Konspirasi Yahudi Internasional, Rothschild: Tidak Ada Kekuatan yang Bisa Menghancurkannya

Senin, 27 November 2023 - 05:15 WIB
Rothschild: Konspirasi punya hak untuk merampas kekayaan siapa saja. Foto/Ilustrasi: Wikipedia
Pokok-pokok pikiran Mayer Rothschild secara umum terkait konspirasi internasional Yahudi sangat berbahaya. Dokumen berikut ini, dibacakan Rothschild di hadapan beberapa tokoh pemodal Yahudi di Frankfurt pada tahun 1773.

Dalam pertemuan itu dibahas bagaimana pemilik modal Yahudi bisa bisa memonopoli ekonomi dunia . Mayer yang bergelar Rothschild I mengemukakan tentang peran yang dimainkan oleh para pemilik modal Yahudi Internasional dalam Revolusi Inggris .

Berikut ini sebagian, atau 5 poin yakni poin ke-6 sampai ke-10 dari 25 poin, dari isi dokumen tersebut sebagaimana dinukil William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993):

Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Rothschild Mengumpulkan Konglomerat Yahudi

6. Rothschild memperingatkan segenap peserta pertemuan, "Suatu keharusan bagi kekuatan kita yang bertujuan menguasai dunia secara ekonomis, harus tetap terjaga kerahasiaannya dari dunia luar. Pada suatu saat kekuatan kita akan sampai pada tingkat, yang tidak ada suatu kekuatan pun yang berani mencoba menghancurkannya".

Rothschild selanjutnya memperingatkan lagi, agar para peserta tetap konsisten dengan program Konspirasi.

Setiap penyelewengan atau pembocoran dari garis program yang disusun oleh putra-putra Yahudi berabad-abad lamanya akan berakhir fatal, dan bisa membinasakan orang Yahudi sendiri.

7. Rothschild menandaskan keharusan bagi Konspirasi untuk mengambil simpati khalayak umum, agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan Konspirasi.

Masyarakat umum adalah kalangan buta dan tidak berpikir panjang, dan mudah terpengaruh. Mereka senantiasa bisa digerakkan atau digiring atau dituntun oleh pihak lain.

Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Rothschild, Tameng Merah Berasal dari Jerman

Kemudian Rothschild berkata, "Seorang penguasa tidak bisa menguasai massa, atau menggiring mereka menurut kemauannya. Kecuali penguasa itu memerintah sebagai diktator yang sifatnya mutlak. Inilah satu-satunya yang terbuka untuk membangun kebudayaan yang diinginkannya.

Kalau massa diberikan kebebasan mendapat peluang, maka peluang itu akan segera disalahgunakan untuk menimbulkan kerusuhan."

8. Rothschild menyinggung masalah sarana, bahwa mencapai tujuan harus mengandalkan beberapa hal berikut :a) Minuman keras. b) Obat-obat terlarang, kebejatan moral dan seks. c) Suap dan mencampakkan hati nurani kemanusiaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!