alexametrics

Kisah Sahih dalam Sunnah

Kisah Nabi dan Desa Semut: Binatang yang Tidak Boleh Dibunuh

loading...
Kisah Nabi dan Desa Semut: Binatang yang Tidak Boleh Dibunuh
Yang berhak mengazab dengan api hanyalah pemilik api. Foto/Ilustrasi/Ist
Penafsir Alquran Prof Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah menunjukkan bahwa semut merupakan hewan yang hidup bermasyarakat dan berkelompok. Hewan ini mempunyai etos kerja yang tinggi dan sikap kehati-hatian luar biasa.

Keunikan lain yang dimiliki oleh semut adalah menguburkan anggotanya yang mati. Itu merupakan keistimewaan semut yang terungkap melalui penelitian ilmuwan serta semut juga merupakan hewan yang memiliki rasa sosial dan solidaritas yang tinggi. Mereka tidak egois dan tidak mementingkan diri sendiri.

Baca juga: Dulu Haram Kini Halal: Niat Mencuri Malah Dapat Istri

Semut bertasbih kepada Allah sebagaimana dinyatakan dalam hadis. Allah telah memberitakan bahwa segala sesuatu bertasbih dengan memuji Allah, "Dan tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka." (QS. Al-Isra: 44)



Semut adalah sebuah umat. Allah telah memberitakan bahwa makhluk-makhluk, burung-burung dan hewan-hewan, semuanya adalah umat seperti kita. "Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya melainkan umat-umat juga seperti kamu." (QS. Al-Anam: 38)

Baca juga
: Ridha Dengan Bala untuk Meraih Cinta Allah Ta'ala

Kisah Seorang Nabi
Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bercerita, ada seorang Nabi singgah di bawah pohon, dia digigit oleh seekor semut. Selanjutnya dia memerintahkan agar rumah semut itu dibakar.



Hal yang sama juga diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah. Allah mewahyukan kepada Nabi itu. "Hanya karena kamu digigit oleh seekor semut lalu kamu membinasakan sebuah umat yang bertasbih."

Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya dalam Kitab Bad’il Khalqi, bab jika lalat jatuh di bejana, 6/356, no. 3219. Juga diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitabus Salam, bab larangan membunuh semut, 4/1759, no. 2241.

Baca juga: Zubair: Orang Pertama yang Menghunuskan Pedang di Jalan Allah
halaman ke-1 dari 4
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا‏
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

(QS. Al-Ahzab:56)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak