Hilang Ingatan

loading...
Hilang Ingatan
Hilang Ingatan
SEORANG prajurit TNI bernama Ari, bukan nama asli, terkena amnesia (hilang ingatan) secara permanen. Ia dirawat dan diterapi di RSPAD Gatot Subroto.

Berhari-hari paramedis mencoba untuk mengembalikan memori Ari. Permanent Disorder. Itulah yang terjadi. Rusak parah, ingatan yang dimiliki Ari.

Ia lupa segala-gala. Ditanya apakah ia tahu tentang 'rumah', Ari menggeleng. Ditanya tentang 'ayam', ia pun menggeleng. Ditanya siapakah wanita ini yang di hadapannya, ia tidak kenal. Padahal istrinya sendiri. Parahnya, saat ditanya siapa nama dirinya, lagi-lagi Ari pun menggeleng.

Paramedis di sana hampir menyerah. Namun, saat seorang perawat bertanya kepada Ari apakah ia tahu Alquran?

Kali ini, mata Ari terbuka lebar. Ia seperti menerawang ke lubuk memori yang paling dalam. Perlahan Ari pun menganggukkan kepala.

"Ya, saya tahu Alquran!!!"

Paramedis merasa kaget dan saling pandang keheranan. Sebagian mereka langsung bertasbih memuji Allah.

Maka seorang dokter pun meminta Ari untuk mengutarakan apa yang ia ingat tentang Alquran.

Dalam kondisi terbata-bata, Ari pun mengucapkan dengan lisannya.

QUL HUWALLAHU AHAD. ALLAHUS SHAMAD. LAM YALID WA LAM YUULAD. WA LAM YAKUL LAHU KUFUWWAN AHAD.

ALLAHU AKBAR!!!

Istri & keluarga Ari memekik takbir lalu meneteskan air mata. Paramedis yang hadir pun memuji Allah.

Semuanya bersaksi bahwa segalanya dari kehidupan dunia ini bisa terlupa dan hilang seketika namun Aquran adalah memori abadi.

Mari perbanyak investasi yang abadi seperti Alquran ini.


Dituturkan langsung kepada saya oleh Slamet Riyadi di Masjid Al Muhajirin, Unilever.



BOBBY HERWIBOWO
Yayasan Askar Kauny
Menghafal Alquran Semudah Tersenyum
(hyk)
cover top ayah
وَقُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ اَبۡصَارِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوۡجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا‌ وَلۡيَـضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوۡبِهِنَّ‌ۖ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اٰبَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيۡنَ غَيۡرِ اُولِى الۡاِرۡبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يَظۡهَرُوۡا عَلٰى عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ‌ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِاَرۡجُلِهِنَّ لِيُـعۡلَمَ مَا يُخۡفِيۡنَ مِنۡ زِيۡنَتِهِنَّ‌ ؕ وَتُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيۡعًا اَيُّهَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

(QS. An-Nur Ayat 31)
cover bottom ayah
preload video