Imam Tidak Baca Qunut, Begini Bacaan Qunut Pendek Bagi Makmum
Selasa, 01 Agustus 2023 - 18:07 WIB
Membaca doa Qunut ketika sholat Shubuh sangat dianjurkan dalam Mazhab Syafii dan Maliki. Foto/ist
Membaca doa Qunut ketika sholat Shubuh sangat dianjurkan dalam Mazhab Syafi'i dan Maliki. Hanya saja Maliki membacanya dengan sirr (tidak mengeraskan suara) sebelum rukuk. Sedangkan Mazhab Hanafi dan Hanbali tidak membaca Qunut pada sholat Shubuh.
Bagaimana jika jamaah yang bermazhab Syafi'i bermakmum dengan imam yang tidak membaca doa Qunut ? Apakah perlu membaca doa Qunut yang redaksinya lumayan panjang itu (Allahumahdinii fiiman hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallani fiiman tawallait, dan seterusnya)? Berikut penjelasan Ustaz Amru Hamdany, Dai yang menuntut ilmu di Al-Azhar Kairo.
Untuk yang bermazhab Syafi'i dan bermakmum dengan imam yang tidak Qunut Subuh, ada 3 opsi yaitu:
1. Qunut sendiri (dan ini sunnah, jika yakin dapat mengejar imam di sujud pertama).
Caranya agar tidak membuat gaduh awam adalah jangan angkat tangan dan baca doa singkat apapun plus sholawat dan salam kepada baginda Nabi ﷺ, beserta keluarga, dan para sahabat beliau.
Contoh doanya:
Allahummaghfirlii Yaa Ghoffaaru warhamnii Yaa Rahiim.
Doa pendek seperti ini ditambah sholawat tidak memerlukan waktu yang lama, sehingga insya Allah bisa mengejar imam di sujud pertamanya.
Qunut itu asalnya bisa dari doa apapun. Kemudian ada khilaf di antara para ulama apakah harus ditambah pujian (الثناء) atau tidak. Agar keluar dari khilaf, maka kita tambahkan Ya Ghaffar dan Ya Rahim di doa itu sebagai pujian.
Bagaimana jika jamaah yang bermazhab Syafi'i bermakmum dengan imam yang tidak membaca doa Qunut ? Apakah perlu membaca doa Qunut yang redaksinya lumayan panjang itu (Allahumahdinii fiiman hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallani fiiman tawallait, dan seterusnya)? Berikut penjelasan Ustaz Amru Hamdany, Dai yang menuntut ilmu di Al-Azhar Kairo.
Untuk yang bermazhab Syafi'i dan bermakmum dengan imam yang tidak Qunut Subuh, ada 3 opsi yaitu:
1. Qunut sendiri (dan ini sunnah, jika yakin dapat mengejar imam di sujud pertama).
Caranya agar tidak membuat gaduh awam adalah jangan angkat tangan dan baca doa singkat apapun plus sholawat dan salam kepada baginda Nabi ﷺ, beserta keluarga, dan para sahabat beliau.
Contoh doanya:
اللهم اغْفِرْلِي يَا غَفَّارُ وارْحَمْنِي يَا رَحِيمُ
Allahummaghfirlii Yaa Ghoffaaru warhamnii Yaa Rahiim.
Doa pendek seperti ini ditambah sholawat tidak memerlukan waktu yang lama, sehingga insya Allah bisa mengejar imam di sujud pertamanya.
Qunut itu asalnya bisa dari doa apapun. Kemudian ada khilaf di antara para ulama apakah harus ditambah pujian (الثناء) atau tidak. Agar keluar dari khilaf, maka kita tambahkan Ya Ghaffar dan Ya Rahim di doa itu sebagai pujian.
Lihat Juga :