Ujian Kekayaan: Dari Tiga Orang, Hanya Lulus Satu Orang
Selasa, 14 Juli 2020 - 19:38 WIB
Baca juga: Dua Lelaki Aneh yang Saling Menolak Sebagai Pemilik Gentong Emas
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Al-Hasyr : 9)
Orang yang memiliki sifat kikir menunjukkan bahwasanya keimanannya kepada Allah dan terhadap akhirat kurang. Rasulullah SAW bersabda:
وَلاَ يَجْتَمِعُ الشُّحُّ وَالإِيمَانُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا
“Tidak akan berkumpul sifat kikir dan keimanan dalam hati seorang hamba selama-lamanya.” (HR. An-Nasa’i no. 3110)
Baca juga: Dengki dan Kebencian: Amalan Hati yang Berbahaya, Ini Dalilnya
Seandainya dia adalah orang yang beriman dengan iman yang benar maka dia akan yakin bahwasanya harta yang dia keluarkan akan diganti oleh Allah baik di dunia maupun di akhirat. Dia tidak akan khawatir jika menginfakkan sebagian dari hartanya. Dia akan selalu mengusahakan dirinya untuk bersedekah dan bersedekah, karena dia yakin sedekahnya adalah bukti dari keimanannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ
“Bahwa sedekah itu adalah bukti.” (HR Muslim no. 223)
Allah memerintahkan umat Islam untuk gemar bersedekah baik dalam kondisi lapang dan sempit. Dan, mengamalkan perintah sedekah yang dapat membantu diri kita terbebas dari penyakit kikir alias bakhil Allah kategorikan sebagai bukti ketaqwaan seorang hamba (QS. 3: 133 – 134).
Baca juga: Nabi Adam Lupa Telah Berikan 40 Tahun Umurnya kepada Nabi Daud
Hikmah Hadis
Kembali ke kisah tiga orang yang diuji oleh Allah dalam kisah di atas. Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Ahadisil Anbiya’, bab hadis tentang orang berpenyakit lepra, orang buta dan orang botak di Bani Israil (6/500 no. 3464). Dan Bukhari menyebutkannya secara ringkas sebagai penguat dalam Kitabul Iman wan Nudzur, (11/540), no. 6653.
Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam Kitabuz Zuhd war Raqaiq, (4/2275), no. 2964. Hadis ini dalam Syarah Shahih Muslim An-Nawawi, 18/398.
Baca juga: Kisah Nabi dan Desa Semut: Binatang yang Tidak Boleh Dibunuh
Syaikh Umar menyebut pelajaran dan faedah hadis ini.
1. Ujian Allah kepada hamba-hamba-Nya sebagaimana yang terjadi pada tiga orang ini, agar terlihat mana yang syukur dan mana yang kufur. Mana yang baik dan mana yang busuk.
2. Keutamaan bersyukur dalam kebahagiaan. Dan di antara bentuk syukur adalah mendermakan sebagian harta kepada yang berhak. Disebutkan juga akibat kufur nikmat. Di antara bentuk kufur nikmat adalah kikir, tidak memberikan harta kepada fakir miskin yang berhak menerima.
Baca juga: Ingin Tahu Kematian, 23 Orang Ini Bangunkan Mayat Berusia 100 Tahun
3 Jika Allah memberkahi harta seseorang, maka ia akan tumbuh dan berkembang. Ia menjadi harta yang melimpah ruah. Harta tiga orang yang diuji melimpah. Masing-masing memiliki harta yang memenuhi lembah, padahal semuanya hanya berawal dari satu. Dan harta yang melimpah bisa binasa dan lenyap dalam waktu yang singkat.
6. Banyaknya harta bukan merupakan bukti kecintaan Allah kepada seorang hamba. Allah menguji orang-orang dengan memberi mereka harta seperti tiga orang dalam hadis ini.
