Hidup Manusia Ada dalam Genggaman Allah, Bangun Optimisme Itu!

loading...
Hidup Manusia Ada dalam Genggaman Allah, Bangun Optimisme Itu!
Hidup Manusia Ada dalam Genggaman Allah, Bangun Optimisme Itu!
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation
Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani USA

Ada satu realita hidup yang kerap terabaikan oleh banyak manusia. Bahwa hidup manusia itu ada di bawah kendali penguasa yang menguasai segalanya. Hidup itu berada di bawah pengaturan Dia yang mengatur segalanya. Tak ada apapun dalam hidup, besar atau kecil dalam kalkulasi manusia, kecuali ada dalam genggamanNya. Ada dalam radar dan ruang lingkup kuasaNya.

Manusia sebagai ciptaan (makhluk) terbaik dan termulia olehNya diberikan banyak kelebihan. Kelebihan-kelebihan itu menjadi potensi besar bagi manusia untuk melangsungkan tugas-tugas mulianya di dunia, baik dalam kapasitasnya sebagai abid (tanggung jawab ubudiyah) maupun dalam kapasitasnya sebagai khalifah (tanggung jawab sosial).

Akan tetapi di sisi lain kelebihan-kelebihan itu sekaligus merupakan ujian bagi manusia. Dan karenanya semua kelebihan (dan sekaligus) kekurangannya tidak bisa dilepas dari kerangka bangunan menejemen Ilahi dalam kehidupannya.



Sebuah realita yang ditegaskan dalam kalam-Nya: "Dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang terbaik dalam karya (amal)".

Kesadaran akan kesempurnaan kuasa Allah dalam hidup seperti inilah yang akan menjadi fondasi terkuat dalam membangun hidup yang tenteram. Hidup yang kokoh, tidak mudah goyah dan goncang oleh perubahan keadaan apapun yang terjadi.

Sejarah hamba-hamba Allah dari kalangan para Nabi atau pengikut mereka dari kalangan hamba-hamba Allah yang saleh telah membuktikan bahwa kehidupan mereka begitu tenang, kokoh tegar menghadapi terpaan gelombang dahsyat kehidupan. Bukan karena mereka kaya dan berkuasa. Tapi karena sebuah 'mental state' (situasi jiwa) yang tegar dalam keyakinan kepada Sang Pemilik dan Penguasa langit dan bumi.

Di tengah goncangan ombak kehidupan kini yang semakin kompleks, dengan masa depan dunia yang semakin tidak menentu. Bahkan terdampar hamparan awan gelap gulita yang mencekam.

Dari kemiskinan dan pemiskinan, kezaliman dan pelemahan kepada mereka yang memang telah lemah. Dari kebodohan dan pembodohan yang merajalela, kecurigaan dan kebencian di antara manusia. Peperangan, teror, dan bentuk kekerasan lainnya. Juga keangkuhan manusia atas nama ras (rasisme), serta kebangkitan politik rasis kamu putih (white supremacy) di berbagai belahan dunia.
halaman ke-1
cover top ayah
وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‌
Dan ingatlah kisah Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim."

(QS. Al-Anbiya:87)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video