Doa Nabi SAW dan Tiga Rahasia agar Hati selalu Damai
Kamis, 11 Januari 2024 - 20:00 WIB
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam selalu mengajarkan doa kepada para sahabatnya, doa yang diajarkannya pun sangat luar biasa. Foto ilustrasi/ist
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam selalu mengajarkan doa kepada para sahabatnya, doa yang diajarkannya pun sangat luar biasa. Diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani dan Abu Umamah bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan membaca doa ini saat pikiran sedang resah, gelisah dan tidak tenang.
Berikut doanya:
Allahumma inni as’aluka nafsan bika muthmainnah, tu’minu bi liqo’ika, wa tardho bi qodho’ika, wa taqna’u bi’athoika
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, Yang ridha dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberia-Mu”
Jika kita renungi doa tersebut, sangat rapi dalam strukturnya, sangat dalam makna yang terkandung dimana dalam doa tersebut tersimpan 3 tiga rahasia kedamaian hati. Rasulullah menyebut kedamaian hati dengan نَفْسًا مُطْمَئِنَّةً (Jiwa yang tenang, tentram).
Dari doa ini Rasulullah mengajarkan tiga pilar kedamaian hati yang menjadi landasan kedamaian hati yang sejati. Dirangkum drai berbagai sumber, berikut tiga pilar kedamaian hati tersebut, yakni:
1. Tu’minu bi liqa’ika (Jiwa yang yakin bahwa suatu hari nanti ia akan bertemu dengan Rabb-Nya)
Dalam istilah lain, manusia yang memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Karena yang membuat kita bingung adalah kita tidak tahu tujuan hidup kita secara jelas. Bukankah kapal yang berlayar ada tujuan akan berlabuh dimana, jika tidak jelas tujuan arahnya, maka kapal akan terombang-ambing bahkan terseret arus lautan.
Ketika seseorang memiliki kejelasan tujuan semata-mata mencari perhatian Allah, maka ia tak akan pusing dengan perhatian manusia. Satu sebab yang dapat membuat derita dalam hidup adalah selalu khawatir penilaian manusia terhadap diri kita sampai lupa pandangan Allah kepada kita.
Berikut doanya:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ
Allahumma inni as’aluka nafsan bika muthmainnah, tu’minu bi liqo’ika, wa tardho bi qodho’ika, wa taqna’u bi’athoika
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, Yang ridha dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberia-Mu”
Jika kita renungi doa tersebut, sangat rapi dalam strukturnya, sangat dalam makna yang terkandung dimana dalam doa tersebut tersimpan 3 tiga rahasia kedamaian hati. Rasulullah menyebut kedamaian hati dengan نَفْسًا مُطْمَئِنَّةً (Jiwa yang tenang, tentram).
Dari doa ini Rasulullah mengajarkan tiga pilar kedamaian hati yang menjadi landasan kedamaian hati yang sejati. Dirangkum drai berbagai sumber, berikut tiga pilar kedamaian hati tersebut, yakni:
1. Tu’minu bi liqa’ika (Jiwa yang yakin bahwa suatu hari nanti ia akan bertemu dengan Rabb-Nya)
Dalam istilah lain, manusia yang memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Karena yang membuat kita bingung adalah kita tidak tahu tujuan hidup kita secara jelas. Bukankah kapal yang berlayar ada tujuan akan berlabuh dimana, jika tidak jelas tujuan arahnya, maka kapal akan terombang-ambing bahkan terseret arus lautan.
Ketika seseorang memiliki kejelasan tujuan semata-mata mencari perhatian Allah, maka ia tak akan pusing dengan perhatian manusia. Satu sebab yang dapat membuat derita dalam hidup adalah selalu khawatir penilaian manusia terhadap diri kita sampai lupa pandangan Allah kepada kita.
Lihat Juga :