jalan kebenaran dan jalan keselamatan.
6. Mengetahui akhir orang yang dzalim.
7. Mengetahui adanya sebuah perubahan.
8. Mengetahui kisah manusia pertama sampai terakhir.



Mengenai jumlah Nabi dan Rasul, para ulama menyatakan jumlah para Nabi 120.000 orang, sedangkan Rasul berjumlah 315 orang. Rasul tingkatannya menerima wahyu dan syari'at, sedangkan Nabi hanya meluruskan. Allahu A'lam.
(rhs)
cover top ayah
اَلَمۡ تَرَ اِلَى الَّذِيۡنَ تَوَلَّوۡا قَوۡمًا غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيۡهِمؕۡ مَّا هُمۡ مِّنۡكُمۡ وَلَا مِنۡهُمۡۙ وَيَحۡلِفُوۡنَ عَلَى الۡكَذِبِ وَهُمۡ يَعۡلَمُوۡنَ
Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari kaummu dan bukan dari kaum mereka. Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sedang mereka mengetahuinya.

(QS. Al-Mujadilah:14)
cover bottom ayah
preload video