Berpuasa setelah puasa

Selasa, 06 Agustus 2013 - 06:32 WIB
Berpuasa setelah puasa
Berpuasa setelah puasa
A A A
TINGGAL menghitung hari lagi, bulan Puasa segera berakhir. Dan kita semua akan segera menjalankan siklus aktivitas keseharian kita dalam pola pemenuhan kebutuhan pokok makan dan minum seperti sediakala seperti saat sebelum puasa.

Pertanyaan yang paling mengusik untuk kita semua usai berpuasa adalah, masihkah kita terus berpuasa dalam nilai makna yang sesungguhnya dari berpuasa itu setelah selama sebulan kita menjalankannya? Pertanyaan ini penting direnungkan karena Nabi Muhammad SAW sendiri sudah menyinggung dalam sebuah hadisnya yang berbunyi, “Banyak di antara umat-Ku yang melakukan puasa, tetapi mereka tidak mendapatkan apaapa kecuali hanya lapar dan dahaga (kam min shoimin laisa lahu min shiyaihi illa l-juu’ wal athos).

”Sindiran Nabi di atas kian ditegaskan dengan kenyataan sosial yang melingkupi kita sehari-hari di mana banyak sekali perubahan (yang tidak mengubah) setelah orang menjalankan ibadah puasa. Bila saat bulan puasa kita menyaksikan tampilan di media massa kita yang berisikan ajakan dan acara-acara yang mengajak pada kesalehan, maka tak jarang usai bulan puasa kita semua akan disuguhkan kembali dengan realitas sosial yang menggambarkan bahwa setelah berpuasa ya semuanya kembali seperti sediakala, alias tak ada perubahan.

Oleh karena itu, di akhir hari-hari bulan Ramadan ini sangat penting bagi kita untuk merenung kembali apa sih hakikat, makna dan tujuan kita melaksanakan puasa itu. Mengapa berpuasa menjadi metode tahapan yang wajib dilaksanakan umat manusia sebagaimana juga umat sebelum Nabi Muhammad SAW, guna meningkatkan derajat kemanusiaan seseorang menuju manusia paripurna atau insan kamil. Yang tidak kalah penting, bagaimana mengamalkan esensi makna berpuasa dalam keseharian kita usai lebaran nanti.

Menuju puasa sepanjang masa

Dalam berpuasa ada dua hal penting yang menjadi ruh dari nilai puasa itu sendiri, yaitu pengendalian diri dan kejujuran. Pengendalian diri merupakan poin penting dalam kecerdasan emosi seseorang yang harus terus dilatih guna bisa menguasai “kedirian” kita sendiri. Dengan berpuasa, seseorang dilatih untuk bisa mengendalikan dirinya sendiri yang secara natural dalam diri kita sendiri itu melekat kebutuhan-kebutuhan lahiri dan batini. Jadi, saat berpuasa itulah ditentukan apakah diri kita yang menguasai kita, atau kita yang menguasainya.

Dan pengendalian diri inilah yang nantinya menjadi modal penting kita menuju derajat peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT. Yang kedua adalah kejujuran. Ibadah puasa merupakan ibadah yang sangat privat atau rahasia sekali di mana hanya orang yang berpuasa itu sendiri dan Allah-lah yang tahu apakah seseorang itu sungguh berpuasa atau tidak. Dalam berpuasa kita dituntut dan dilatih untuk mempunyai kesadaran bahwa dalam segala tindak-tanduk kita di tempat yang paling sunyi pun itu pasti diketahui dan diawasi oleh Allah SWT.

Nah,kesadaran akan hadirnya Tuhan dalam segala aktivitas kita yang di-trainingmelalui puasa inilah yang akan menjadi modal kita semua untuk membangun kejujuran dalam diri kita masing-masing. Dua makna nilai berpuasa, yaitu pengendalian diri dan kejujuran, merupakan modal dan media utama kita untuk menggapai tujuan dari puasa itu sendiri, yaitu ketakwaan kepada Allah SWT. Karena seperti dikatakan Imam Ghazali, puasa itu pada hakikatnya merupakan media untuk bisa dekat dengan Allah SWT.

Apabila orang yang melaksanakan puasa dilandasi oleh kemauan yang kuat, maka motivasi untuk berada sedekat mungkin dengan Allah SWT akan mengalahkan keinginan-keinginan yang bersifat lahiriah. “Bila dalam diri kita telah tumbuh kerinduan untuk bertemu dengan Allah SWT dan bila keinginan kita untuk mendapatkan makrifat tentang keinginan-Nya nyata dan lebih kuat daripada nafsu makan dan seksual Anda, berarti Anda telah menggandrungi taman makrifat ketimbang surga pemuas nafsu inderawi,” tulis Imam al-Ghazali dalam buku Pemata al-Qur’an(Jakarta: CV Rajawali, 1985, hlm 88).

Apabila apa yang disarankan Imam Ghazali di atas benarbenar tertanamkan dalam diri kita saat menjalankan puasa, insya Allah setelah kita menjalankan ibadah puasa selama Ramadan ini kita akan makin dekat dan cinta pada Allah SWT. Hal ini berarti semua tindak-tanduk kita ditujukan dalam rangka kecintaan dan mendekatkan kita pada Allah SWT. Dan bila semuanya demi kecintaan dan kedekatan pada Allah, otomatis kita semua akan senantiasa mematuhi perintah-Nya, mengamalkan sifat ketuhanan-Nya dalam diri kita masing-masing layaknya berpuasa sepanjang masa. Aminya rabbal alamin.

DRA HJ IDA FAUZIYAH, MSI
Ketua Umum PP Fatayat NU
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Alquran sebagai Lautan...
Alquran sebagai Lautan Ilmu
Tausiyah Singkat Penyejuk...
Tausiyah Singkat Penyejuk Hati, Dunia Hanya Sementara
Tabligh Akbar Ramadan...
Tabligh Akbar Ramadan 2025: Ustaz Das'ad Latif Ajak Meningkatkan Kepekaan Sosial melalui Puasa
Tausiyah Aa Gym Ini...
Tausiyah Aa Gym Ini Bikin Semangat untuk Beribadah
Ini Tausiyah Wantim...
Ini Tausiyah Wantim MUI Jelang Ramadhan 1441 Hijriah
Rawat Kerukunan, GGN...
Rawat Kerukunan, GGN Ganjar Gelar Tausiyah Moderasi Beragama
Rekomendasi
Danau Hantu Pagi Hari...
Danau Hantu Pagi Hari Airnya Luber, Beberapa Jam Kemudian Mengering
Bintang Ini Jadi Petunjuk...
Bintang Ini Jadi Petunjuk Kelahiran Nabi Isa yang Diabadikan Injil dan Al-Quran
Rahasia Pengobatan Kanker...
Rahasia Pengobatan Kanker Ditemukan di Makam Raja Firaun
Artikel Terkini
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Salat Mengarah Kiblat...
Salat Mengarah Kiblat Perintah Langsung dalam Al-Qur'an, Ini Ayat-ayatnya!
Infografis
5 Bintang Sepak Bola...
5 Bintang Sepak Bola Muslim yang Menjalani Ibadah Puasa Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved