2 Minuman Kesukaan Nabi Muhammad SAW Ampuh Obati Berbagai Penyakit
Senin, 29 Mei 2023 - 20:01 WIB
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau sampai bersumpah untuk tidak meminumnya kembali. Terjadi perbedaan riwayat yang menyebutkan tentang siapakah istri yang memberikan minuman madu itu kepada Nabi Muhammad SAW. Dikatakan bahwa beliau meminumnya di rumah Zainab, dalam riwayat lain di rumah Saudah. Sebagian ulama merajihkan bahwa pemilik madu itu adalah Zainab, dan yang bersepakat dengan Aisyah adalah Hafsah.
Sebagian lainnya menjadikannya sebagai kisah yang berbeda-beda, karena beragamnya suatu sebab tidak menghalangi munculnya satu perkara, sehingga hal itu menjadi kisah lain tersendiri.
Manisan dan Madu
Dalam Kitab Tha'amur-Rasul SAW wat-Tadawi bil-Ghidza, Syaikh Prof Abdul Basith Muhammad as-Sayyid menukil perkataan Ats-Tsa'labi bahwa manisan yang disukai Rasulullah SAW adalah adalah manisan yang terbuat dari kurma yang dicampur susu. Al-Khathabi berkata, "Kata manisan hanya digunakan untuk makanan di dalamnya terdapat unsur buatan makanan-makanan manusia."
Al-Laits menambahkan, "Manisan adalah setiap makanan yang manis dan dapat dimakan." Rasulullah SAW sangat menyukai manisan, bahkan beliau selalu memakannya. Beliau merasa senang jika manisan itu dihadiahkan kepadanya. Tetapi, Rasulullah tidak pernah berlebih-lebihan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat gula karena dapat membahayakan tubuh.
Selain manisan, dalam hadis itu ada kata الْعَسَلَ atau madu. Kebenaran akan khasiat madu lebah (عَسَلُ النَّحْلِ) yang telah diamalkan Rasulullah SAW ribuan tahun lalu telah dibuktikan para ilmuwan. Para ilmuwan dari berbagai negara termasuk Amerika mengesahkan berkenaan khasiat madu lebah di World Apiculture Conference yang diadakan pada 20-26 September 1993 di China.
Seorang doktor dari Romania mengungkapkan pengalamannya menggunakan madu lebah untuk merawat 2094 pesakit-pesakit katarak mata dan mendapati 2002 dari mereka sembuh sepenuhnya. Pada pertemuan yang sama, doktor-doktor dari Polandia menyampaikan khasiat madu lebah dalam mengobati penyakit buasir, penyakit kulit dan penyakit lainnya.
Dalam Al-Qur'an, madu disebutkan secara khusus dalam Surat An-Nahl ayat 68-69. Kesitimewaan lebah ini dijelaskan sebagaimana firman-Nya:
ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Sebagian lainnya menjadikannya sebagai kisah yang berbeda-beda, karena beragamnya suatu sebab tidak menghalangi munculnya satu perkara, sehingga hal itu menjadi kisah lain tersendiri.
Manisan dan Madu
Dalam Kitab Tha'amur-Rasul SAW wat-Tadawi bil-Ghidza, Syaikh Prof Abdul Basith Muhammad as-Sayyid menukil perkataan Ats-Tsa'labi bahwa manisan yang disukai Rasulullah SAW adalah adalah manisan yang terbuat dari kurma yang dicampur susu. Al-Khathabi berkata, "Kata manisan hanya digunakan untuk makanan di dalamnya terdapat unsur buatan makanan-makanan manusia."
Al-Laits menambahkan, "Manisan adalah setiap makanan yang manis dan dapat dimakan." Rasulullah SAW sangat menyukai manisan, bahkan beliau selalu memakannya. Beliau merasa senang jika manisan itu dihadiahkan kepadanya. Tetapi, Rasulullah tidak pernah berlebih-lebihan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat gula karena dapat membahayakan tubuh.
Selain manisan, dalam hadis itu ada kata الْعَسَلَ atau madu. Kebenaran akan khasiat madu lebah (عَسَلُ النَّحْلِ) yang telah diamalkan Rasulullah SAW ribuan tahun lalu telah dibuktikan para ilmuwan. Para ilmuwan dari berbagai negara termasuk Amerika mengesahkan berkenaan khasiat madu lebah di World Apiculture Conference yang diadakan pada 20-26 September 1993 di China.
Seorang doktor dari Romania mengungkapkan pengalamannya menggunakan madu lebah untuk merawat 2094 pesakit-pesakit katarak mata dan mendapati 2002 dari mereka sembuh sepenuhnya. Pada pertemuan yang sama, doktor-doktor dari Polandia menyampaikan khasiat madu lebah dalam mengobati penyakit buasir, penyakit kulit dan penyakit lainnya.
Dalam Al-Qur'an, madu disebutkan secara khusus dalam Surat An-Nahl ayat 68-69. Kesitimewaan lebah ini dijelaskan sebagaimana firman-Nya:
ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Lihat Juga :