Konspirasi Yahudi Internasional, Rothschild: Tidak Ada Kekuatan yang Bisa Menghancurkannya

Senin, 27 November 2023 - 05:15 WIB
Hal-hal itu dalam segala bentuknya harus dikaji secara serius untuk menghancurkan norma-norma susila masyarakat yang telah dimasuki oleh perkumpulan Konspirasi. Setiap gerakan Konspirasi mengharuskan adanya program training khusus bagi muda-mudi, untuk dicetak menjadi tenaga akademik, pelayan, pendidik dan profesi lainnya untuk kepentingan Konspirasi.

Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Dokumen Pokok-Pokok Pikiran Rothschild yang Berbahaya

Juga diperlukan wanita-wanita untuk dijadikan pelayan istimewa di tempat-tempat maksiat, pusat hiburan bagi kalangan non-Yahudi (Gentiles). Mereka ini adalah wanita-wanita yang bersedia melacurkan diri dengan bekerja sama dengan wanita lain. Konsep yang harus dipakai tidak terbatas hanya pada suap-menyuap, pengkhianatan dan bentuk skandal tertentu, demi kepentingan tujuan terakhir.

9. Pada tahap prinsip politik, Rothschild mengatakan, "Konspirasi punya hak untuk merampas kekayaan siapa saja, kalau hal itu akan berarti memperkokoh kekuasaan atau pun cengkeraman atas orang yang dimaksud. Konspirasi akan menyelusup untuk menyalakan apipeperangan yang terselubung. Taktik ini akan membawa hasil lebih besar, lebih aman dan lebih efisien, sehingga rakyat umum akan berada dalam kecemasan, yang akhirnya akan dikuasai oleh kekuasaan Konspirasi secara mutlak".

10. Pembicaraan Rothschild berakhir pada masalah slogan yang harus digemborkan, dengan mengatakan, "Di dunia ini tidak ada tempat bagi yang namanya kebebasan, persamaan dan persaudaraan. Slogan-slogan itu tidak lebih dari ucapan kosong, yang diperkenalkan oleh kita sendiri, lalu kita letakkan di bibir masyarakat umum agar mereka menggunakan berulang-ulang, persis burung beo.

Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi Internasional Menunggangi Komunisme Karl Marx Melawan Nazisme Karl Reiter

Sesungguhnya sistem pemerintahan yang sekarang di Perancis adalah berdasarkan aristokrasi keturunan. Kita akan menghancurkan semua itu dengan slogan kosong tersebut di atas. Setelah itu baru kita bangun sebuah pemerintahan di atas puing-puing pemerintahan lama, dengan prinsip aristokrasi baru. Semua di tangan kita."

Menurut William G. Carr, dokumen-dokumen penting serupa itu pernah jatuh ke tangan Profesor Niloss dari Rusia tahun 1901, yang kemudian dibukukan dan diterbitkan pada tahun 1905 dengan judul "Bahaya Yahudi".
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!