Jumlah pemudik tewas hingga H-1 mencapai 232 jiwa
Rabu, 07 Agustus 2013 - 13:52 WIB
Jumlah pemudik tewas hingga H-1 mencapai 232 jiwa
A
A
A
Sindonews.com - Hingga H-2 Lebaran atau Selasa 6 Agustus 2013 kemarin, sebanyak 1.124 kecelakaan lalu lintas. Dari 1.124 kecelakaan lalu lintas tersebut, sebanyak 232 nyawa melayang.
"Untuk tahun 2013 ini, data kecelakaan yang dihimpun Korlantas Polri hingga kemarin atau H-2 sebanyak 1.124 kejadian kecelakaan. Sedangkan yang meninggal dunia, sebanyak 232 orang," ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Polisi Pudji Hartanto, di posko Posko Angkutan Lebaran Terpadu di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2013).
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh dari jajarannya di tiap daerah se-Indonesia.
Dia menambahkan, bila dibandingkan dengan tahun 2012 lalu, data tersebut menurun. "Kalau tahun 2012 lalu, saat H-2 itu sebanyak 1.705 kejadian kecelakaan. Sedangkan meninggal dunia sebanyak 276 orang,"ungkapnya.
Oleh karena itu, kata dia, terjadi penurunan angka kejadian kecelakaan lalu lintas pada H-2 Lebaran, sebanyak 481 kasus atau 34 persen.
"Sedangkan data yang meninggal dunia terjadi penurunan sebanyak 44 kasus atau 15,16 persen," pungkasnya.
"Untuk tahun 2013 ini, data kecelakaan yang dihimpun Korlantas Polri hingga kemarin atau H-2 sebanyak 1.124 kejadian kecelakaan. Sedangkan yang meninggal dunia, sebanyak 232 orang," ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Polisi Pudji Hartanto, di posko Posko Angkutan Lebaran Terpadu di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2013).
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh dari jajarannya di tiap daerah se-Indonesia.
Dia menambahkan, bila dibandingkan dengan tahun 2012 lalu, data tersebut menurun. "Kalau tahun 2012 lalu, saat H-2 itu sebanyak 1.705 kejadian kecelakaan. Sedangkan meninggal dunia sebanyak 276 orang,"ungkapnya.
Oleh karena itu, kata dia, terjadi penurunan angka kejadian kecelakaan lalu lintas pada H-2 Lebaran, sebanyak 481 kasus atau 34 persen.
"Sedangkan data yang meninggal dunia terjadi penurunan sebanyak 44 kasus atau 15,16 persen," pungkasnya.
(stb)
Lihat Juga :