Sedekah Senjata Menolak Wabah Virus Corona, Ini Dalilnya

Sedekah Senjata Menolak Wabah Virus Corona, Ini Dalilnya
A
A
A
KAUM muslimin hendaknya bersatu padu, bahu membahu membantu pemerintah melawan virus corona yang belakangan kian mewabah. Banyak hal yang bisa dilakukan mereka yang berkecukupan secara ekonomi. Sedekah adalah salah satu senjata terbaik untuk perang melawan Covid-19.
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengapresiasi langkah pemerintah yang akan mengucurkan bantuan langsung tunai atau BLT kepada keluarga miskin. Soalnya, kalau rakyat masih berkeliaran, mencari nafkah, maka akan sulit bagi kita menghambat penyebaran Covid-19. Dengan diberikannya BLT, maka pemerintah bisa melarang mereka untuk keluar rumah dan tentu akan bisa mereka diterima, karena mereka sudah tidak lagi terlalu terbebani dan dibebani mencari uang untuk anak dan keluarga mereka.
Di samping itu, lanjut dia, karena dana yang dibutuhkan untuk mendukung program ini sangat besar, maka selain dari dana APBN dan non-APBN pemerintah juga harus melakukan hal-hal antara lain, pertama, meminta pengusaha-pengusaha besar di negeri ini untuk menyumbang bagi penanggulangan wabah corona. "Presiden hendaknya memanggil mereka," ujarnya, kepada SINDOnews, Jumat (27/3/2020). ( Baca juga: Atasi Corona, MUI Usul ke Presiden Panggil Pengusaha dan Potong Zakat ASN )
Selain itu, Presiden supaya secepatnya menandatangani ketentuan tentang pemotongan zakat bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) yang dananya nanti dipergunakan untuk menolong dan membantu mereka yang benar-benar terpukul ekonominya oleh kehadiran wabah ini.
Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah menggelorakan semangat Surat Al-Maun di tengah serangan wabah Corona. Surat dalam Alquran ini berisi kewajiban tiap mukmin untuk memperhatikan anak yatim dan fakir miskin. ( Baca juga: Penanganan Covid-19, Muhammadiyah Gelorakan Semangat Al-Maun ).
Allah berfirman :
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِ
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ
2. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلٰي طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ
3. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ
4. Maka celakalah orang yang shalat,
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ
5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya,
الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَ
6. yang berbuat ria,
وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ
7. dan enggan (memberikan) bantuan.
Terkait itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda bahwa sedekah itu menolak 70 jenis bala atau musibah.
" Sedekah dapat menolak 70 macam bencana dan yang paling ringan (di antara bencana itu) adalah wabah penyakit kusta dan lepra," (HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir) .
Bencana selamanya takkan bisa mendahului sedekah , Rasulullah bersabda : “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah .” (Riwayat Imam Baihaqi).
Sedekah bukan hanya menolak bencana, bahkan ia bisa menjadi benteng dari panasnya neraka. Beliau bersabda; “Bentengilah diri kalian dari siksa api neraka meskipun dengan separuh buah kurma.” (Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Bahkan sedekah itu dapat meredakan kemarahan Allah, dan mengurangi kesakitan saat sakaratul maut. Sebagaimana disebutkan Dalam buku Fiqh as-Sunnah karangan Sayyid Sabiq. Rasulullah pernah bersabda, “Sedekah meredakan kemarahan Allah dan mengurangi kepedihan saat sakratul maut.”
Sedekah bukan hanya menaungi dari penyakit, sedekah bahkan menaungi di hari kiamat. Rasulullah bersabda; “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (Riwayat Imam Ahmad).
Di dalam sedekah juga terkandung nilai-nilai sosial karena akan tumbuh saling peduli, bekerja sama atau saling tolong menolong.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم - كل سُلامى من الناس صدقة , كل يوم تطلع فيه الشمس تعدل بين اثنين صدقة , وتعين الرجل في دابته فتحمله عليها أ, ترفع عليها متاعه صدقة , والكلمة الطيبة صدقة , وبكل خطوة تمشيها إلى الصلاة صدقة , وتميط الأذى عن الطريق صدقة " رواه البخاري ومسلم
Artinya: "Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap harinya selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah. Kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Setiap langkah kakimu menuju tempat sholat juga dihitung sedekah dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah."(HR Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menjelaskan bahwa sedekah juga dapat meredakan dan menghindari perselisihan. Kemudian sedekah tidak hanya berupa harta benda, namun menolong seseorang seperti memberi tempat duduk kepada orang yang lebih tua di kendaraan umum juga tergolong sedekah. Jadi musibah COVID-19 ini bisa kita lawan dan basmi dengan kebersamaan kita sebagai rakyat, sesuai dengan posisi masing-masing.
