alexametrics

Selain Hagia Sophia, Ini yang Jadi Korban Setelah Kesultanan Utsmani Runtuh

loading...
Selain Hagia Sophia, Ini yang Jadi Korban Setelah Kesultanan Utsmani Runtuh
Hagia Sophia. Foto/Ilustrasi/ist
Hagia Sophia diubah dari masjid menjadi museum menyusul runtuhnya Kesultanan Utsmani pada November 1922 M dan digantikan oleh Republik Sekuler Turki. Mustafa Kemal Atatürk, Presiden Turki pertama, memerintahkan penutupan Hagia Sophia atau Aya Sofya pada 1931 M untuk umum. Penggunaan Aya Sofya sebagai tempat ibadah dilarang keras oleh pemerintah sekuler Turki. (Baca Juga: Mimar Sinan, Arsitek Legendaris Utsmani yang Memperkokoh Hagia Sophia)

Empat tahun kemudian yaitu pada 1935 M dibuka sebagai museum. Karpet untuk ibadah salat dihilangkan, plester dan cat-cat kaligrafi dikelupas, menampakkan kembali lukisan-lukisan Kristen yang tertutupi selama lima abad.

Baca juga: Ada Duka dan Ada Pesta Saat Sultan Muhammad Al-Fatih Wafat

Sejak saat itu, Aya Sofya dijadikan salah satu objek wisata terkenal oleh pemerintah Turki di Istanbul.



Pada tahun 2006, pemerintah Turki mengizinkan alokasi khusus untuk sebuah ruangan doa Kristen dan museum Muslim staf. Lalu, sejak tahun 2013, muazin mengumandangkan azan dari menara museum dua kali saat siang hari. Selanjutnya, pada bulan Ramadhan 1437 H/2016, pemerintah Turki memulihkan beberapa fungsi Aya Sofya sebagai masjid kembali selama bulan Ramadhan.

Kitab suci Al Quran dibacakan di Aya Sofya setiap harinya pada bulan suci Ramadhan. Pembacaan dimulai sejak awal Ramadhan.



Pada 27 Maret 2019, pada salah satu kampanye Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjanjikan untuk mengembalikan fungsi Aya Sofia sebagai masjid, sesuai dengan usulan dan keinginan rakyat Turki.

Pada Bulan Juni 2020, beberapa Uskup Katolik di Turki dan tokoh-tokoh Katolik Roma menyatakan dukungan secara tidak langsung terhadap keputusan pemerintah Turki atas status Aya Sofia. Menurut mereka, Permerintah Turki memiliki kedaulatan untuk menentukan eksistensi dan status Aya Sofia.

Sedangkan Patriarki Armenia mendukung keputusan pemerintah disertai dengan harapan agar selain dialih-fungsikan sebagai masjid, pada bagian tertentu di Aya Sofia diberikan ruangan untuk tempat beribadah umat Kristen. Hal tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan pesan perdamaian, toleransi, dan hubungan yang lebih erat antara Islam dan Kristen.
halaman ke-1 dari 5
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
خُذِ الۡعَفۡوَ وَاۡمُرۡ بِالۡعُرۡفِ وَاَعۡرِضۡ عَنِ الۡجٰهِلِيۡنَ
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang baik, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.

(QS. Al-A’raf:199)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak