Ahli Kitab dalam Al-Qur'an: Yahudi Dikecam, Nasrani Dipuji
Selasa, 10 September 2024 - 05:15 WIB
Baca juga: Ahli Kitab: Istilah-Istilah Al-Qur'an terhadap Yahudi dan Nasrani
Para pendeta ketika itu relatif berhasil menanamkan ajaran moral yang bersumber dari ajaran Isa as., sedang para rahib yang mencerminkan sikap zuhud (menjauhkan diri dari kenikmatan duniawi dengan berkonsentrasi pada ibadah),
berhasil pula memberi contoh kepada lingkungannya.
Keberhasilan itu didukung pula oleh tidak adanya kekuatan sosial politik dari kalangan mereka di Makkah dan Madinah,
sehingga tidak ada faktor yang mengundang gesekan dan benturan antara kaum Muslim dengan mereka.
"Ini bertolak belakang dengan kehadiran orang Yahudi, apalagi pendeta-pendeta mereka dikenal luas menerima sogok, memakan riba, dan masyarakatnya pun amat materialistis-individualistis," ujar Quraish Shihab.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa penyebab utama lahirnya benturan, bukannya ajaran agama, tetapi ambisi pribadi atau golongan, kepentingan ekonomi, dan politik, walaupun harus diakui bahwa kepentingan tersebut dapat dikemas dengan kemasan agama, apalagi bila ajarannya disalahpahami.
Baca juga: Kaum Nasrani Paling Dekat dengan Islam? Begini Penjelasan Al-Qur'an dan Tinjauan Al-Kitab
Para pendeta ketika itu relatif berhasil menanamkan ajaran moral yang bersumber dari ajaran Isa as., sedang para rahib yang mencerminkan sikap zuhud (menjauhkan diri dari kenikmatan duniawi dengan berkonsentrasi pada ibadah),
berhasil pula memberi contoh kepada lingkungannya.
Keberhasilan itu didukung pula oleh tidak adanya kekuatan sosial politik dari kalangan mereka di Makkah dan Madinah,
sehingga tidak ada faktor yang mengundang gesekan dan benturan antara kaum Muslim dengan mereka.
"Ini bertolak belakang dengan kehadiran orang Yahudi, apalagi pendeta-pendeta mereka dikenal luas menerima sogok, memakan riba, dan masyarakatnya pun amat materialistis-individualistis," ujar Quraish Shihab.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa penyebab utama lahirnya benturan, bukannya ajaran agama, tetapi ambisi pribadi atau golongan, kepentingan ekonomi, dan politik, walaupun harus diakui bahwa kepentingan tersebut dapat dikemas dengan kemasan agama, apalagi bila ajarannya disalahpahami.
Baca juga: Kaum Nasrani Paling Dekat dengan Islam? Begini Penjelasan Al-Qur'an dan Tinjauan Al-Kitab
(mhy)
Lihat Juga :