Perempuan Tak Wajib Haji Tanpa Mahram, Begini Penjelasan Syaikh Al-Utsaimin

Selasa, 14 Mei 2024 - 14:36 WIB
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsimin. Foto: Ist
Bolehkah pergi haji sendiri tanpa disertai mahram ?” Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan perempuan tidak boleh datang sendiri ke Arab Saudi untuk haji. Nabi Muhammad SAW bersabda:

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ


“Wanita tidak boleh bepergian, kecuali bersama mahramnya” [HR Bukhari]

Demikian itu dikatakan Nabi SAW ketika menyampaikan khotbah kepada manusia. Maka seseorang berdiri dan berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya istriku pergi haji, dan aku berkewajiban dalam perang demikian dan demikian”. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَاِنْطَلِقْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ


“Pergi hajilah bersama istrimu” [HR Bukhari dan Muslim]



"Wanita yang tidak bersama mahramnya, maka haji tidak wajib atas dia," ujar Syaikh Al-Utsaimin dalam "Buku Fatwa-Fatwa Haji dan Umrah oleh Ulama-Ulama Besar Saudi Arabia" yang disusu Muhammad bin Abdul Aziz Al-Musnad dan diterjemahkan H Asmuni Solihan Zamakhsyari Lc.

Adakalanya kewajiban haji gugur darinya karena tiadanya kemampuan sampai ke Makkah dan tiadanya kemampuan adalah alasan syar’i, dan adakalanya dia tidak wajib melaksanakannya. "Artinya, jika dia meninggal, maka hajinya dapat digantikan oleh ahli warisnya," jelasnya.

Menurut Syaikh Al-Utsaimin, wanita tidak berdosa jika tidak haji sebab tiadanya mahram. Dan demikian itu tidak mudharat kepadanya. Sebab dia diamaafkan karena tiadanya kemampuan dalam tinjauan syar’i.

Allah SWT berfirman.

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا


Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” [ QS Ali-Imran/3 : 97]

(mhy)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
cover top ayah
لَقَدۡ كَفَرَ الَّذِيۡنَ قَالُوۡۤا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الۡمَسِيۡحُ ابۡنُ مَرۡيَمَ‌ ؕ وَقَالَ الۡمَسِيۡحُ يٰبَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ اعۡبُدُوا اللّٰهَ رَبِّىۡ وَرَبَّكُمۡ‌ ؕ اِنَّهٗ مَنۡ يُّشۡرِكۡ بِاللّٰهِ فَقَدۡ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيۡهِ الۡجَـنَّةَ وَمَاۡوٰٮهُ النَّارُ‌ ؕ وَمَا لِلظّٰلِمِيۡنَ مِنۡ اَنۡصَارٍ
Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam. Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zhalim itu.

(QS. Al-Maidah Ayat 72)
cover bottom ayah
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More