Fitnah Berbalut Islam Sukses Hancurkan Pemerintahan Sultan Abdul Hamid II
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 08:50 WIB
Setelah itu Sultan dituduh oleh organisasi Persatuan dan Pembanguan ini dengan empat tuduhan: Pertama, Sultan dianggap orang yang merencanakan terjadinya peritiwa 31 Maret; Kedua, Membakar mushaf-mushaf Al-Qur’an; ketiga, boros; dan keempat orang yang zalim dan penumpah darah.
Baca juga: Ketika Freemasonry Masuk dan Atur Detak Jantung Kekuasaan Utsmani
Walaupun orang-orang dari Persatuan dan Pembangunan ini membangun pemikirannya dengan menjadikan Barat sebagai model yang sangat bertentangan dengan Islam dan pemikiran Islam, namun mereka menggunakan agama sebagai tunggangan, tatkala mereka menyatakan kepentingan-kepentingannya di depan khalayak untuk memberikan pengaruh terhadap mereka dan untuk mendapatkan dukungan dari rakyat dalam hal perang mereka melawan Sultan Abdul Hamid II.
Fitnah Itu
Mereka sukses dalam peperangan tersebut. Dalam sebuah selebaran yang mereka edarkan di kalangan rakyat Utsmani gerakan Persatuan dan Pembangunan ini mengatakan;
Baca juga: Sultan Abdul Hamid: “Tangan-Tangan Asing Menggerayang Dalam Hati Kita
“Wahai rakyat Utsmani, aksi yang kami lakukan adalah dalam rangka menyelamatkan negara dan khilafah, dan tidak seorang pun yang tidak mengetahui hal ini. Dan dengan pertolongan Sang Maha Pencipta dan keinginan keras saudara-saudara sekalian, wahai kaum muslimin, telah cukup bagi kita semua untuk menjadi penonton Sultan yang kejam, yang tidak memiliki keimanan, yang menginiak-injak Al-Qur'an dengan kakinya, sebagaimana ia juga telah menginjak-injak keimananan dan perasaan. Maka bangunlah Wahai umat Muhammad.”
“Bangkitlah dengan penuh keberanian, wahai kaum muslimin. Keberanian adalah dari kami dan pertolongan datangnya dari Allah. Pertolongan dari Allah dan pembukaan telah semakin dekat.”
Baca juga: Ini Dia Tokoh yang Ubah Hagia Sophia dari Masjid Menjadi Museum
“Wahai muslim yang bertauhid, ‘bacalah dengan nama Tuhanmu’. Bangkitlah, wahai muslim yang bertauhid, selamatkan agamamu, imanmu dari orang-orang yang zalim. Selamatkan dirimu. Di sana ada setan yang jahat yang membawa mahkota di atas kepalanya. Sedangkan di tangannya ada keimananmu. Selamatkan agama dan imanmu darinya wahai orang yang bertauhid.”
Baca juga: Proyek Kereta Cepat dan Awal Penghancuran Khilafah Utsmaniyah
Baca juga: Ketika Freemasonry Masuk dan Atur Detak Jantung Kekuasaan Utsmani
Walaupun orang-orang dari Persatuan dan Pembangunan ini membangun pemikirannya dengan menjadikan Barat sebagai model yang sangat bertentangan dengan Islam dan pemikiran Islam, namun mereka menggunakan agama sebagai tunggangan, tatkala mereka menyatakan kepentingan-kepentingannya di depan khalayak untuk memberikan pengaruh terhadap mereka dan untuk mendapatkan dukungan dari rakyat dalam hal perang mereka melawan Sultan Abdul Hamid II.
Fitnah Itu
Mereka sukses dalam peperangan tersebut. Dalam sebuah selebaran yang mereka edarkan di kalangan rakyat Utsmani gerakan Persatuan dan Pembangunan ini mengatakan;
Baca juga: Sultan Abdul Hamid: “Tangan-Tangan Asing Menggerayang Dalam Hati Kita
“Wahai rakyat Utsmani, aksi yang kami lakukan adalah dalam rangka menyelamatkan negara dan khilafah, dan tidak seorang pun yang tidak mengetahui hal ini. Dan dengan pertolongan Sang Maha Pencipta dan keinginan keras saudara-saudara sekalian, wahai kaum muslimin, telah cukup bagi kita semua untuk menjadi penonton Sultan yang kejam, yang tidak memiliki keimanan, yang menginiak-injak Al-Qur'an dengan kakinya, sebagaimana ia juga telah menginjak-injak keimananan dan perasaan. Maka bangunlah Wahai umat Muhammad.”
“Bangkitlah dengan penuh keberanian, wahai kaum muslimin. Keberanian adalah dari kami dan pertolongan datangnya dari Allah. Pertolongan dari Allah dan pembukaan telah semakin dekat.”
Baca juga: Ini Dia Tokoh yang Ubah Hagia Sophia dari Masjid Menjadi Museum
“Wahai muslim yang bertauhid, ‘bacalah dengan nama Tuhanmu’. Bangkitlah, wahai muslim yang bertauhid, selamatkan agamamu, imanmu dari orang-orang yang zalim. Selamatkan dirimu. Di sana ada setan yang jahat yang membawa mahkota di atas kepalanya. Sedangkan di tangannya ada keimananmu. Selamatkan agama dan imanmu darinya wahai orang yang bertauhid.”
Baca juga: Proyek Kereta Cepat dan Awal Penghancuran Khilafah Utsmaniyah
Lihat Juga :