7. Allah mampu menyembuhkan penyakit-penyakit sulit yang dikira oleh banyak orang tidak bisa sembuh, seperti penyakit lepra, kebotakan, dan kebutaan. (Baca juga: Kisah Bau Harum Tukang Sisir Putri Fir'aun Saat Rasulullah Mi'raj )
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Al-Hasyr : 9)
Orang yang memiliki sifat kikir menunjukkan bahwasanya keimanannya kepada Allah dan terhadap akhirat kurang. Rasulullah SAW bersabda:
وَلاَ يَجْتَمِعُ الشُّحُّ وَالإِيمَانُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا
“Tidak akan berkumpul sifat kikir dan keimanan dalam hati seorang hamba selama-lamanya.” (HR. An-Nasa’i no. 3110)
Baca juga: Dengki dan Kebencian: Amalan Hati yang Berbahaya, Ini Dalilnya
Seandainya dia adalah orang yang beriman dengan iman yang benar maka dia akan yakin bahwasanya harta yang dia keluarkan akan diganti oleh Allah baik di dunia maupun di akhirat. Dia tidak akan khawatir jika menginfakkan sebagian dari hartanya. Dia akan selalu mengusahakan dirinya untuk bersedekah dan bersedekah, karena dia yakin sedekahnya adalah bukti dari keimanannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ
“Bahwa sedekah itu adalah bukti.” (HR Muslim no. 223)
Allah memerintahkan umat Islam untuk gemar bersedekah baik dalam kondisi lapang dan sempit. Dan, mengamalkan perintah sedekah yang dapat membantu diri kita terbebas dari penyakit kikir alias bakhil Allah kategorikan sebagai bukti ketaqwaan seorang hamba (QS. 3: 133 – 134).
Baca juga: Nabi Adam Lupa Telah Berikan 40 Tahun Umurnya kepada Nabi Daud
Hikmah Hadis
Kembali ke kisah tiga orang yang diuji oleh Allah dalam kisah di atas. Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Ahadisil Anbiya’, bab hadis tentang orang berpenyakit lepra, orang buta dan orang botak di Bani Israil (6/500 no. 3464). Dan Bukhari menyebutkannya secara ringkas sebagai penguat dalam Kitabul Iman wan Nudzur, (11/540), no. 6653.
Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam Kitabuz Zuhd war Raqaiq, (4/2275), no. 2964. Hadis ini dalam Syarah Shahih Muslim An-Nawawi, 18/398.
Baca juga: Kisah Nabi dan Desa Semut: Binatang yang Tidak Boleh Dibunuh
Syaikh Umar menyebut pelajaran dan faedah hadis ini.
1. Ujian Allah kepada hamba-hamba-Nya sebagaimana yang terjadi pada tiga orang ini, agar terlihat mana yang syukur dan mana yang kufur. Mana yang baik dan mana yang busuk.
2. Keutamaan bersyukur dalam kebahagiaan. Dan di antara bentuk syukur adalah mendermakan sebagian harta kepada yang berhak. Disebutkan juga akibat kufur nikmat. Di antara bentuk kufur nikmat adalah kikir, tidak memberikan harta kepada fakir miskin yang berhak menerima.
Baca juga: Ingin Tahu Kematian, 23 Orang Ini Bangunkan Mayat Berusia 100 Tahun
3 Jika Allah memberkahi harta seseorang, maka ia akan tumbuh dan berkembang. Ia menjadi harta yang melimpah ruah. Harta tiga orang yang diuji melimpah. Masing-masing memiliki harta yang memenuhi lembah, padahal semuanya hanya berawal dari satu. Dan harta yang melimpah bisa binasa dan lenyap dalam waktu yang singkat.
6. Banyaknya harta bukan merupakan bukti kecintaan Allah kepada seorang hamba. Allah menguji orang-orang dengan memberi mereka harta seperti tiga orang dalam hadis ini.
7. Allah mampu menyembuhkan penyakit-penyakit sulit yang dikira oleh banyak orang tidak bisa sembuh, seperti penyakit lepra, kebotakan, dan kebutaan. (Baca juga: Kisah Bau Harum Tukang Sisir Putri Fir'aun Saat Rasulullah Mi'raj )
(mhy)
Lihat Juga :