13 Fakta Perang Khaibar: 1.600 Pasukan Rasulullah SAW Binasakan 10.000 Tentara Yahudi
Jum'at, 20 Oktober 2023 - 14:44 WIB
Keesokan harinya pagi-pagi Rasul menugaskan Umar bin Khattab . Tetapi dia pun mengalami nasib yang sama seperti Abu Bakar. Giliran Ali bin Abi Thalib yang dipanggilnya seraya katanya: "Pegang bendera ini dan bawa terus sampai Tuhan memberikan kemenangan kepadamu."
Sayidina Ali berangkat membawa bendera itu. Setelah ia berada dekat dari benteng, penghuni benteng itu keluar menghadapinya dan seketika itu juga pertempuran pun terjadi. Salah seorang Yahudi dapat memukulnya dan perisai yang di tangannya terlempar. Tetapi Sayidina Ali segera menyambar daun pintu yang ada di benteng dan dengan memperisaikan daun pintu yang masih di tangan itu ia terus bertempur. Benteng itu akhirnya dapat didobraknya.
Kemudian daun pintu tadi dijadikannya jembatan dan dengan "jembatan" ini pasukan muslim dapat menyeberang masuk ke dalam benteng itu. Benteng Na'im jatuh setelah komandannya, Harith bin Abi Zainab terbunuh.
Baca juga: Jejak Israel di Madinah: Kisah Dendam Yahudi setelah Kalah dalam Perang Khaibar
12. Setelah benteng Na'im jatuh, selanjutnya pasukan muslim berusaha menaklukkan benteng Qamush. Kala itu, persediaan bahan makanan pasukan muslim sudah tidak mencukupi lagi, sehingga ada beberapa orang yang datang kepada Rasulullah mengeluh, dan minta sesuatu sekadar dapat menyambung hidup. Karena tidak ada sesuatu yang dapat diberikannya kepada mereka itu, maka mereka diizinkan makan daging kuda.
Tiba-tiba salah seorang dari pihak muslim melihat ada sekawanan kambing memasuki salah satu benteng Yahudi itu. Dua ekor kambing di antaranya dapat mereka tangkap, lalu mereka sembelih dan mereka makan bersama-sama.
Setelah pasukan muslim menaklukkan benteng Sha'b b-Mu'adh, kebutuhan makan mereka sudah tidak begitu mendesak lagi. Di tempat ini persediaan makanan cukup melimpah, yang akan memungkinkan lagi mereka meneruskan perjuangan melawan Yahudi dan mengepung benteng-benteng yang ada lainnya.
13. Perang dimenangkan pasukan muslim. Setelah Yahudi Khaibar dapat ditundukkan wilayah-wilayah lain yang dikuasai kaum Yahudi menyerah kalah.
Penduduk Fadak, misalnya, ketakutan sekali. Mereka kahirnya setuju menyerah. Persetujuan diadakan dengan menyerahkan separo harta mereka tanpa pertempuran. Kalau daerah Khaibar menjadi milik Muslimin karena mereka yang telah berjuang membebaskannya, maka Fadak untuk Nabi Muhammad karena pihak Muslimin tidak memperolehnya dengan pertempuran.
Kala itu, semua orang Yahudi tunduk kepada kekuasaan Nabi, dan berakhir pulalah semua kekuasaan mereka di seluruh jazirah.
Baca juga: Kisah Rasulullah SAW Pimpin 1.600 Orang Pasukan Serang Yahudi Khaibar
Sayidina Ali berangkat membawa bendera itu. Setelah ia berada dekat dari benteng, penghuni benteng itu keluar menghadapinya dan seketika itu juga pertempuran pun terjadi. Salah seorang Yahudi dapat memukulnya dan perisai yang di tangannya terlempar. Tetapi Sayidina Ali segera menyambar daun pintu yang ada di benteng dan dengan memperisaikan daun pintu yang masih di tangan itu ia terus bertempur. Benteng itu akhirnya dapat didobraknya.
Kemudian daun pintu tadi dijadikannya jembatan dan dengan "jembatan" ini pasukan muslim dapat menyeberang masuk ke dalam benteng itu. Benteng Na'im jatuh setelah komandannya, Harith bin Abi Zainab terbunuh.
Baca juga: Jejak Israel di Madinah: Kisah Dendam Yahudi setelah Kalah dalam Perang Khaibar
12. Setelah benteng Na'im jatuh, selanjutnya pasukan muslim berusaha menaklukkan benteng Qamush. Kala itu, persediaan bahan makanan pasukan muslim sudah tidak mencukupi lagi, sehingga ada beberapa orang yang datang kepada Rasulullah mengeluh, dan minta sesuatu sekadar dapat menyambung hidup. Karena tidak ada sesuatu yang dapat diberikannya kepada mereka itu, maka mereka diizinkan makan daging kuda.
Tiba-tiba salah seorang dari pihak muslim melihat ada sekawanan kambing memasuki salah satu benteng Yahudi itu. Dua ekor kambing di antaranya dapat mereka tangkap, lalu mereka sembelih dan mereka makan bersama-sama.
Setelah pasukan muslim menaklukkan benteng Sha'b b-Mu'adh, kebutuhan makan mereka sudah tidak begitu mendesak lagi. Di tempat ini persediaan makanan cukup melimpah, yang akan memungkinkan lagi mereka meneruskan perjuangan melawan Yahudi dan mengepung benteng-benteng yang ada lainnya.
13. Perang dimenangkan pasukan muslim. Setelah Yahudi Khaibar dapat ditundukkan wilayah-wilayah lain yang dikuasai kaum Yahudi menyerah kalah.
Penduduk Fadak, misalnya, ketakutan sekali. Mereka kahirnya setuju menyerah. Persetujuan diadakan dengan menyerahkan separo harta mereka tanpa pertempuran. Kalau daerah Khaibar menjadi milik Muslimin karena mereka yang telah berjuang membebaskannya, maka Fadak untuk Nabi Muhammad karena pihak Muslimin tidak memperolehnya dengan pertempuran.
Kala itu, semua orang Yahudi tunduk kepada kekuasaan Nabi, dan berakhir pulalah semua kekuasaan mereka di seluruh jazirah.
Baca juga: Kisah Rasulullah SAW Pimpin 1.600 Orang Pasukan Serang Yahudi Khaibar
(mhy)
Lihat Juga :