Shalahuddin Al Ayyubi Sang Penakluk: Kisah Perebutan Wilayah Syam

Selasa, 25 Juni 2024 - 15:02 WIB
Kekalahan Saifuddin

Pada tahun 570 H, pasukan Saifuddin beserta saudaranya, Izzuddin Zalfandar, bergerak menuju kota Halab. Pasukan ini bergabung dengan pasukan-pasukan Halab untuk kemudian beramai-ramai bergerak menuju Shalahuddin dan memeranginya.

Shalahuddin mengirimkan utusan menemui Saifuddin agar bersungguh-sungguh dalam menyerahkan kota Hamash dan Humat, dan menetapkan kekuasaan Shalahuddin di kota Damaskus, di mana dalam hal ini ia adalah wakil Raja Shalih.

Akan tetapi Saifuddin tidak mengindahkan permintaan ini, dan malah berkata: “Harus dilakukan penyerahan seluruh negeri Syam yang telah diambil oleh Shalahuddin. Dan ia harus kembali ke Mesir”.

Saat itu Shalahuddin tengah mengumpulkan pasukannya dan bersiap-siap untuk perang. Ketika Saifuddin menolak permintaannya, Shalahuddin mengerahkan pasukannya menuju `Izzuddin Mas`ud dan Zalfandar.

Kedua pasukan ini bertemu pada 19 Ramadhan 570 H di dekat kota Humat, di satu tempat yang disebut Qurun Humat.

Zalfandar adalah orang yang bodoh dalam hal perang dan pertempuran. Ia tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang taktik peperangan, dan dungu. Hanya saja ia disenangi dan diterima oleh Saifuddin.

Ketika kedua pasukan bertemu, pasukan Saifuddin tidak terlalu tangguh dan bisa dihancurkan. Dalam situasi ini seseorang tidak bisa mengabaikan saudaranya.

Baca juga: Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Menyerang Negeri Pengikut Syiah al-Ismailiyyah

Setelah kekalahan pasukannya, `Izzuddin - saudara tua Saifuddin- tetap teguh bertahan. Ketika melihat keteguhannya,
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!