Perkara yang Paling Diminta Umat Islam saat Yaumil Hisab, Apa Itu?
Rabu, 26 Juni 2024 - 09:35 WIB
2. Syafaat untuk penghuni surga untuk bisa memasukinya.
3. Syafaat bagi orang yang dihukum untuk masuk neraka, namun tidak jadi masuk ke dalamnya. Juga syafa'at bagi orang yang telah masuk ke dalam neraka untuk keluar dari neraka.
Syafa'at al-udzma tidak dimiliki oleh seorang nabi pun selain Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan ini merupakan syafa'at yang paling besar. Para ulama sepakat menyebut syafa'at al-udzma ini adalah syafaat paling agung. Disebut paling agung karena meliputi seluruh makhluk mulai dari generasi pertama hingga generasi terakhir. Tak terkecuali orang-orang kufur dan ingkar kepada Allah. Berkat syafa'at itu mereka pun lekas dihisab. Beliau telah menggambarkan dengan jelas bagaimana beratnya penderitaan umat manusia mencari-cari yang bisa menyelamatkan dirinya dari kegetiran hari kiamat, sebagaimana ringkasan hadis shahih panjang berikut ini:
Dikumpulkanlah seluruh manusia dalam sebuah pelataran luas, mulai manusia pertama hingga yang terakhir. Mereka terdengar oleh siapa pun yang memanggil dan terlihat oleh siapa pun yang memandang. Matahari begitu dekat hingga mereka tak sanggup lagi menanggung penderitaan dan kepedihan.
Mereka bertanya, “Apakah kalian tidak melihat apa yang tengah kalian alami? Apakah kalian tidak melihat sosok yang bisa meminta syafaat (pertolongan) kepada Tuhan untuk kalian?” Sebagian menjawab, “Kalian harus mendatangi Adam.” Mereka pun berbondong-bondong menuju Adam as. Kepadanya mereka memohon, “Engkau adalah Abu al-Basyar. Diciptakan Allah langsung dengan tangan-Nya. Ruh-Nya ditiupkan kepadamu. Malaikat diperintah sujud kepadamu. Maka mintalah syafaat kepada Tuhan untuk kami. Apakah engkau tidak melihat keadaan kami? Apakah engkau tidak melihat apa yang tengah kami alami?” Adam menjawab, “Hari ini, Tuhanku pun murka kepadaku, murka yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tak akan pernah murka setelahnya. Dia melarangku mendekati pohon tapi aku melanggarnya. Diriku, diriku, diriku, pergilah kalian kepada selainku. Coba temuilah Nuh ‘alaihissalam.”
Akhirnya, mereka berbondong-bondong menuju Nabi Nuh tapi beliau pun angkat tangan. Tidak bisa memintakan pertolongan kepada Allah. Demikian pula saat menemui Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa. Hingga terakhir mereka diarahkan kepada nabi terakhir, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Baca juga: Inilah Amalan yang Pertama Kali Dihisab pada Hari Kiamat Nanti
Wallahu A'lam
3. Syafaat bagi orang yang dihukum untuk masuk neraka, namun tidak jadi masuk ke dalamnya. Juga syafa'at bagi orang yang telah masuk ke dalam neraka untuk keluar dari neraka.
Syafa'at al-udzma tidak dimiliki oleh seorang nabi pun selain Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan ini merupakan syafa'at yang paling besar. Para ulama sepakat menyebut syafa'at al-udzma ini adalah syafaat paling agung. Disebut paling agung karena meliputi seluruh makhluk mulai dari generasi pertama hingga generasi terakhir. Tak terkecuali orang-orang kufur dan ingkar kepada Allah. Berkat syafa'at itu mereka pun lekas dihisab. Beliau telah menggambarkan dengan jelas bagaimana beratnya penderitaan umat manusia mencari-cari yang bisa menyelamatkan dirinya dari kegetiran hari kiamat, sebagaimana ringkasan hadis shahih panjang berikut ini:
Dikumpulkanlah seluruh manusia dalam sebuah pelataran luas, mulai manusia pertama hingga yang terakhir. Mereka terdengar oleh siapa pun yang memanggil dan terlihat oleh siapa pun yang memandang. Matahari begitu dekat hingga mereka tak sanggup lagi menanggung penderitaan dan kepedihan.
Mereka bertanya, “Apakah kalian tidak melihat apa yang tengah kalian alami? Apakah kalian tidak melihat sosok yang bisa meminta syafaat (pertolongan) kepada Tuhan untuk kalian?” Sebagian menjawab, “Kalian harus mendatangi Adam.” Mereka pun berbondong-bondong menuju Adam as. Kepadanya mereka memohon, “Engkau adalah Abu al-Basyar. Diciptakan Allah langsung dengan tangan-Nya. Ruh-Nya ditiupkan kepadamu. Malaikat diperintah sujud kepadamu. Maka mintalah syafaat kepada Tuhan untuk kami. Apakah engkau tidak melihat keadaan kami? Apakah engkau tidak melihat apa yang tengah kami alami?” Adam menjawab, “Hari ini, Tuhanku pun murka kepadaku, murka yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tak akan pernah murka setelahnya. Dia melarangku mendekati pohon tapi aku melanggarnya. Diriku, diriku, diriku, pergilah kalian kepada selainku. Coba temuilah Nuh ‘alaihissalam.”
Akhirnya, mereka berbondong-bondong menuju Nabi Nuh tapi beliau pun angkat tangan. Tidak bisa memintakan pertolongan kepada Allah. Demikian pula saat menemui Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa. Hingga terakhir mereka diarahkan kepada nabi terakhir, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Baca juga: Inilah Amalan yang Pertama Kali Dihisab pada Hari Kiamat Nanti
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :