Mengangkat Jari Telunjuk Saat Tasyahud Menurut Mazhab Syafi'i
Senin, 13 Maret 2023 - 22:01 WIB
رفعها ويقصد من ابتدائه بهمزة إلا الله أن المعبود واحد فيجمع في توحيده بين اعتقاده وقوله
Artinya: "Dan berniatlah saat mengangkat jari telunjuk pada lafadz 'Illallah' (ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ), bahwa Dzat yang disembah adalah Esa. Dengan demikian terkumpulah segala tauhid dalam dirinya baik antara keyakinan, ucapan dan perbuatan." [Fath al-Wahab (1/53)]
Syaikh Ibnu Ruslan rahimahullah berkata:
وعند إلا الله فالمهملة إرفع لتوحيد الذي صلّيت له
Artinya: "Ketika mengucapkan illallahu, maka angkatlah jari telunjukmu untuk mengesakan Dzat yang engkau sembah." [Matan az Zubad hal 24]
Imam Ibnu Hajar Al-Haitami berkata:
وتسمى أيضا السبابة لأنها يشار بها عند المخاصمة والسب ويرفعها مع إمالتها قليلا لئلا تخرج عن سمت القبلة عند همزة قوله إلا الله للاتباع ولا يضعها إلى آخر التشهد قاصدا بذلك الإشارة لكون المعبود واحدا في ذاته وصفاته وأفعاله ليجمع في توحيده بين اعتقاده وقوله وفعله
"Dan dinamakan As-Sababah (telunjuk) karena dengannya digunakan untuk isyarat ketika terjadi adu mulut/pertengkaran. Dan mengacungkannya dengan sedikit melengkung supaya tidak keluar dari arah-arah kiblat, saat sampai pada bacaannya "Illallah' karena mengikuti perilaku Nabi dan tidak meletakkannya sampai akhir tasyahud. Dan menyengaja (berniat) dengan isyarat tersebut adanya yang disembah hanya satu dalam dzatNya, sifatNya, dan perbuatanNya, supaya tauhidnya (meng-esa-kannya kepada Allah) dapat berkumpul antara keyakinan, ucapan dan perbuatannya." [Tuhfatul Muhtaj (2/80)]
Syaikh Sulaiman berkata Al-Bujairami berkata:
ويديم رفعها ويقصد من ابتدائه بهمزة إلا الله أن المعبود واحد، فيجمع في توحيده بين اعتقاده وقوله وفعله
"Dan hendaknya orang yang shalat melanggengkan mengangkat jari dan hendaknya mengangkatnya dimulai sejak permulaan huruf hamzah dari lafadz "Illallah", bahwa Dzat Yang Disembah adalah Esa. Dengan demikian, terkumpullah tauhid dalam dirinya baik antara keyakinan, ucapan dan perbuatan." [Hasyiah al Bujairami (2/73)]
Dalil Menggerakkan Jari Saat Tahiyat
Ada banyak dalil yang menganjurkan menggerakkan jari saat Tahiyat. Di antaranya:
Hadits Pertama
Artinya: "Dan berniatlah saat mengangkat jari telunjuk pada lafadz 'Illallah' (ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ), bahwa Dzat yang disembah adalah Esa. Dengan demikian terkumpulah segala tauhid dalam dirinya baik antara keyakinan, ucapan dan perbuatan." [Fath al-Wahab (1/53)]
Syaikh Ibnu Ruslan rahimahullah berkata:
وعند إلا الله فالمهملة إرفع لتوحيد الذي صلّيت له
Artinya: "Ketika mengucapkan illallahu, maka angkatlah jari telunjukmu untuk mengesakan Dzat yang engkau sembah." [Matan az Zubad hal 24]
Imam Ibnu Hajar Al-Haitami berkata:
وتسمى أيضا السبابة لأنها يشار بها عند المخاصمة والسب ويرفعها مع إمالتها قليلا لئلا تخرج عن سمت القبلة عند همزة قوله إلا الله للاتباع ولا يضعها إلى آخر التشهد قاصدا بذلك الإشارة لكون المعبود واحدا في ذاته وصفاته وأفعاله ليجمع في توحيده بين اعتقاده وقوله وفعله
"Dan dinamakan As-Sababah (telunjuk) karena dengannya digunakan untuk isyarat ketika terjadi adu mulut/pertengkaran. Dan mengacungkannya dengan sedikit melengkung supaya tidak keluar dari arah-arah kiblat, saat sampai pada bacaannya "Illallah' karena mengikuti perilaku Nabi dan tidak meletakkannya sampai akhir tasyahud. Dan menyengaja (berniat) dengan isyarat tersebut adanya yang disembah hanya satu dalam dzatNya, sifatNya, dan perbuatanNya, supaya tauhidnya (meng-esa-kannya kepada Allah) dapat berkumpul antara keyakinan, ucapan dan perbuatannya." [Tuhfatul Muhtaj (2/80)]
Syaikh Sulaiman berkata Al-Bujairami berkata:
ويديم رفعها ويقصد من ابتدائه بهمزة إلا الله أن المعبود واحد، فيجمع في توحيده بين اعتقاده وقوله وفعله
"Dan hendaknya orang yang shalat melanggengkan mengangkat jari dan hendaknya mengangkatnya dimulai sejak permulaan huruf hamzah dari lafadz "Illallah", bahwa Dzat Yang Disembah adalah Esa. Dengan demikian, terkumpullah tauhid dalam dirinya baik antara keyakinan, ucapan dan perbuatan." [Hasyiah al Bujairami (2/73)]
Dalil Menggerakkan Jari Saat Tahiyat
Ada banyak dalil yang menganjurkan menggerakkan jari saat Tahiyat. Di antaranya:
Hadits Pertama
Lihat Juga :