Abdul Malik yang Berjuluk Abul Muluk karena 4 Putranya Jadi Khalifah
Kamis, 12 September 2024 - 16:31 WIB
Pada masa awal pemerintahannya, Abdul Malik mengalami banyak hambatan dalam menjalankan pemerintahan. Karena ketika itu bangsa Arab terpecah menjadi beberapa kelompok dengan fanatisme kesukuan masing-masing. Mereka yang tidak puas atas kebijakan Marwan bin al-Hakam, memberontak, sehingga wilayah kekuasaan Islam Dinasti Umayyah berada di ujung kehancuran.
Pemberontakan pada masa khalifah Abdul Malik bin Marwan, antara lain: (1) Pemberontakan golongan Syi’ah tahun 66 H/586 M; (2) Pemberontakan Abdullah bin Zubair tahun 72H/692 M; (3) Pemberontakan kaum Khawarij; (4). Pemberontakan Amruh ibnu Said tahun 70 H/692 M.
Pada masa awal pemerintahannya, Abdul Malik tidak terlibat langsung di dalam pertempuran musuh-musuh yang saling berebut pengaruh. Ia hanya menjadi penonton saja dan menunggu kelemahan mereka diserang.
Setelah hancurnya pasukan Khawarij dan pasukan Zubair, Abdul Malik baru mengambil langkah untuk mengatasi kekuatan yang dianggap sudah cukup membahayakan kekuasaannya.
Baca juga: Fatimah binti Abdul Malik : Tinggalkan Kemewahan Demi Menjadi Istri Khalifah
Kekuatan-kekuatan yang dianggap telah membahayakan kekuasaannya adalah kekuatan Zubair dan kekuatan yang menentang pemerintahan yang dipimpin oleh Amru bin Sa`id di Syiria.
Kekuatan Amru ini dapat dilumpuhkan oleh pasukan Abdul Malik. Setelah dilumpuhkannya, Abdul Malik menawarkan ampunan kepadanya. Tawaran itu diterima Amru yang kemudian bergabung dengan Khalifah Abdul Malik. Namun setelah ia bergabung, Amru dihianati dan dibunuh oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Ini merupakan taktik licik yang digunakan Khalifah Abdul Malik bin Marwan dalam menyisihkan musuh yang membahayakan kekuasaan Islam.
Abdul Malik bin Marwan wafat pada bulan Syawal tahun 86 Hijriah dalam usia 60 tahun. Ia mewariskan fundamen kekuasaan yang sangat kokoh bagi terbangunnya sebuah dinasti yang disegani dunia.
Baca juga: Khalifah Al-Walid bin 'Abdul-Malik, Ketika Upeti Membanjiri Dinasti Umayyah
Pemberontakan pada masa khalifah Abdul Malik bin Marwan, antara lain: (1) Pemberontakan golongan Syi’ah tahun 66 H/586 M; (2) Pemberontakan Abdullah bin Zubair tahun 72H/692 M; (3) Pemberontakan kaum Khawarij; (4). Pemberontakan Amruh ibnu Said tahun 70 H/692 M.
Pada masa awal pemerintahannya, Abdul Malik tidak terlibat langsung di dalam pertempuran musuh-musuh yang saling berebut pengaruh. Ia hanya menjadi penonton saja dan menunggu kelemahan mereka diserang.
Setelah hancurnya pasukan Khawarij dan pasukan Zubair, Abdul Malik baru mengambil langkah untuk mengatasi kekuatan yang dianggap sudah cukup membahayakan kekuasaannya.
Baca juga: Fatimah binti Abdul Malik : Tinggalkan Kemewahan Demi Menjadi Istri Khalifah
Kekuatan-kekuatan yang dianggap telah membahayakan kekuasaannya adalah kekuatan Zubair dan kekuatan yang menentang pemerintahan yang dipimpin oleh Amru bin Sa`id di Syiria.
Kekuatan Amru ini dapat dilumpuhkan oleh pasukan Abdul Malik. Setelah dilumpuhkannya, Abdul Malik menawarkan ampunan kepadanya. Tawaran itu diterima Amru yang kemudian bergabung dengan Khalifah Abdul Malik. Namun setelah ia bergabung, Amru dihianati dan dibunuh oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Ini merupakan taktik licik yang digunakan Khalifah Abdul Malik bin Marwan dalam menyisihkan musuh yang membahayakan kekuasaan Islam.
Abdul Malik bin Marwan wafat pada bulan Syawal tahun 86 Hijriah dalam usia 60 tahun. Ia mewariskan fundamen kekuasaan yang sangat kokoh bagi terbangunnya sebuah dinasti yang disegani dunia.
Baca juga: Khalifah Al-Walid bin 'Abdul-Malik, Ketika Upeti Membanjiri Dinasti Umayyah
(mhy)
Lihat Juga :