Pesan Habib Novel Alaydrus yang Menggetarkan Hati

loading...
Pesan Habib Novel Alaydrus yang Menggetarkan Hati
Pesan Habib Novel Alaydrus yang Menggetarkan Hati
Siapa yang tak kenal Habib Novel bin Muhammad Alaydrus ? Beliau adalah dai kondang pimpinan Majelis Ar-Raudhah Solo, Jawa Tengah. Beberapa hari lalu Beliau memberi ceramah pada Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) di Masjid Raya Bintaro Jaya Sektor 9, Tangerang Selatan.

Dalam cermahnya, Habib Novel membahas tema 'dahsyatnya kekuatan cinta'. Beliau juga mengulas tentang ziarah kubur. Tema yang jarang diulas dalam momen Maulid Nabi, namun mengandung banyak hikmah dan pelajaran.

Beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW itu sangat mencintai umatnya. Orang-orang yang dicintai Nabi SAW adalah orang yang tidak muncul di zaman Beliau. Ada satu ibadah yang dilakukan Nabi SAW bersama sahabat yaitu ziarah Kubur. Banyak yang menganggap ziarah kubur bukan ibadah.

Perhatikan hadis Nabi ini, Rasulullah SAW bersabda:
إِنِّيْ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّ فِيْهَا عِبْرَةً.
"Sesungguhnya dulu aku telah melarang kalian dari berziarah kubur, maka sekarang ziarahilah kubur, sesungguhnya pada ziarah kubur itu ada pelajaran (bagi yang hidup)." (HR. Ahmad)

Ini pelajaran kalau ziarah jangan sendirian, lihatlah Nabi SAW ketika ziarah Beliau mengajak sahabat. Dalam hal ini Nabi SAW tidak mengajak sahabat 'ingat mati', karena mereka selalu mengingat mati. beda dengan kita umat di akhir zaman ini.

"Ingat mati bukan berarti wajahnya harus disedihkan. Nabi Muhammad SAW ziarah seperti terbawa lamunan meski tidak melamun. Nabi Beliau melihat umatnya yang akan lahir setelah Beliau. Makanya Rasulullah tertegun dan berkata aku ingin bertemu dengan saudaraku.

"Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan ikhwanku (saudara-saudaraku)."

Kemudian para sahabat bertanya: "Apakah maksud engkau berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?"Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mulai memenuhi pikiran.

Rasulullah SAW menggelengkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum, kemudian bersabda: "Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku, tetapi bukan saudara-saudaraku." Suara Rasulullah bernada rendah.

"Kami juga saudaramu, wahai Rasulullah," kata seorang sahabat yang lain.

"Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku, tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintaiku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah pelihatku." (Ibnu Asakir 30/137, dan dalam Kanzul Ummal, 14/48)

Dikisahkan, Nabi Musa 'alaihis salam (AS) pernah meminta kepada Allah Ta'ala agar dijadikan umatnya Nabi Muhammad SAW karena melihat hebatnya maqam (derajat) umat Nabi Muhammad SAW di sisi Allah.

"Nabi Musa saja bahagia ingin seperti kita, masa kita tidak bahagia. Ngapain stres mikirin dunia sedangkan kita punya pangkat yang tinggi di sisi Allah," kata Habib Novel.

Saat Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW melihat manusia di surga dan di neraka, padahal saat ini surga belum ada penghuninya. Penghuni kubur tinggalnya sekarang di alam barzah. beliau melakukan perjalanan lintas waktu. Tentu ini sulit dicerna oleh akal. Namun, perjalanan Nabi Muhammad SAW di masa depan itu bukan dongeng belaka. Beliau benar-benar mengetahui apa yang terjadi di hari kemudian atas izin Allah.

Kekuatan Cinta
Yang menarik ada golongan mukmin hasratnya ingin bertemu Nabi Muhammad SAW. Ketika di kuburan, Nabi Muhammad SAW tidak membahas kematian, tapi Beliau membahas soal cinta. Cinta yang khusus dari umat Nabi Muhammad SAW.

"Rasulullah SAW di kuburan saja rindu kepada umatnya. Masa kita di masjid enggak kangen? Maka kalau ada orang di masjid menyebut 'Ya Rasulullah' itu artinya kangen. Makanya kalau ada orang mengadakan Maulid lalu baca Simtuddurrar, Ad-Diba'i, Adh-Dhiyaulami, Barzanji itu artinya kangen kepada Nabi Muhammad SAW. Orang yang tidak kangen Nabi akan bilang gak usah salawatan, lebih baik baca Qur'an. Na'udzubillah," jelas Habib Novel.

Saat ini seperti ada gerakan global menjauhkan umatnya agat tidak cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Padahal pujian kepada Nabi SAW adalah ungkapan cinta. Nabi SAW sendiri memuji umatnya. Rasulullah berkata demikian itu di kuburan.

Rasulullah itu tidak mengatakan 'Aku kangen umatku yang teriak-teriak kalimat tahlil,' tapi Beliau bilang ingin bertemu. Hebatnya, orang-orang ini belum lahir tapi cintanya bisa membuat Nabi Muhammad SAW jatuh cinta.

"Ini kita bicara aqidah ahlus sunnah wal jama'ah. Cek ayat-Ayat tentang Nabi Isa. Allah Ta'ala tidak mengatakan Aku menghidupkan yang Mati, tapi dia yang menyembuhkan yang bisu, tapi ditambahkan Biidznillaah (dengan izin Allah). Itu bukan musyrik. Itu Nabi Isa saja seperti itu, bagaimana dengan Nabi Muhammad SAW? Nabi Muhammad SAW bisa menghidupkan kedua orang tuanya atas izin Allah, sekadar untuk mengucapkan syahadat," paparnya lagi.

Ada yang bertanya, Habib gak pernah baca Hadits Nabi ini. Rasululah bersabda, "Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji 'Isa putra Maryam. Aku hanyalah Hamba-Nya, maka katakanlah, "Abdullaah wa Rasuluhu (Hamba Allah dan Rasul-Nya)." (HR. Bukhari No 3445)
halaman ke-1
preload video