Menyelami Keindahan dan Kemegahan Masjid Biru di Istanbul Turki
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 11:21 WIB
Dinding masjid bagian bawah dilapisi ubin Iznik yang dinamai berdasarkan pusat produksi utama mereka di wilayah Iznik (Nicaea kuno).
Sultan Ahmed I sangat mengagumi keindahan ubin ini dan produksi ubin untuk masjidnya menempati seluruh industri Iznik selama pembangunannya.
Mulai tahun 1607, pesanan ubin terus dikirim dan pada tahun 1613 sultan bahkan melarang produksi dan penjualan ubin untuk keperluan lain, agar pesanannya sendiri dapat diselesaikan tepat waktu.
Hampir 75% dinding masjid, di atas permukaan ubin, dihiasi dengan motif lukisan. Warna dominan dari cat ini adalah biru, salah satu alasan nama masjid ini populer, meskipun sebagian besar telah diganti dengan tiruan modern dari gaya asli abad ke-16/17.
Motif yang dilukis umumnya terdiri dari motif bunga. Motif lainnya termasuk kaligrafi, termasuk ayat-ayat Al-Qur'an, yang aslinya dibuat oleh kaligrafer terkenal Seyyid Kasim Gubari.
Namun kaligrafi ini juga telah direstorasi berulang kali dan tidak lagi sama dengan karya kaligrafer aslinya. Beberapa dekorasi karya seni juga digunakan di lantai.
Masjid ini memiliki sekitar 260 jendela kaca patri untuk menerima cahaya alami. Banyak jendela dibuat secara tradisional dengan desain rumit yang dibuat dengan potongan-potongan kecil kaca berwarna.
Sebagian kaca diproduksi secara lokal untuk jendela luar, namun sebagian besar kaca, terutama kaca berwarna, diimpor. Beberapa di antaranya merupakan hadiah dari Signoria Venesia, setelah permintaan Sultan Ahmed I pada tahun 1610.
Masjid Biru adalah salah satu dari lima masjid di Turki yang memiliki enam menara. Kelima masjid itu Masjid Sabancı modern di Adana, Masjid Mugdat di Mersin, Masjid Camlıca di Uskudar dan Masjid Hijau di Arnavutkoy.
Menurut cerita rakyat, seorang arsitek salah mendengar permintaan Sultan untuk "altın minareler" (menara emas) sebagai "altı minare" (enam menara), fitur unik pada Masjidilharam di Mekah.
Ketika dikritik karena menyamai jumlah menara di Masjidilharam ketika itu, Sultan kemudian memerintahkan dibangunnya menara ketujuh di Masjidilharam yang dia danai.
Di luar masjid, Anda akan menemukan halaman luas yang tenang dengan air mancur dan taman yang rindang.
Halaman ini memberikan kesempatan untuk merenung dan bersantai sejenak. Pohon-pohon yang rindang memberikan naungan, dan air mancur yang berkilauan menciptakan suasana yang menenangkan jiwa.
Masjid Biru bukan sekadar bangunan bersejarah yang indah; ini juga berfungsi sebagai tempat ibadah yang aktif.
Sultan Ahmed I sangat mengagumi keindahan ubin ini dan produksi ubin untuk masjidnya menempati seluruh industri Iznik selama pembangunannya.
Mulai tahun 1607, pesanan ubin terus dikirim dan pada tahun 1613 sultan bahkan melarang produksi dan penjualan ubin untuk keperluan lain, agar pesanannya sendiri dapat diselesaikan tepat waktu.
Hampir 75% dinding masjid, di atas permukaan ubin, dihiasi dengan motif lukisan. Warna dominan dari cat ini adalah biru, salah satu alasan nama masjid ini populer, meskipun sebagian besar telah diganti dengan tiruan modern dari gaya asli abad ke-16/17.
Motif yang dilukis umumnya terdiri dari motif bunga. Motif lainnya termasuk kaligrafi, termasuk ayat-ayat Al-Qur'an, yang aslinya dibuat oleh kaligrafer terkenal Seyyid Kasim Gubari.
Namun kaligrafi ini juga telah direstorasi berulang kali dan tidak lagi sama dengan karya kaligrafer aslinya. Beberapa dekorasi karya seni juga digunakan di lantai.
Masjid ini memiliki sekitar 260 jendela kaca patri untuk menerima cahaya alami. Banyak jendela dibuat secara tradisional dengan desain rumit yang dibuat dengan potongan-potongan kecil kaca berwarna.
Sebagian kaca diproduksi secara lokal untuk jendela luar, namun sebagian besar kaca, terutama kaca berwarna, diimpor. Beberapa di antaranya merupakan hadiah dari Signoria Venesia, setelah permintaan Sultan Ahmed I pada tahun 1610.
Enam Menara Indah
Masjid Biru adalah salah satu dari lima masjid di Turki yang memiliki enam menara. Kelima masjid itu Masjid Sabancı modern di Adana, Masjid Mugdat di Mersin, Masjid Camlıca di Uskudar dan Masjid Hijau di Arnavutkoy.
Menurut cerita rakyat, seorang arsitek salah mendengar permintaan Sultan untuk "altın minareler" (menara emas) sebagai "altı minare" (enam menara), fitur unik pada Masjidilharam di Mekah.
Ketika dikritik karena menyamai jumlah menara di Masjidilharam ketika itu, Sultan kemudian memerintahkan dibangunnya menara ketujuh di Masjidilharam yang dia danai.
Halaman yang Tenang
Di luar masjid, Anda akan menemukan halaman luas yang tenang dengan air mancur dan taman yang rindang.
Halaman ini memberikan kesempatan untuk merenung dan bersantai sejenak. Pohon-pohon yang rindang memberikan naungan, dan air mancur yang berkilauan menciptakan suasana yang menenangkan jiwa.
Masjid Biru bukan sekadar bangunan bersejarah yang indah; ini juga berfungsi sebagai tempat ibadah yang aktif.
Lihat Juga :