Peristiwa Muharam: Kisah Tobat Nabi Daud Diterima Allah setelah Bersujud 40 Hari

Sabtu, 22 Juli 2023 - 09:17 WIB
Setelah menjatuhkan hukuman kepada orang yang meminta biri-biri itu, Nabi Daud menyadari bahwa yang datang mengadukan perkaranya adalah dua malaikat hendak memberi pelajaran kepadanya atas kesalahannya menginginkan istri si petani yang hanya seorang. Padahal, ia telah memiliki 99 istri.

Demi menyadari kesalahannya itu, Nabi Daud meminta ampun kepada Allah. Nabi Daud bersujud menyungkurkan wajahnya ke bumi. Inilah kehendak Allah Yang Mahatahu, Allah SWT memberi tahu kesalahan Nabi Daud dengan pelajaran yang sangat bijaksana.

Muhammad bin Ka'ab Al-Qurizi menyebutkan bahwa sujudnya Nabi Daud adalah 40 hari 40 malam. Ia tidak bangun dari sujudnya selain mengerjakan sAlat wajib atau karena sesuatu hajat sangat penting yang harus dipenuhinya.

Baca juga: Kisah Nabi Daud Disindir Ulat Merah, Ini Penyebabnya

Muhammad bin Nashr Al-Maruzi dalam kitab Ta'zhimur Qodrish Sholah menyebutkan dalam sujudnya, Nabi Daud menangis hingga air matanya kering dan pedih karena saking takutnya. Kedua lututnya memar (karena lamanya sujud). Sebab, ia takut tidak diampuni kesalahannya.

Kemudian, Allah SWT mewahyukan kepadanya agar ia mengangkat kepalanya. “Hai Daud, Aku telah mengampuni kesalahanmu,” Namun, beliau tidak mengangkat kepalanya hingga datang malaikat Jibril.

Kisah Israiliyat

Hanya saja, Syaikh Yusuf al-Qardhawi mengatakan kisah Nabi Daud yang kepincut perempuan istri tetangganya lalu bertobat kepada Allah SWT lebih sebagai kisah israiliyat. Kisah ini sendiri dikaitkan dengan tafsir Al-Qur'an surat Shaad ayat 22-25.

"Kisah-kisah israiliat ini menampilkan dengan buruk perjalanan para Rasul dan Nabi-nabi," tutur Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "at Taubat Ila Allah".

Istilah israiliyat meski dinisbatkan kepada Israil, julukan bagi Nabi Yaqub dan merujuk kepada kisah yang bersumber dari orang-orang Yahudi, tetapi dalam perkembanganya israiliyat lebih populer dikenal untuk kisah atau dongeng masa lalu yang masuk ke dalam tafsir dan hadis. Baik yang bersumber dari orang-orang Yahudi-Nasrani maupun lainnya.

Baca juga: Kudeta di Kerajaan Nabi Daud, Absalom Putra Sulung Terbunuh

Cerita-cerita itu semakin berkembang dengan banyaknya orang yang berprofesi sebagai alqassasun (pandai cerita) yang selalu menonjolkan keanehan-keanehan dalam penyampaiannya agar menarik perhatian pendengar.

Yusuf al-Qardhawi menjelaskan apa kesalahan Nabi Daud dalam kisah ini, yang dia sangka sebagai fitnah, dan cobaan bagi beliau, kemudian beliau beristighfar kepada Rabbnya, serta tunduk sujud dan memohon ampunan.

Menurut Yusuf Qardhawi, yang tampak dalam kisah itu adalah: Nabi Daud bertindak dengan tergesa-gesa serta tidak meneliti dahulu secara mendalam, sehingga beliau terpengaruhi oleh dorongan emosi ketika mendengar perkataan salah seorang yang sedang berselisih itu.

"Dan secara tergesa-gesa memutuskan hukum dengan merugikan pihak lain, tanpa terlebih dahulu mendengar alasan-alasannya, dan memberikan kesempatan kepadanya untuk membela dirinya sendiri," tulisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!