Tabiin yang Sahid di Tangan Penguasa Kufah Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi

Rabu, 26 Agustus 2020 - 12:15 WIB
Sa’id, “Beliau adalah putra paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pemuda pertama yang memeluk Islam. Beliau adalah suami Fatimah Az-Zahrah putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ayah dari Hasan dan Husein yang merupakan dua pemimpin pemuda ahli surga.”

Hajjaj, “Khalifah yang mana dari Bani Umayyah yang paling kau sukai?”

Sa’id, “Yang paling diridhai Pencipta mereka.”

Hajjaj, “Manakah yang paling diridhai Rabb-nya?”



Sa’id, “Ilmu tentang itu hanyalah diketahui oleh Yang Maha Mengetahui yang zahir dan yang tersembunyi.”

Hajjaj, “Bagaimana pendapatmu tentang diriku?”

Sa’id, “Engkatu lebih tahu tentang dirimu sendiri.”

Hajjaj, “Aku ingin mendengar pendapatmu.”

Sa’id, “Itu akan menyakitkan dan menjengkelkanmu.”

Hajjaj, “Aku harus tahu dan mendengarnya darimu.”

Sa’id, “Yang kuketahui, engkau telah melanggar Kitabullah, engkau mengutamakan hal-hal yang kelihatan hebat padahal justru membawamu ke arah kehancuran dan menjerumuskanmu ke neraka.”

Hajjaj, “Kalau begitu, demi Allah aku akan membunuhmu.”

Sa’id, “Bila demikian, maka engkau merusak duniaku dan aku merusak akhiratmu.”

Hajjaj, “Pilihlah bagi dirimu cara-cara kematian yang engkau sukai.”



Sa’id, “Pilihlah sendiri wahai Hajjaj. Demi Allah untuk setiap cara yang engkau lakukan, Allah akan membalasmu dengan cara yang setimpal di akhirat nanti.”

Hajjaj, “Tidakkah engkau menginginkan ampunanku?”

Sa’id, “Ampunan itu hanyalah dari Allah, sedangkan engkau tak punya ampunan dan alasan lagi di hadapan-Nya.”

Memuncaklah kemarahan Hajjaj. Kepada algojonya diperintahkan, “Siapkan pedang dan alasnya!”
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman, yakni:  Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya.  Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah.  Dan dia benci kembali kepada kekufuran, seperti dia benci bila dilempar ke neraka

(HR. Bukhari No. 15)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More