Kisah Nabi Musa dan Orang Fasik yang Dicintai Allah

loading...
Kisah Nabi Musa dan Orang Fasik yang Dicintai Allah
Kisah Nabi Musa dan Orang Fasik yang Dicintai Allah
Dalam Kitab Al-Mawa'izh Al-'Usfuriyah berisi nasihat-nasihat ringan, Syeikh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury mengulas sebuah kisah seorang fasik (keluar dari ketaatan dan sering melakukan dosa) yang mendapat rahmat dan ampunan Allah Ta'ala.

Dikisahkan, pada zaman Nabi Musa'alaihissalam (AS) ada seorang laki-laki meninggal dunia kemudian jenazahnya dibuang oleh warga ke tempat sampah. Orang-orang tidak memandikannya dan tidak mau menguburkannya karena kefasikannya.

Kemudian Allah Ta'ala mewahyukan kepada Nabi Musa AS dan berfirman: "Wahai Musa ada seseorang yang mati di daerah fulan pada tempat sampah, dia adalah seorang wali dari para wali-Ku. Mereka belum memandikannya, belum mengkafaninya dan belum menguburkannya, maka pergilah engkau, mandikannlah, kafanilah, salatilah, dan kuburkan dia".

Nabi Musa AS pun mendatangi tempat itu dan menanyakan orang-orang tentang keberadaan mayit tersebut. Mereka berkata kepada Nabi Musa: "Telah mati seseorang dengan sifat begini dan begitu, dan sesungguhnya dia adalah seorang fasik yang nyata".



Kemudian Nabi Musa bertanya: "Dimana tempatnya? karena sesungguhnya Allah Ta'ala telah mewahyukan kepadaku karena dia. Beritahukan padaku tempatnya".
Orang-orang pun pergi meninggalkan Nabi Musa. ketika Nabi Musa AS melihatnya dalam keadaan terbuang di tempat sampah dan orang-orang mengabarinya tentang kelakuannya yang buruk, Nabi Musa pun bermunajat kepada Allah Ta'ala.

"Wahai Tuhanku, Engkau menyuruhku menguburkan dan mensalatinya sedangkan kaumnya bersaksi atas keburukannya, maka Engkau lebih mengetahui daripada mereka dengan segenap pujian dan celaan".

Maka Allah berfirman: "Wahai Musa, kaumnya benar pada apa yang telah mereka ceritakan tentang keburukan kelakuannya. Hanya saja dia memohon pertolongan kepada-Ku saat kematiaannya dengan tiga hal yang andaikata (tiga hal tersebut) digunakan untuk memohon pertolongan kepada-Ku oleh seluruh orang-orang yang berdosa dari ciptaan-Ku, pastilah Aku akan mengkabulkannya. Bagaimana Aku tidak menyayanginya sedangkan dia telah memohon sendiri, dan Aku adalah Maha Penyanyang dari semua penyayang".



Nabi Musa bertanya: "Wahai Tuhan, apa tiga hal itu?". Allah Ta'ala berkata: "Ketika kematiannya dekat, dia berkata 'Wahai Tuhan, Engkau lebih mengetahui diriku bahwa sesungguhnya aku telah melakukan banyak maksiat sedangkan aku membenci maksiat itu dalam hatiku. Tetapi ada tiga hal yang membuatku melakukan maksiat dengan membenci maksiat itu di dalam hatiku. Pertama hawa nafsu, teman yang buruk dan iblis yang dilaknat Allah. Tiga hal ini menjatuhkanku dalam kemaksiatan, maka sesungguhnya Engkau lebih mengetahui daripada aku tentang apa yang aku katakan, maka ampunilah aku".
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَاذۡكُرِ اسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةً وَّاَصِيۡلًا
Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.

(QS. Al-Insan:25)
cover bottom ayah
preload video