Yahudi Dunamah Anggap Kemal Ataturk Bagian dari Mereka
Rabu, 05 Agustus 2020 - 14:15 WIB
Dikisahkan, bagaimana mereka membentuk organisasi revolusi dan bagaimana pula mereka menatanya dengan mengambil cara dan metode orang-orang Freemasonry. Merekapun mendapat bantuan finansial dalam jumlah yang sangat besar dari berbagai pihak. Mereka banyak berhubungan dengan orang orang yang mengambil suaka politik yang diasingkan oleh Sultan keluar negeri.
Amstrong menyingkap, bagaimana pilihan jatuh pada Musthafa Kemal satu-satunya dan bukan kepada sahabat-sahabatnya yang lain untuk merealisasikan langkah terakhir Inggris.
Alasannya, menurut Amstrong, dia memiliki watak yang cenderung menyuruh dan melarang, sehingga dia sama sekali tidak menampakkan rasa hormat pada pemimpin-pemimpin Persatuan dan Pembangunan.
Baca juga: Bumi Utsmani Jadi Pintu Pertama dan Pondasi Gerakan Yahudi Internasional
Seringkali dia bertengkar dengan Anwar dan Jamal, dengan Javid yang beragama Yahudi dengan Niyazi yang berasal dari Jerman seorang yang dikenal sangat bengis serta Thalaat seorang pegawai kecil di kantor pos.
Ash-Shalabi memaparkan Mushtafa Kemal benar benar berubah dari seorang perwira yang tidak berpengaruh menjadi seorang panglima militer yang memiliki berbagai kedudukan dan banyak memperoleh kemenangan.
Dia pun mendapat gelar “Ghazi” berkat pengaruh para intelijen Inggris. Amstrong menyebutkan lembaran baru kehidupannya yang sangat khusus setelah dia menyingkap kefasikan dan kegilaannya dan kapabilitasnya untuk merobohkan khilafah Islamiyah.
Baca juga: Usaha Arabisasi Pemerintahan Utsmani yang Mengundang Pertentangan
Dia menyebutkan pernikahannya yang sangat legendaris dengan seorang gadis keturunan pangeran yang bernama Lathifah yang baru kembali dari Paris untuk membagi pengalaman administrasi dan pendidikan modernnya serta kemampuannya dalam berbagai bahasa.
Lebih dari ltu, Lathifah memiliki sifat keibuan dan sikapnya yang menyihir ditambah dengan istana bapaknya yang megah di Izmir kepada Mushtafa Kemal yang dia jerat dalam jaring-jaringnya, dengan segala kemanjaan dan kegenitannya.
Lathifah telah melepaskannya dari Fikriyah yang dia kirim ke Munich untuk berobat, akibat penyakit yang dia tularkan darinya yang membuatnya bunuh diri.
Baca juga: Fitnah Berbalut Islam Sukses Hancurkan Pemerintahan Sultan Abdul Hamid II
Amstrong menyingkap, bagaimana pilihan jatuh pada Musthafa Kemal satu-satunya dan bukan kepada sahabat-sahabatnya yang lain untuk merealisasikan langkah terakhir Inggris.
Alasannya, menurut Amstrong, dia memiliki watak yang cenderung menyuruh dan melarang, sehingga dia sama sekali tidak menampakkan rasa hormat pada pemimpin-pemimpin Persatuan dan Pembangunan.
Baca juga: Bumi Utsmani Jadi Pintu Pertama dan Pondasi Gerakan Yahudi Internasional
Seringkali dia bertengkar dengan Anwar dan Jamal, dengan Javid yang beragama Yahudi dengan Niyazi yang berasal dari Jerman seorang yang dikenal sangat bengis serta Thalaat seorang pegawai kecil di kantor pos.
Ash-Shalabi memaparkan Mushtafa Kemal benar benar berubah dari seorang perwira yang tidak berpengaruh menjadi seorang panglima militer yang memiliki berbagai kedudukan dan banyak memperoleh kemenangan.
Dia pun mendapat gelar “Ghazi” berkat pengaruh para intelijen Inggris. Amstrong menyebutkan lembaran baru kehidupannya yang sangat khusus setelah dia menyingkap kefasikan dan kegilaannya dan kapabilitasnya untuk merobohkan khilafah Islamiyah.
Baca juga: Usaha Arabisasi Pemerintahan Utsmani yang Mengundang Pertentangan
Dia menyebutkan pernikahannya yang sangat legendaris dengan seorang gadis keturunan pangeran yang bernama Lathifah yang baru kembali dari Paris untuk membagi pengalaman administrasi dan pendidikan modernnya serta kemampuannya dalam berbagai bahasa.
Lebih dari ltu, Lathifah memiliki sifat keibuan dan sikapnya yang menyihir ditambah dengan istana bapaknya yang megah di Izmir kepada Mushtafa Kemal yang dia jerat dalam jaring-jaringnya, dengan segala kemanjaan dan kegenitannya.
Lathifah telah melepaskannya dari Fikriyah yang dia kirim ke Munich untuk berobat, akibat penyakit yang dia tularkan darinya yang membuatnya bunuh diri.
Baca juga: Fitnah Berbalut Islam Sukses Hancurkan Pemerintahan Sultan Abdul Hamid II
Lihat Juga :