H-3, Gerbang Tol Cikopo satu arah
Senin, 13 Agustus 2012 - 20:09 WIB
H-3, Gerbang Tol Cikopo satu arah
A
A
A
Sindonews.com - PT Jasa Marga memprediksi pada H-3 akan terjadi lonjakan arus mudik hingga 400 persen. Untuk menghindari penumpukan kendaraan di Gerbang Tol Cikopo, PT Jasa Marga akan memberlakukan satu arah.
Peningkatan arus kendaraan yang melalui Tol Cikopo sudah terlihat sejak Sabtu 11 Agustus 2012. Saat itu peningkatan kedaraan sudah terlihat 25 persen lebih banyak dari hari biasa.
“Sejak Sabtu, sudah kita coba berlakukan satu arah,” kata Direktur Operasi PT Jasa Marga, Hasanudin, di Bandung, Senin (13/8/2012).
Diperkirakan arus mudik dan balik yang menggunakan tol akan meningkat antara 200-400 persen. Pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3. Sehingga pada H-3 itulah Gerbang Tol Cikopo akan diberlakukan satu arah.
Gerbang Tol Cikopo sendiri memiliki 14 gardu, sehingga ke-14 gardu tersebut diperuntukan bagi arus mudik.
Hasanudin menilai, tingginya volume kendaraan yang memasuki tol akan menimbulkan kemacetan. Titik kemacetan selain di Tol Cikopo, juga akan terjadi di Tol Cikarang dan Tol Sadang. Bahkan kemacetan paling parah akan terjadi di Tol Plumbon 4 yang ada di Tol Kanci, Cirebon.
Sebagai gambaran, kenaikan 400 persen akan terjadi di Plumbon. Jika pada hari biasa 9.500 kendaraan, maka pada H-3 diprediksi mencapai 65 ribu kendaraan.
“Kita akan lakukan pengaturan ekstra ketat, kalau antrean sudah lebih dari 2 kilometer akan segera dialihkan tidak melalui plumbon 4 keluar plumbon 1 tapi masuk lagi ke tol,” paparnya.
Kemacetan juga diperkirakan akan terjadi di Simpang Susun Cikunir, yang merupakan pertemuan dari arus lalu lintas yang berasal dari JORR dan dari dalam kota. “Semua akan ketemu di Cikunir pada saat arus mudik,” katanya.
Untuk mengatasinya, di Cikunir akan dilakukan pengalihan arus. “Kalau terjadi antrean lebih dari dua kilometer maka arus lalin akan dialihkan ke Kalimalang dan satu lagi ke Cikunir 1 untuk kembali ke lajur mudik,” terangnya.
Dalam pengaturan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Selain itu, pihaknya juga menerapkan metode transaksi tiket jemput bola.
Artinya, ada petugas tiket yang melayani dengan mendatangi langsung pengemudi. Metode ini di antaranya akan dipakai di Tol Cikopo dan Cikarang Utama.
Peningkatan arus kendaraan yang melalui Tol Cikopo sudah terlihat sejak Sabtu 11 Agustus 2012. Saat itu peningkatan kedaraan sudah terlihat 25 persen lebih banyak dari hari biasa.
“Sejak Sabtu, sudah kita coba berlakukan satu arah,” kata Direktur Operasi PT Jasa Marga, Hasanudin, di Bandung, Senin (13/8/2012).
Diperkirakan arus mudik dan balik yang menggunakan tol akan meningkat antara 200-400 persen. Pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3. Sehingga pada H-3 itulah Gerbang Tol Cikopo akan diberlakukan satu arah.
Gerbang Tol Cikopo sendiri memiliki 14 gardu, sehingga ke-14 gardu tersebut diperuntukan bagi arus mudik.
Hasanudin menilai, tingginya volume kendaraan yang memasuki tol akan menimbulkan kemacetan. Titik kemacetan selain di Tol Cikopo, juga akan terjadi di Tol Cikarang dan Tol Sadang. Bahkan kemacetan paling parah akan terjadi di Tol Plumbon 4 yang ada di Tol Kanci, Cirebon.
Sebagai gambaran, kenaikan 400 persen akan terjadi di Plumbon. Jika pada hari biasa 9.500 kendaraan, maka pada H-3 diprediksi mencapai 65 ribu kendaraan.
“Kita akan lakukan pengaturan ekstra ketat, kalau antrean sudah lebih dari 2 kilometer akan segera dialihkan tidak melalui plumbon 4 keluar plumbon 1 tapi masuk lagi ke tol,” paparnya.
Kemacetan juga diperkirakan akan terjadi di Simpang Susun Cikunir, yang merupakan pertemuan dari arus lalu lintas yang berasal dari JORR dan dari dalam kota. “Semua akan ketemu di Cikunir pada saat arus mudik,” katanya.
Untuk mengatasinya, di Cikunir akan dilakukan pengalihan arus. “Kalau terjadi antrean lebih dari dua kilometer maka arus lalin akan dialihkan ke Kalimalang dan satu lagi ke Cikunir 1 untuk kembali ke lajur mudik,” terangnya.
Dalam pengaturan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Selain itu, pihaknya juga menerapkan metode transaksi tiket jemput bola.
Artinya, ada petugas tiket yang melayani dengan mendatangi langsung pengemudi. Metode ini di antaranya akan dipakai di Tol Cikopo dan Cikarang Utama.
(ysw)