Rajin ke Pengajian, Akhlak Tidak Berubah? Ini Kata Aa Gym

loading...
Rajin ke Pengajian, Akhlak Tidak Berubah? Ini Kata Aa Gym
Rajin ke Pengajian, Akhlak Tidak Berubah? Ini Kata Aa Gym
Ada yang bertanya kepada KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang juga pendiri Pesantren Darut Tauhid Bandung, Jawa Barat. Kenapa tuh Aa, dia rajin ke pengajian tapi akhlaknya tak ada perubahan, yang berubah hanya seragamnya saja. Tahu kenapa sebabnya kira-kira?

Ini Jawaban Aa Gym:

1. Mencari Ilmu Salah Niat.
Niatnya supaya dapat dunia. Ingin punya gelar, agama ingin diakui sebagai ustaz, ingin diakui sebagai kiyai. Ingin diakui pokoknya niatnya mencari ilmunya bukan untuk dekat dengan Allah Ta'ala, niatnya hanya dunia. Itu dari awal sebanyak apapun ilmu agamanya, akhlaknya gak akan sebanding dengan ilmunya. Karena sudah salah niat.

Salah niat itu tidak mendatangkan pertolongan Allah Ta'ala. Kita berakhlak baik kan berkat pertolongan Allah Ta'ala. Makanya hati-hati nih yang kuliah agama datang ke majelis ta'lim dan sebagainya, tanya dulu apa nih niat saya? salah niat tidak barakah ilmunya.

2. Ilusi Ilmu.
Jadi Ketipu oleh ilmu yang sudah diketahuinya. Sing sabar tuh jadi orang. Innallaha ma'anash shabirin. Nah gitu. Dia berdebat itu jelas dalilnya. Sabarnya jelas diomongin, Sabarnya jelas ada alilnya, tapi dia gak sabar.

Hati-hati loh hadirin, jangan seperti tetangga yang itu. Dia tuh kerjanya ngomongin orang. Padahal ngomongin orang itu hukumnya haram, baca Surah Al-Hujurat ayat 12. Ghibah itu memakan daging saudaranya yang sudah mati, dia tuh kerjaannya berghibah. Eh dia lagi apa itu?



Ini serius Pak. Ada orang yang membahas ilmu Islam dan merasa sudah mengamalkannya karena membahasnya. Serius hati-hati kita Pak, jangan-jangan kita banyak membahas agama tapi saat yang sama tidak mengamalkannya karena terjebak dengan ilmu, namanya ilusi ilmu.

3. Fokus Mengamalkan Ilmu hanya yang Lahiriyah Semata.

Datang ke masjid, salat ya salat, i'tikaf ya i'tikaf, ngaji ya ngaji, tapi hanya sebatas zahir, hatinya gak punya program membersihkan. Ya seperti barusan salat kita mulut barusan Insya Allah benar lah mengucapnya, rukunnya benar, tapi satu yang dikhawatirkan belum benar hatinya.

Allahu A'lam
(rhs)
cover top ayah
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفۡسًا اِلَّا وُسۡعَهَا ‌ؕ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا اكۡتَسَبَتۡ‌ؕ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ اِنۡ نَّسِيۡنَاۤ اَوۡ اَخۡطَاۡنَا ‌ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَاۤ اِصۡرًا كَمَا حَمَلۡتَهٗ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِنَا ‌‌ۚرَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ‌ ۚ وَاعۡفُ عَنَّا وَاغۡفِرۡ لَنَا وَارۡحَمۡنَا ۚ اَنۡتَ مَوۡلٰٮنَا فَانۡصُرۡنَا عَلَى الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

(QS. Al-Baqarah:286)
cover bottom ayah
preload video