Kiat Istiqamah untuk Mempertahankan Hidayah

Senin, 10 Juli 2023 - 09:20 WIB

b.Mulai mengganti (qadha) kewajiban yang ditinggalkan

Setelah bertaubat, selain giat menunaikan ketaatan, juga harus dibarengi dengan mengganti kewajiban-kewajiban lalu yang sebelumnya ditinggalkan, seperti mengganti puasa ramadhan, membayar hutang dsbg. Nabi bersabda:

من مات وعليه دَينٌ ، فليس ثم دينارٌ ولا درهمٌ ، ولكنها الحسناتُ والسيئاتُ


“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih punya hutang, maka kelak (di hari kiamat) tidak ada dinar dan dirham untuk melunasinya. Namun yang ada hanyalah kebaikan atau keburukan (untuk melunasinya)” (HR. Ibnu Majah no. 2414, disahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 437).

c. Kemudian meninggalkan yang makruh

Setelah dua hal di atas dilakukan, baru bertahap untuk semakin memantapkan iman dengan juga meninggalkan yang makruh bahkan hal-hal mubah yang tidak bermanfaat.

3. Selalu Berdoa Memohon Istiqamah

Selain itu, yang utama adalah senantiasa berdoa kepada Allah Ta’ala agar menguatkan hati di atas hidayah-Nya, seperti doa Nabi berikut:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ


“ (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).” (HR Tirmidzi).

Baca juga: Benarkah Hidayah Datang Tanpa Perlu Ikhtiar?

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!