Islam Terusir dari Andalusia: Kisah Kegagalan Islamisasi dan Arabisasi di Eropa
Selasa, 27 Agustus 2024 - 11:07 WIB
Kekhalifahan Cordoba menjadi pusat pelajar dari seluruh Eropa untuk belajar ilmu kedokteran, astronomi, biologi, matematika, dan sebagainya.
Oleh sebab itu pelajar di Eropa yang belajar di Kekhalifahan Cordoba pasti dapat berbahasa Arab yang akhirnya memengaruhi bahasa di daerah asal mereka masing-masing.
Bahasa Arab telah memperkaya kosakata dalam bahasa Spanyol dan juga memengaruhi nama-nama tempat di Spanyol. Contohnya adalah Sungai Almanzora dari kata al-Manshurah; Sungai Guadalquivir dari al-Wadi al-Kabir; Javalambre, sebuah gunung di daerah Aragon, dari kata Jabal Amr; La Sagra, tempat antara Toledo dan Madrid, dari kata al-Shahra’; Tarifa, sebuah kota dari nama Tharif bin Malik; Jaen sebuah kota dari kata Jayyan; Guadalajara, sebuah daerah di Castilla, dari kata Wadi al Hijarah; yebel dari jabal; visir dari wazir; real dari rahl; quintal dari qintar; mulato dari muladi atau walad; mameluco dari mamluk; maimon dari maimun; madraza dari madrasah; dan masih banyak lagi.
Baca juga: Reconquista: Ini Kenapa Thariq bin Ziyad Mudah Menaklukkan Gibraltar
Bahasa Arab telah memengaruhi ratusan kata dalam bahasa Spanyol.
Bahasa Arab juga memengaruhi bahasa Inggris, contohnya terdapat kata tamarind dari kata tamru hindi; zero dari shifr; sugar dari sukkar; carat dari qirath; caravan dari qairawan; cotton dari quthn; dan masih banyak lagi. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahasa Arab memengaruhi bahasa-bahasa di Eropa karena Islam pernah mendominasi Eropa dalam ilmu pengetahuan.
Arabisasi hanya berpengaruh terhadap kosakata saja, namun bahasa yang digunakan oleh pribumi di Semenanjung Iberia tetap bahasa Spanyol.
Di Andalusia bahasa Arab juga tidak dapat menjadi bahasa seutuhnya yang digunakan penduduk, karena di Andalusia terdapat bahasa campuran yang dinamakan Mozarabic atau bahasanya orang-orang pribumi yang terpengaruh dengan Arab.
Gagalnya Arabisasi secara penuh akhirnya juga berdampak terhadap loyalitas dan kecintaan penduduk terhadap pemerintahan Islam.
Baca juga: Reconquista: Umat Kristen di Kekhalifahan Cordoba Hidup Aman dan Makmur
Hal tersebut sangat berhubungan dengan Islamisasi. Data dan fakta menunjukkan bahwa sebelum Islam memasuki Semenanjung Iberia, Islam sebagai agama dan Arab sebagai budaya telah berhasil mengubah bangsa Mesir dan bangsa Berber untuk melupakan agama dan bahasa aslinya.
Bangsa Mesir telah melupakan bahasa Koptik dan bangsa Berber telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa utama daripada bahasa Berber.
Dampaknya adalah kekuasaan Islam yang berbau Arab bertahan lama di daerah tersebut bahkan sampai sekarang.
Seandainya di Andalusia dan sekitarnya penduduknya melupakan bahasa Spanyol, nantinya mereka akan melupakan budayanya dalam jangka panjang.
Dalam dua atau tiga generasi berikutnya, mereka akan tidak sadar bahwa mereka sebenarnya bukan orang Arab. Jadi kegagalan terbesar Islam di Semenanjung Iberia adalah gagalnya atau kurang maksimalnya Islamisasi dan Arabisasi.
Jika Islamisasi dan Arabisasi berjalan dengan baik, maka pada saat ini mungkin terdapat orang-orang Semenanjung Iberia, khususnya Spanyol, yang memakai budaya dan berbahasa Arab serta beragama Islam.
