Manusia Unggul dalam Pandangan Al-Qur'an (3)

Umat Terbaik Itu Harus Menghadirkan Keteladanan

loading...
Umat Terbaik Itu Harus Menghadirkan Keteladanan
Umat Terbaik Itu Harus Menghadirkan Keteladanan
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation
Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani USA

Pada bagian yang lalu disebutkan bahwa ummatan wasathan itu memiliki tujuh karakterirsitk dasar. Empat di antaranya telah disebutkan. Yaitu bahwa ummatan wasathan itu berkeadilan, berkeseimbangan, toleran, dan mengedepankan musyawarah dalam urusan bersama.

Kali ini saya akan sampaikan dua lainnya. Sementara yang satu lagi akan saya sampaikan secara terpisah. Karena yang terkahir ini akan sangat krusial dan relevan dengan kehidupan Umat dan bangsa Indonesia saat ini.

Kelima, bahwa ummatan wasathan atau masyarakat madani dalam perspektif Al-Qur'anitu berwawasan 'al-ishlaah' (perbaikan). Jika pada pada tataran individu Al-Quran memproses terbentuknya manusia yang saleh atau baik maka pada tingkatan masyarakat diharapkan dari manusia-manusia itu tidak saja baik, tapi juga membawa perbaikan kepada alam sekitarnya.



Orang yang baik pada dirinya disebut saleh (orang baik). Tapi ketika orang baik tersebut mentransfer kebaikan itu pada orang lain, atau kebaikannya Itu membawa perubahan ke arah yang lebih baik dalam masyarakat maka orang tersebut disebut 'mushlih' (pembawa kebaikan).

Ketika ummatan wasathan terbentuk dan hadir dalam kehidupan manusia maka manusia akan merasakan 'perbaikan-perbaikan' itu. Di bidang ekonomi misalnya masyarakat madani (ummatan wasathan) akan membawa sistim perekonomian dari sistim yang kerap mencekik dan manipulaif ke sistem yang bermoral dan berkeadilan.
Karena sesungguhnya sistem ekonomi Islam (syariah) senantiasa menjaga nilai-nilai moralitas dan keadilan. Di bidang politik ketika masyarakat madani (ummatan wasathan) terbentuk maka akan terwujud politik yang bermoral, santun dan berorientasi kemaslahatan publik.Dari politik yang kerap manipulatif dan mementingkan kepentingan pribadi dan golongan ke sistim politik yang terbangun di atas nilai-nilai moralitas dan orientasinya untuk kebaikan umum.

Demikianlah seterusnya. Ketika ummatan wasathan hadir maka akan terjadi perbaikan-perbaikan dalam segala lini kehidupan masyarakat. Tentu perbaikan yang terutama akan terjadi dalam bidang akhlak dan moralitas. Anggota masyarakatnya akan saling sayang, saling tenggang rasa, dan menghindari segala kekejian dan kemungkaran.



Intinya masyarakat madani akan menghadirkan setiap saat perbaikan-perbaikan dalam setiap aspek kehidupan kolektif manusia. Di bidang ekonimi, politik, budaya, sosial dan seterusnya. Akan hadir perubahan-perubahan itu ke arah yang lebih baik. Yang dengannya masyarakat akan hidup secara tenang, tentram dan bahagia secara kolektif.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
لَا يَنۡهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يُقَاتِلُوۡكُمۡ فِى الدِّيۡنِ وَلَمۡ يُخۡرِجُوۡكُمۡ مِّنۡ دِيَارِكُمۡ اَنۡ تَبَرُّوۡهُمۡ وَ تُقۡسِطُوۡۤا اِلَيۡهِمۡ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الۡمُقۡسِطِيۡنَ‏
Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

(QS. Al-Mumtahanah:8)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video