alexametrics

Kisah Sahih dalam Sunnah

Ingin Tahu Kematian, 23 Orang Ini Bangunkan Mayat Berusia 100 Tahun

loading...
Ingin Tahu Kematian, 23 Orang Ini Bangunkan Mayat Berusia 100 Tahun
Kuburan di Arab. Foto/Ilustrasi/Ist
INI adalah kisah tentang sekelompok orang dari kalangan Bani Israil. Mereka ingin mengetahui sesuatu tentang kematian dari orang yang sudah meninggal dan merasakan sekaratnya.

Baca juga: Gara-Gara Ujub, Allah Ta'ala Menghukum Nabi Ini

Mereka datang ke kuburan dan salat dua rakaat lalu berdoa agar Allah mengabulkan permintaannya itu. Dari Jabir bin Abdullah Rasulullah bersabda, "Ketika mereka dalam kondisi demikian (salat dan berdoa), tiba-tiba sebuah kepala muncul dari sebuah kuburan. Ia berwarna coklat dan di keningnya terdapat tanda sujud".

“Wahai kalian," ujar mayat yang hidup kembali itu. "Apa yang kalian inginkan dariku? Aku telah mati seratus tahun yang lalu dan panasnya kematian belum reda dariku sampai sekarang. Maka, berdoalah kalian kepada Allah Azza wa Jalla agar mengembalikan diriku sebagaimana semula."

Baca juga: Rasulullah Saksikan Protes Nabi Musa kepada Nabi Adam

Syaikh Nashiruddin Al-Albani tentang takhrij hadis ini dalam Silsilah Al-Ahadis As-Shahihah (6/1028), no. 1209, berkata, diriwayatkan oleh Ahmad dalam Az-Zuhd (16-17), Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf (9/62) tanpa kisah. Begitu pula Bazzar dalam Musnad-nya (1/108/192- Kasyful Astar).

Baca juga: Jibril Sumpal Mulut Fira'un dengan Lumpur Ketika Akan Bersyahadat

Hadis ini diriwayatkan oleh Abd bin Humaid dalam Al-Muntakhab dari Al-Musnad (Q 1/152) dengan lengkap. Begitu pula Waki' dalam Az-Zuhd (1/280/56) dan Ibnu Abi Dawud dalam Al-Baats (5/30).

Ucapan yang pertama darinya mempunyai penguat dari hadis Abu Hurairah secara marfu’. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2/126), Thahawi dalam Musykilil Atsar (1/40-41), Ibnu Hibban (109 – Mawarid).

Baca juga: Kisah Nabi Isa dan Pencuri yang Bersumpah Atas Nama Allah

Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan tujuan 23 orang ini membangunkan orang yang sudah mati agar ilmu dan iman mereka bertambah. “Karena, orang yang berziarah kubur dan memikirkan keadaan orang-orang yang telah mati, niscaya dia akan mengambil pelajaran,” ujarnya.
halaman ke-1 dari 4
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
لَا تَحۡسَبَنَّ الَّذِيۡنَ يَفۡرَحُوۡنَ بِمَاۤ اَتَوْا وَّيُحِبُّوۡنَ اَنۡ يُّحۡمَدُوۡا بِمَا لَمۡ يَفۡعَلُوۡا فَلَا تَحۡسَبَنَّهُمۡ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الۡعَذَابِ‌ۚ وَلَهُمۡ عَذَابٌ اَ لِيۡمٌ
Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.

(QS. Ali 'Imran:188)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak