Kisah Wafatnya Al-Fatih Disambut Pesta di Roma dan Sembahyang Khusus di Gereja

Selasa, 07 Maret 2023 - 05:15 WIB
Pekerjaan paling besar yang dia capai adalah penaklukan Kota Konstantinopel. Dia telah mampu menyerang kota itu dari darat dan laut dengan mengggunakan kapal-kapal. Tentaranya telah mampu menyerang kota itu dengan kuda-kudanya, dan pasukan-pasukan yang penuh kesatria. Selama 50 hari, dia mengepung kota itu dengan pengepungan ketat.

Baca juga: Hagia Sophia dan Kehebatan Sultan Muhammad Al-Fatih

Dia telah menyempitkan ruang gerak orang-orang kafir dan jahat yang berada di dalam Kota Konstantinopel. Dia telah menghunus pedangnya di kota itu. Dalam kancah perang itu, dia berlindung di bawah perlindungan Allah yang tidak tertembus.

Dia telah mengetuk dan berusaha menembus pintu kemenangan berkali-kali. Hingga akhirnya, berkat kesabarannya, Allah menurunkan malaikat Raqib; dan dengan pertolongan Allah, takluklah Kota Istambul pada hari ke-51 dari awal pengepungan. Itu terjadi tepat pada ‘tanggal 24 Iumadil Akhir tahun 857 H.

Dia melakukan salat Jumat pertama di sebuah masjid, bekas gereja terbesar, Ayya Sofia yang memiliki kubah menjulang ke langit, menyerupai kubah-kubah piramid yang tidak lapuk. Dia telah membangun tradisi keilmuan di Istambul yang tidak khawatir matahari keilmuan akan tenggelam di tempat itu. Dia membangun sekolah-sekolah laksana mangkuk besar yang memiliki 8 buah pintu yang demikian gampang untuk dimasuki.

Dia membuat undang-undang yang sesuai dengan akal dan naql.

Semoga Allah melimpahkan pahala-Nya atas perhatiannya kepada para penuntut ilmu dan manhaj hidup yang dilaluinya. Sebab dia telah menutupi semua kebutuhan, tatkala mereka membutuhkan.

Dia telah menutupi semua kefakiran sehingga mereka memiliki jiwa yang sadar. Setelah itu dia memberikan kedudukan-kedudukan yang bisa mereka naiki dengan cara yang kokoh, sehingga mereka memperoleh kebahagiaan dunia dan dengannya mencapai kemuliaan akhirat.

Baca juga: Ide-Ide Brilian Muhammad Al-Fatih Tundukkan Konstantinopel

Sesungguhnya dia telah merekrut para ulama dari berbagai negeri yang dia berikan perhatian besar kepada mereka lewat tindakan-tindakan yang mulia.

Di antara ulama itu adalah, Maulana Ali Al-Qawsyaji, yang mulia At-Thusi, Al-Alim Al-Kurani dan lainnya dari kalangan ulama yang mulia.

Dengan demikian, maka Istambul menjadi “Pusat Dunia," sumber kebanggaan dan kemuliaan. Di sekelilingnya berkumpul orang-orang yang memiliki sifat baik dan kokoh dari semua disiplin ilmu pengetahuan.

Ulama-ulama Istambul hingga kini adalah ulama-ulama yang mulia. Para pekerja mereka adalah orang-orang cerdas, para penguasanya adalah orang-orang yang sangat bahagia. Dan bagi Sultan rahimahullah, begitu banyak kebaikan yang telah dia sumbangkan kepada kaum muslimin, khususnya kepada para ulama yang mulia.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!