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengapresiasi langkah pemerintah yang akan mengucurkan bantuan langsung tunai atau BLT kepada keluarga miskin. Soalnya, kalau rakyat masih berkeliaran, mencari nafkah, maka akan sulit bagi kita menghambat penyebaran Covid-19. Dengan diberikannya BLT, maka pemerintah bisa melarang mereka untuk keluar rumah dan tentu akan bisa mereka diterima, karena mereka sudah tidak lagi terlalu terbebani dan dibebani mencari uang untuk anak dan keluarga mereka.
Di samping itu, lanjut dia, karena dana yang dibutuhkan untuk mendukung program ini sangat besar, maka selain dari dana APBN dan non-APBN pemerintah juga harus melakukan hal-hal antara lain, pertama, meminta pengusaha-pengusaha besar di negeri ini untuk menyumbang bagi penanggulangan wabah corona. "Presiden hendaknya memanggil mereka," ujarnya, kepada SINDOnews, Jumat (27/3/2020). ( Baca juga: Atasi Corona, MUI Usul ke Presiden Panggil Pengusaha dan Potong Zakat ASN )
Selain itu, Presiden supaya secepatnya menandatangani ketentuan tentang pemotongan zakat bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) yang dananya nanti dipergunakan untuk menolong dan membantu mereka yang benar-benar terpukul ekonominya oleh kehadiran wabah ini.
Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah menggelorakan semangat Surat Al-Maun di tengah serangan wabah Corona. Surat dalam Alquran ini berisi kewajiban tiap mukmin untuk memperhatikan anak yatim dan fakir miskin. ( Baca juga: Penanganan Covid-19, Muhammadiyah Gelorakan Semangat Al-Maun ).
Allah berfirman :
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِ
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ
2. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلٰي طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ
3. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ
4. Maka celakalah orang yang shalat,
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ
5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya,
الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَ
6. yang berbuat ria,
وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ
7. dan enggan (memberikan) bantuan.
Terkait itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda bahwa sedekah itu menolak 70 jenis bala atau musibah.
" Sedekah dapat menolak 70 macam bencana dan yang paling ringan (di antara bencana itu) adalah wabah penyakit kusta dan lepra," (HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir) .
Bencana selamanya takkan bisa mendahului sedekah , Rasulullah bersabda : “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah .” (Riwayat Imam Baihaqi).
Sedekah bukan hanya menolak bencana, bahkan ia bisa menjadi benteng dari panasnya neraka. Beliau bersabda; “Bentengilah diri kalian dari siksa api neraka meskipun dengan separuh buah kurma.” (Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Bahkan sedekah itu dapat meredakan kemarahan Allah, dan mengurangi kesakitan saat sakaratul maut. Sebagaimana disebutkan Dalam buku Fiqh as-Sunnah karangan Sayyid Sabiq. Rasulullah pernah bersabda, “Sedekah meredakan kemarahan Allah dan mengurangi kepedihan saat sakratul maut.”
Sedekah bukan hanya menaungi dari penyakit, sedekah bahkan menaungi di hari kiamat. Rasulullah bersabda; “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (Riwayat Imam Ahmad).
Di dalam sedekah juga terkandung nilai-nilai sosial karena akan tumbuh saling peduli, bekerja sama atau saling tolong menolong.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم - كل سُلامى من الناس صدقة , كل يوم تطلع فيه الشمس تعدل بين اثنين صدقة , وتعين الرجل في دابته فتحمله عليها أ, ترفع عليها متاعه صدقة , والكلمة الطيبة صدقة , وبكل خطوة تمشيها إلى الصلاة صدقة , وتميط الأذى عن الطريق صدقة " رواه البخاري ومسلم
Artinya: "Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap harinya selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah. Kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Setiap langkah kakimu menuju tempat sholat juga dihitung sedekah dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah."(HR Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menjelaskan bahwa sedekah juga dapat meredakan dan menghindari perselisihan. Kemudian sedekah tidak hanya berupa harta benda, namun menolong seseorang seperti memberi tempat duduk kepada orang yang lebih tua di kendaraan umum juga tergolong sedekah. Jadi musibah COVID-19 ini bisa kita lawan dan basmi dengan kebersamaan kita sebagai rakyat, sesuai dengan posisi masing-masing.
(mhy)