Islam Terusir dari Andalusia: Kisah Kegagalan Islamisasi dan Arabisasi di Eropa

Selasa, 27 Agustus 2024 - 11:07 WIB
Baca juga: Reconquista: Kisah Militer Islam yang Tak Tertandingi Pasukan Eropa

Pemerintahan Islam hanya menyisakan Thaifah Granada yang diberi kekuasaan di selatan oleh Kerajaan Castilla karena telah membantu Kerajaan Castilla dalam menaklukkan Kekhalifahan Muwahhidun.

Sejak tahun 1248, Thaifah Granada menjadi daerah bawahan Kerajaan Castilla.

Kepiawaian politik Muhammad I bin Nashir menjadikan Thaifah Granada mengamankan kekuasaannya walaupun mempunyai landasan agama yang berbeda dan Eropa sedang mempunyai misi mengusir Islam dari Semenanjung Iberia.

Thaifah Granada akhirnya menjadi sebuah bentuk yang lebih besar yaitu Emirat Granada karena thaifah-thaifah yang lain telah runtuh.

Jika dihitung lamanya politik Islam di Semenanjung Iberia, Islam telah berkuasa selama 781 tahun. Lamanya Islam berkuasa di daerah tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai dakwah Islam.

Islam di Andalusia hanya menyisakan peradaban yang sifatnya fisik seperti masjid dan madrasah. Masjid di Semenanjung Iberia berjumlah ratusan, namun semuanya berubah fungsi sebagai gereja dan bangunan umum semenjak penduduk beragama Islam diusir dari Kerajaan Spanyol di akhir abad ke-16, atau juga dipaksa untuk berpindah ke Katolik.

Baca juga: Reconquista dan Kisah Runtuhnya Kekhalifahan Islam di Eropa

Adanya masjid di Spanyol saat ini bukanlah warisan pemerintahan Islam zaman dahulu, namun warisan zaman modern pascakolonialisasi karena semakin banyaknya imigran dari Afrika yang beragama Islam.

Agama Penguasa

Islam pada masa pemerintahan Islam di Semenanjung Iberia, khususnya daerah Andalusia, hanya menjadi agama para penguasa seperti kaum bangsawan dan kaum militer. Hanya sedikit pribumi yang memeluk Islam karena faktor sosial yaitu perbedaan kelas antara Arab dengan pribumi.

Hal tersebut menjadikan misi dakwah Islam tidak terlalu menarik minat pribumi untuk memeluk Islam.

Selain Islamisasi, faktor yang berpengaruh terhadap kekalahan Islam adalah Arabisasi kurang maksimal dan cenderung mengalami kegagalan. Arabisasi yang dimaksud di sini adalah penyebaran bahasa dan budaya Arab ke penduduk pribumi dalam wilayah kekuasaan Islam di Semenanjung Iberia.

Usaha-usaha yang dilakukan penguasa Islam pada waktu itu adalah dipakainya bahasa Arab sebagai bahasa resmi dalam pemerintahan dan juga dalam publik yang sifatnya dikuasai pemerintah seperti madrasah Islamiah dan juga madrasah yang mempelajari ilmu selain agama.

Digunakannya bahasa Arab dalam kehidupan bernegara menjadikan bahasa Arab menjadi bahasa utama. Dari hal tersebut, pada waktu itu klasifikasi strata sosial selain dilihat dari etnis juga dilihat dari penguasaan bahasa Arab.

Baca juga: Reconquista: Kisah Pasukan Salib Ingin Merebut Kembali Andalusia

Bahasa Spanyol banyak yang dipengaruhi oleh bahasa Arab karena lamanya Islam menguasai daerah Andalusia dan sekitarnya. Eropa keseluruhan juga terpengaruh bahasa Arab, termasuk bahasa Inggris, karena pada waktu itu sekitar abad ke-10, Kekhalifahan Cordoba adalah pusat ilmu pengetahuan Eropa karena terdapat Universitas Cordoba.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!