Baca juga: Sejarah Reconquista, Penaklukkan dan Pengusiran Umat Muslim dari Spanyol dan Portugal
Oleh sebab itu pelajar di Eropa yang belajar di Kekhalifahan Cordoba pasti dapat berbahasa Arab yang akhirnya memengaruhi bahasa di daerah asal mereka masing-masing.
Bahasa Arab telah memperkaya kosakata dalam bahasa Spanyol dan juga memengaruhi nama-nama tempat di Spanyol. Contohnya adalah Sungai Almanzora dari kata al-Manshurah; Sungai Guadalquivir dari al-Wadi al-Kabir; Javalambre, sebuah gunung di daerah Aragon, dari kata Jabal Amr; La Sagra, tempat antara Toledo dan Madrid, dari kata al-Shahra’; Tarifa, sebuah kota dari nama Tharif bin Malik; Jaen sebuah kota dari kata Jayyan; Guadalajara, sebuah daerah di Castilla, dari kata Wadi al Hijarah; yebel dari jabal; visir dari wazir; real dari rahl; quintal dari qintar; mulato dari muladi atau walad; mameluco dari mamluk; maimon dari maimun; madraza dari madrasah; dan masih banyak lagi.
Baca juga: Reconquista: Ini Kenapa Thariq bin Ziyad Mudah Menaklukkan Gibraltar
Bahasa Arab telah memengaruhi ratusan kata dalam bahasa Spanyol.
Bahasa Arab juga memengaruhi bahasa Inggris, contohnya terdapat kata tamarind dari kata tamru hindi; zero dari shifr; sugar dari sukkar; carat dari qirath; caravan dari qairawan; cotton dari quthn; dan masih banyak lagi. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahasa Arab memengaruhi bahasa-bahasa di Eropa karena Islam pernah mendominasi Eropa dalam ilmu pengetahuan.
Arabisasi hanya berpengaruh terhadap kosakata saja, namun bahasa yang digunakan oleh pribumi di Semenanjung Iberia tetap bahasa Spanyol.
Di Andalusia bahasa Arab juga tidak dapat menjadi bahasa seutuhnya yang digunakan penduduk, karena di Andalusia terdapat bahasa campuran yang dinamakan Mozarabic atau bahasanya orang-orang pribumi yang terpengaruh dengan Arab.
Gagalnya Arabisasi secara penuh akhirnya juga berdampak terhadap loyalitas dan kecintaan penduduk terhadap pemerintahan Islam.
Baca juga: Reconquista: Umat Kristen di Kekhalifahan Cordoba Hidup Aman dan Makmur
Hal tersebut sangat berhubungan dengan Islamisasi. Data dan fakta menunjukkan bahwa sebelum Islam memasuki Semenanjung Iberia, Islam sebagai agama dan Arab sebagai budaya telah berhasil mengubah bangsa Mesir dan bangsa Berber untuk melupakan agama dan bahasa aslinya.
Bangsa Mesir telah melupakan bahasa Koptik dan bangsa Berber telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa utama daripada bahasa Berber.
Dampaknya adalah kekuasaan Islam yang berbau Arab bertahan lama di daerah tersebut bahkan sampai sekarang.
Seandainya di Andalusia dan sekitarnya penduduknya melupakan bahasa Spanyol, nantinya mereka akan melupakan budayanya dalam jangka panjang.
Dalam dua atau tiga generasi berikutnya, mereka akan tidak sadar bahwa mereka sebenarnya bukan orang Arab. Jadi kegagalan terbesar Islam di Semenanjung Iberia adalah gagalnya atau kurang maksimalnya Islamisasi dan Arabisasi.
Jika Islamisasi dan Arabisasi berjalan dengan baik, maka pada saat ini mungkin terdapat orang-orang Semenanjung Iberia, khususnya Spanyol, yang memakai budaya dan berbahasa Arab serta beragama Islam.
Baca juga: Sejarah Reconquista, Penaklukkan dan Pengusiran Umat Muslim dari Spanyol dan Portugal
(mhy)
Lihat Juga :