Kisah Sultan Osman Ghazi, Pendiri Dinasti Turki Utsmani
Sabtu, 04 Februari 2023 - 05:10 WIB
Mendirikan Kesultanan Utsmaniyah
Setelah Osman mengambil alih kepemimpinan Sogut, ia dikenal sebagai pemimpin yang santat berani. Bahkan di awal pemerintahannya Osman berhasil mengorganisir pasukannya untuk berperang melawan Bizantium.
Dengan perang tersebut, namanya menjadi terkenal hingga kemudian banyak kabilah yang bergabung di wilayah kekuasaannya. Berkat kecakapannya memimpin pasukan membuat wilayah kekuasaan Osman bertambah kuat. Setelah Kesultanan Seljuk mengalami keruntuhan, Osman mendeklarasikan kesultanan baru bernama Kesultanan Utsmaniyah di Turki pada 1299.
Perluasan Wilayah
Pada Tahun 1302, Osman I berhasil memenangkan peperangan melawan Bizantium di dekat Nicea dan mendesak pertahanan lawannya tersebut. Khawatir dengan pengaruh dari Osman yang semakin besar, Kekaisaran Bizantium mulai meninggalkan pusat pemerintahannya yang berada di Anatolia.
Kendati demikian, Kekaisaran Bizantium tetap menahan wilayah kekuasaanya atas Utsmaniyah. Akan tetapi upayanya tidak berjalan berhasil. Terlepas dari perlawanan Bizantium, Osman dan pasukan militernya tetap memperluas wilayah kekuasaannya yang terbagi menjadi dua arah yakni aliran Sungai Sakarya, dan barat daya menuju Laut Marmara.
Pada perluasan wilayah Kesultanan Utsmaniyah dapat diselesaikan pada 1308, dan dilanjutkan dengan penaklukan Efesos, di dekat Laut Aegea.
Wafat
Menjelang akhir pemerintahannya, Kesultanan Utsmaniyah terus berupaya menaklukkan Kota Bursa. Perang Osman terakhir adalah menduduki Bursa. Meskipun tidak secara langsung terjun ke medan laga, keberhasilan Osman menduduki Bursa membuktikan betapa pentingnya kedudukan kota itu sebagai pijakan untuk melawan Romawi Timur di Konstantinopel.
Setelah Osman mengambil alih kepemimpinan Sogut, ia dikenal sebagai pemimpin yang santat berani. Bahkan di awal pemerintahannya Osman berhasil mengorganisir pasukannya untuk berperang melawan Bizantium.
Dengan perang tersebut, namanya menjadi terkenal hingga kemudian banyak kabilah yang bergabung di wilayah kekuasaannya. Berkat kecakapannya memimpin pasukan membuat wilayah kekuasaan Osman bertambah kuat. Setelah Kesultanan Seljuk mengalami keruntuhan, Osman mendeklarasikan kesultanan baru bernama Kesultanan Utsmaniyah di Turki pada 1299.
Perluasan Wilayah
Pada Tahun 1302, Osman I berhasil memenangkan peperangan melawan Bizantium di dekat Nicea dan mendesak pertahanan lawannya tersebut. Khawatir dengan pengaruh dari Osman yang semakin besar, Kekaisaran Bizantium mulai meninggalkan pusat pemerintahannya yang berada di Anatolia.
Kendati demikian, Kekaisaran Bizantium tetap menahan wilayah kekuasaanya atas Utsmaniyah. Akan tetapi upayanya tidak berjalan berhasil. Terlepas dari perlawanan Bizantium, Osman dan pasukan militernya tetap memperluas wilayah kekuasaannya yang terbagi menjadi dua arah yakni aliran Sungai Sakarya, dan barat daya menuju Laut Marmara.
Pada perluasan wilayah Kesultanan Utsmaniyah dapat diselesaikan pada 1308, dan dilanjutkan dengan penaklukan Efesos, di dekat Laut Aegea.
Wafat
Menjelang akhir pemerintahannya, Kesultanan Utsmaniyah terus berupaya menaklukkan Kota Bursa. Perang Osman terakhir adalah menduduki Bursa. Meskipun tidak secara langsung terjun ke medan laga, keberhasilan Osman menduduki Bursa membuktikan betapa pentingnya kedudukan kota itu sebagai pijakan untuk melawan Romawi Timur di Konstantinopel.
Lihat Juga :