5 Pondok Pesantren Milik Ulama Keturunan Nabi Muhammad SAW

Senin, 04 Maret 2024 - 14:56 WIB
5 Pondok pesantren milik ulama keturunan Nabi Muhammad salah satunya adalah Ponpes Sidogiri. Foto/Ilustras: Ist
Berikut ini 5 pondok pesantren milik ulama keturunan Nabi Muhammad SAW yang ada di Indonesia. Satu di antaranya pendiri pondok pesantren tertua di Indonesia.

1. Sayyid Sulaiman Basyaiban, Ponpes Sidogiri Jawa Timur

Sayyid Sulaiman Basyaiban (wafat 1766) adalah ulama keturunan Nabi Muhammad. Beliau pendiri Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur. Pesantren Sidogiri Pasuruan adalah salah satu pesantren tertua di Indonesia.

Sayyid Sulaiman Basyaiban lahir di Cirebon dan memiliki nasab tersambung kepada Nabi Muhammad SAW lewat marga Basyaiban. Ayahnya Sayyid Abdurrahman, seorang perantau dari Tarim Hadhramaut Yaman. Sedangkan ibunya Syarifah Khodijah, putri Sultan Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati. Dari garis ibu, Sayyid Sulaiman merupakan cucu Sunan Gunung Jati.

Sayyid Sulaiman membabat tanah Sidogiri yang saat itu masih hutan belantara pada 1158 H atau 1745 M. Sumber lain menyebut Ponpes ini berdiri Tahun 1718. Sayyid Sulaiman mendirikan Ponpes Sidogiri dibantu oleh Kiyai Aminullah, santri sekaligus menantu Sayyid Sulaiman yang berasal dari Pulau Bawean.

Baca juga: Kiai Cholil Nafis Terpilih Alumni Terbaik Pondok Pesantren Sidogiri

Sidogiri dijadikan lokasi pondok pesantren karena diyakini tanahnya baik dan berkah. Pesantren ini sudah banyak melahirkan ulama di antaranya Syaikh Cholil Bangkalan, gurunya para Kiyai di Jawa, KH Miftahul Akhyar, KH Idrus Romli, KH Zubair Muntashor, DR KH Abdul Ghofur dan masih banyak lainnya.

2. Habib Taufiq Assegaf, Ponpes Suniyyah Salafiyah Pasuruan

Keturunan Nabi yang punya pesantren berikutnya adalah Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf. Beliau dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Suniyyah Salafiyah Kota Pasuruan Jawa Timur.

Habib kelahiran Pasuruan 1969 ini dikenal sebagai ulama kharismatik yang memiliki banyak pengikut. Beliau pernah aktif di Nahdlatul Ulama Jatim sebagai mustasyar (penasihat). Kini dipercaya menjadi Ketua Umum Rabithah Alawiyah, lembaga pencatab nasab para Habaib di Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!