Keistimewaan Surat Al-Fath, Antara Lain Penyembuh Demam

Selasa, 08 Agustus 2023 - 10:01 WIB
Keistimewaan Surat Al-Fath antara lain sebagai penyembuh demam. Ilustrasi: Ist
Sayyid Muhammad Taqi Al-Muqaddam dalam bukunya berjudul "Khazanah Al-Asrar" memaparkan manfaat dari ayat Al-Quran untuk penyembuhan berbagai penyakit.

Surat Al-Fath , misalnya, dapat dijadikan wasilah atau doa agar terlindungi dari peperangan, memperoleh kebaikan, sembuh dari demam, dan terhindar dari tenggelam.

Dalam "Tafsirul Burhan" disebutkan Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang menulisnya (Surat Al-Fath), dan (membacanya) membawanya dalam peperangan dan permusuhan, maka ia akan terlindungi dari semua itu, dan ia juga akan dibukakan pintu kebaikan untuknya. Barangsiapa yang meminum airnya karena sedang demam dan takut, maka ia akan merasa tenang dan ketakutannya pun akan hilang. Dan barangsiapa yang membacanya ketika sedang berada di tengah lautan, maka ia akan aman dari (musibah) tenggelam, dengan izin Allah.”



Surat Al-Fath – Al-Fath sendiri artinya “kemenangan”. Surat Al-Fath tediri atas 29 ayat, termasuk dalam golongan surat Madaniyyah (surat yang diturunkan di kota Madinah), dan diturunkan setelah Surat Al-Jum’ah.

Ia dinamakan Surat Al-Fath karena merujuk pada lafaz fathan yang terdapat pada ayat pertama dari surat ini. Sebagian besar dari surat ini menceritakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kemenangan yang diperoleh Nabi Muhammad Saw. dalam peperangan yang dihadapinya.

Dengan diturunkannya surat ini, Baginda Rasul merasa gembira sebagaimana dalam sabda beliau, “Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku surat ini, di mana ia lebih aku cintai daripada segala yang disinari matahari.”

(mhy)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Allah 'azza wajalla telah berfirman: Setiap amal anak Adam adalah teruntuk baginya kecuali puasa. Puasa itu adalah bagi-Ku, dan Akulah yang akan memberinya pahala.  Dan puasa itu adalah perisai. Apabila kamu puasa, maka janganlah kamu merusak puasamu dengan rafats, dan jangan pula menghina orang. Apabila kamu dihina orang atau pun diserang, maka katakanlah, 'Sesungguhnya saya sedang berpuasa.'  Demi Allah, yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat kelak daripada wanginya kesturi. Dan bagi mereka yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Ia merasa senang saat berbuka lantaran puasanya, dan senang pula saat berjumpa dengan Rabbnya juga karena puasanya.

(HR. Muslim No. 1944)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More