Mengenal Ilmuwan Perempuan Islam yang Karyanya Mendunia
Kamis, 27 Agustus 2020 - 20:49 WIB
3. Zaynab Shāhdā, Ahli Seni Kaligrafi
Muslimah hebat ini juga tak kalah prestasinya di bidang seni. Salah satu seni yang paling prestisius dalam dunia Islam adalah seni kaligrafi . Untuk mendapatkan gelar kaligrafer (Khattat), seseorang harus melewati jenjang pendidikan yang ketat, serta proses-proses belajar dan pelatihan yang panjang disertai disiplin yang tinggi.
4. Duhtar-i ibn Mukla Shirāzī, Ahli Kaligrafi
Duhtar diperkirakan hidup pada abad ke-10 masehi. Ia juga salah seorang guru kaligrafi yang cukup terkenal pada masanya.Seni kaligrafisnya memiliki sentuhan khas yang diwariskan secara turun temurun.Saat ini salah satu karyanya yang tersisa masih bisa dilihat di Mir ‘ImādCalligraphy Museum di Tehran, Iran.
5. Zainab binti Ahmad, Ahli Bidang Sastra
Pada abad ke-14, masih sangat sedikit sekali perempuan muslim yang mengenyam sekolah dan memiliki pengetahuan dalam bidang sastra ataupun ilmu pengetahuan. Zainab adalah salah satu nama yang memiliki keunggulan dan terkenal dengan kepandaiannya pada zaman tersebut.
Zainab merupakan perempuan yang memiliki pemahaman yang dalam tentang hadis dan merupakan guru di sekolah Hanbali di Damaskus. Beberapa murid didikannya yang ternama adalah al-Tirmidzi, al-Tahawi, Sahih Bukhari dan Shahih Muslim. Beberapa murid lain juga cukup terkenal dalam bidang ilmu pengetahuan, yaitu Ibnu Battuta, Taj Al-Din Al-Subki, dan Al-Dzahabi. (Baca juga : Amalan dan Cara Sedekahnya Kaum Perempuan )
Kemudian, beberapa perempuan muslimah yang terkenal karena kecerdasannya dalam ilmu pengetahuan pada masa awal kebangkitan Islam. Berikut di antaranya:
6. Rufaida Al-Aslamia / Rufaidah binti Sa’ad, Ahli Bidang Keperawatan
Rufaidah binti Sa’ad merupakan perawat dan ahli pengobatan wanita pertama di dunia Islam. Ia belajar mengenai dunia kedokteran dari ayahnya, Sa’ad Al-Aslamy, yang berprofesi sebagai dokter di Madinah. Dengan bimbingan ayahnya tersebut lah ia menjadi seorang ahli penyembuh, meskipun saat itu ia tidak sampai diberi kepercayaan untuk melakukan operasi ataupun amputasi. Tidak hanya itu saja, Rufaidah juga mengajarkan kemampuan keperawatannya kepada wanita lain.
Muslimah hebat ini juga tak kalah prestasinya di bidang seni. Salah satu seni yang paling prestisius dalam dunia Islam adalah seni kaligrafi . Untuk mendapatkan gelar kaligrafer (Khattat), seseorang harus melewati jenjang pendidikan yang ketat, serta proses-proses belajar dan pelatihan yang panjang disertai disiplin yang tinggi.
4. Duhtar-i ibn Mukla Shirāzī, Ahli Kaligrafi
Duhtar diperkirakan hidup pada abad ke-10 masehi. Ia juga salah seorang guru kaligrafi yang cukup terkenal pada masanya.Seni kaligrafisnya memiliki sentuhan khas yang diwariskan secara turun temurun.Saat ini salah satu karyanya yang tersisa masih bisa dilihat di Mir ‘ImādCalligraphy Museum di Tehran, Iran.
5. Zainab binti Ahmad, Ahli Bidang Sastra
Pada abad ke-14, masih sangat sedikit sekali perempuan muslim yang mengenyam sekolah dan memiliki pengetahuan dalam bidang sastra ataupun ilmu pengetahuan. Zainab adalah salah satu nama yang memiliki keunggulan dan terkenal dengan kepandaiannya pada zaman tersebut.
Zainab merupakan perempuan yang memiliki pemahaman yang dalam tentang hadis dan merupakan guru di sekolah Hanbali di Damaskus. Beberapa murid didikannya yang ternama adalah al-Tirmidzi, al-Tahawi, Sahih Bukhari dan Shahih Muslim. Beberapa murid lain juga cukup terkenal dalam bidang ilmu pengetahuan, yaitu Ibnu Battuta, Taj Al-Din Al-Subki, dan Al-Dzahabi. (Baca juga : Amalan dan Cara Sedekahnya Kaum Perempuan )
Kemudian, beberapa perempuan muslimah yang terkenal karena kecerdasannya dalam ilmu pengetahuan pada masa awal kebangkitan Islam. Berikut di antaranya:
6. Rufaida Al-Aslamia / Rufaidah binti Sa’ad, Ahli Bidang Keperawatan
Rufaidah binti Sa’ad merupakan perawat dan ahli pengobatan wanita pertama di dunia Islam. Ia belajar mengenai dunia kedokteran dari ayahnya, Sa’ad Al-Aslamy, yang berprofesi sebagai dokter di Madinah. Dengan bimbingan ayahnya tersebut lah ia menjadi seorang ahli penyembuh, meskipun saat itu ia tidak sampai diberi kepercayaan untuk melakukan operasi ataupun amputasi. Tidak hanya itu saja, Rufaidah juga mengajarkan kemampuan keperawatannya kepada wanita lain.
Lihat Juga :