Pesan Imam Shamsi Ali Terkait Kegiatan Tabligh Akbar di Gowa

loading...
Pesan Imam Shamsi Ali Terkait Kegiatan Tabligh Akbar di Gowa
Pesan Imam Shamsi Ali Terkait Kegiatan Tabligh Akbar di Gowa
Pelaksanaan Tabligh Akbar Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Pakkatto, Desa Nirannuang Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya ditunda. Beragam pandangan muncul menanggapi kegiatan tablighyang diikuti 8.223 dari enam negara itu.

"Banyak yang bertanya dan meminta pendapat saya tentang rencana ijtima Jamaah Tabligh di Kabupaten Gowa Sulsel, di tengah merebaknya Covid 19. Semoga pendapat saya ini bisa menjadi pertimbangan bagi semua pihak sehingga dapat mengambil jalan keluar terbaik dan terbijak," kata Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation yang juga pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani Amerika.

Dalam keterangan tertulisnya, Shamsi Ali menilai, pertama dari segi agama memaksakan ijtima atau perkumpulan jelas bertentangan dengan ajaran agama yang selalu mendahulukan keselamatan manusia. Manusia dan keselamatannya menjadi perhatian utama Islam dalam ajarannya. Jika anda menjalankan agama dan hidup anda terancam maka amalan agama tersebut harus/wajib dibatalkan. Berpuasa Ramadhan itu wajib. Tapi jika dalam menjalankannya nyawa pelakunya terancam maka wajib dibatalkan.

Sudah menjadi kesepakatan umum bahwa penyebaran wabah Corona terutama disebabkan oleh interaksi manusia. Maka jelas ijtima ini bisa dikategorikan membahayakan hidup manusia. Maka tentunya yang Ashkar (paling benar) adalah meninggalkannha. Apalagi pertemuan itu hanya sebuah rencana kelompok Umat yang insya Allah baik. Tapi tidak secara langsung diperintahkan oleh Allah dan RasulNya.



Kemudian, kedua, kata dasar penetapan sebuah hukum agama itu jelas dasarnya. Salah satu yang terpenting adalah bahwa sebuah ketetapan hukum tidak menimbulkan kemudhoratan (bahaya) kepada manusia, apalagi yang sifatnya umum. Dalam sebuah kaidah disebutkan: "laa dhorar wa laa dhiraar" (tidak berbahaya dan tidak membahayakan).

Berkumpulnya banyak orang sudah menjadi pengetahuan umum berbahaya dan membahayakan. Berbahaya bagi yang hadir di tempat itu. Dan juga membahayakan bagi masyarakat umum yang tidak hadir karena sejatinya yang hadir itu akan kembali ke masyarakatnya.

"Karenanya ijtima tabligh itu bisa masuk dalam kategori melanggar sebuah dasar penting dari agama ini," kata Direktur Jamaica Muslim Center itu.



Ketiga, pertimbangan Islam dalam memutuskan sesuatu selalu berdasar kepada asas manfaat. Atau sebaliknya didasarkan kepada asas menolak mudhorat atau bahaya. Juga dalam sebuah kaedah agama disebutkan: "dhor'ul mafaasid muqoddam alaa jalbil manaafi". Artinya menolak atau menghalangi kemungkinan terjadinya kerusakan/bahaya itu harus diutamakan dari sekadar pertimbangan mendapatkan kemanfaatan.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَلَـقَدۡ زَيَّـنَّا السَّمَآءَ الدُّنۡيَا بِمَصَابِيۡحَ وَجَعَلۡنٰهَا رُجُوۡمًا لِّلشَّيٰطِيۡنِ‌ وَاَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابَ السَّعِيۡرِ
Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.

(QS. Al-Mulk:5)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video