Beragam pandangan, Imsak tetap memiliki manfaat

loading...
Beragam pandangan, Imsak tetap memiliki manfaat
Beragam pandangan, Imsak tetap memiliki manfaat
Ibadah puasa merupakan wajib hukumnya bagi umat muslim yang dianggap tidak mengalami halangan berarti, seperti sakit. Puasa berarti menahan, makan-minum dan segala hal yang dapat membatalkan ibadah puasa tersebut.

Namun, kapan batasan awal dan akhir pelaksanaan ibadah puasa itu? Batas akhir atau dibolehkannya seseorang makan dan minum sudah jelas, yaitu ditandai dengan waktu azan Magrib. Namun, kapan batas waktu dimulainya pelaksanaan ibadah puasa untuk menahan makan dan minum? Ada beberapa perbedaan pandangan mengenai hal itu.

Ada beberapa kalangan berpendapat, imsak merupakan batas waktu dimulainya seorang muslim untuk menahan makan-minum dan segala hal yang dapat membatalkan ibadah puasa. Ada juga yang berpandangan Imsak merupakan hanya jeda waktu antara batas menahan makan-minum dan sebagainya dengan waktu Subuh.

Salah satu rujukan pandangan ini di antaranya dikisahkan dari Sayyidina Anas meriwayatkan bahwa Sayyidina Zaid bin Tsabit r.a. berkata: “Kami telah makan sahur bersama-sama Junjungan Nabi SAW., kemudian baginda bangun mengerjakan salat. Sayyidina Anas bertanya kepada Sayyidina Zaid: -“Berapa lamanya antara azan (Subuh) dengan waktu makan sahur itu ?” Dia menjawab: “Sepadan dengan waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat.”

Hadis ini menunjukkan, jarak atau interval waktu antara sahurnya Rasul SAW dan azan Subuh kira-kira 50 ayat. Artinya Rasul SAW tidak lagi makan sahur sampai berkumandangnya azan Subuh.
Pada redaksional hadits disebutkan secara jelas bahwa Rasul SAW bersahur dan berhenti kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat Al Quran sebelum masuk waktu Subuh.

Inilah yang dipahami oleh para ulama, sehingga menetapkan sunnah berimsak sekira waktu yang dibutuhkan untuk pembaca 50 ayat Al Quran tersebut yang diperkirakan setara dengan 10-15 menit.



Bahkan, ada juga yang berpandangan, Imsak bukan rujukan untuk menahan makan-minum dan sebagainya itu, tetapi waktu subuh itulah yang menandakan batas menahan makan-minum dan segala hal yang dapat membatalkan ibadah puasa.

Terlepas mana pendapat yang paling benar, Imsak yang memiliki arti menahan, tetap memiliki manfaat bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Beberapa hal manfaat Imsak dari realitas selama ini, dapat membantu seorang muslim untuk mengukur waktu yang mereka butuhkan untuk persiapan pelaksanaan sahur dan berbuka.

Selain itu, dapat membantu menghindari kesalahan dalam penetapan waktu yang menyebabkan batalnya pelaksanaan ibadah mereka, seperti puasa dan salat. Manfaat berikutnya, mereka yang menjalankan ibadah puasa dapat lebih hati-hati untuk mengakhiri sahur dan memulai berbuka puasa.

Hal utama lainnya, terlepas dari perbedaan pandangan tadi, adalah bagaimana menjalankan perintah Allah SWT itu dengan menjalankan ibadah puasa sesuai dengan firmannya yang menyatakan "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa." (Al-Baqarah:183)
(kur)
cover top ayah
هُوَ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ مِّنۡ تُرَابٍ ثُمَّ مِنۡ نُّطۡفَةٍ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلًا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوۡۤا اَشُدَّكُمۡ ثُمَّ لِتَكُوۡنُوۡا شُيُوۡخًا ؕ وَمِنۡكُمۡ مَّنۡ يُّتَوَفّٰى مِنۡ قَبۡلُ وَلِتَبۡلُغُوۡۤا اَجَلًا مُّسَمًّى وَّلَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُوۡنَ
Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti.

(QS. Ghafir:67)
cover bottom ayah
preload video