Perkembangan Ilmu Geografi dan Filsafat di Era Daulah Abbasiyah
Minggu, 27 Oktober 2024 - 10:14 WIB
Filsafat
Kaum Muslimin baru mengenal filsafat setelah mereka bergaul dengan bangsa-bangsa lain, seperti Yunani, Persia, dan India. Dan setelah buku-buku filsafat mereka diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada masa dinasti Abbasiyah.
Filosof Muslim pertama adalah Al-Kindi (194 – 260 H / 809 – 873 M). Al-Kindi sangat terpengaruh dengan filsafat Aristoteles tentang hukum kausalitas dan sebagian dari filsafat Neoplatonisme.
Dalam dunia filsafat dia dijuluki dengan filosof Arab. Karena dialah satu-satunya orang Arab yang menekuni filsafat, di samping sebagai seorang filosof, dia juga terkenal dalam bidang matematika, astronomi, geografi, dan lain-lain.
Filosof besar Muslim lainnya adalah Ibn Sina (370– 428 H / 980 – 1087 M). meskipun dia berusia pendek, namun sempat meninggalkan karya yang penting antara lain: al-Syifa’, al-Qonun fi al-Tibbi, al-Musiqa, dan al-Mantiq.
Di antara pengagumnya adalah Alberto Magnus, guru Thomas Aquino.
Al-Farabi (259 – 339 H / 873 – 950 M) dikenal dalam dunia filsafat dengan julukan al-Muallim al-Tsani (guru kedua setelah Aristoteles). Selain sebagai filosof, dia juga dikenal sebagai peletak dasar ilmu musik dan dia telah memberikan pembagian ilmu pengetahuan secara sistematis.
Dengan demikian dia dipandang sebagai pelanjut tugas Aristoteles.
Baca juga: Perkembangan Ilmu Kedokteran di Era Daulah Abbasiyah: Pengaruh dari Judhisafur
Al-Ghazali (450 – 505 H / 1055 – 1111 M) dikenal sebagai salah seorang filosof muslim terkemuka. Karena kedalaman ilmunya, dia dikenal sebagai Hujjatul Islam.
Kaum Muslimin baru mengenal filsafat setelah mereka bergaul dengan bangsa-bangsa lain, seperti Yunani, Persia, dan India. Dan setelah buku-buku filsafat mereka diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada masa dinasti Abbasiyah.
Filosof Muslim pertama adalah Al-Kindi (194 – 260 H / 809 – 873 M). Al-Kindi sangat terpengaruh dengan filsafat Aristoteles tentang hukum kausalitas dan sebagian dari filsafat Neoplatonisme.
Dalam dunia filsafat dia dijuluki dengan filosof Arab. Karena dialah satu-satunya orang Arab yang menekuni filsafat, di samping sebagai seorang filosof, dia juga terkenal dalam bidang matematika, astronomi, geografi, dan lain-lain.
Filosof besar Muslim lainnya adalah Ibn Sina (370– 428 H / 980 – 1087 M). meskipun dia berusia pendek, namun sempat meninggalkan karya yang penting antara lain: al-Syifa’, al-Qonun fi al-Tibbi, al-Musiqa, dan al-Mantiq.
Di antara pengagumnya adalah Alberto Magnus, guru Thomas Aquino.
Al-Farabi (259 – 339 H / 873 – 950 M) dikenal dalam dunia filsafat dengan julukan al-Muallim al-Tsani (guru kedua setelah Aristoteles). Selain sebagai filosof, dia juga dikenal sebagai peletak dasar ilmu musik dan dia telah memberikan pembagian ilmu pengetahuan secara sistematis.
Dengan demikian dia dipandang sebagai pelanjut tugas Aristoteles.
Baca juga: Perkembangan Ilmu Kedokteran di Era Daulah Abbasiyah: Pengaruh dari Judhisafur
Al-Ghazali (450 – 505 H / 1055 – 1111 M) dikenal sebagai salah seorang filosof muslim terkemuka. Karena kedalaman ilmunya, dia dikenal sebagai Hujjatul Islam.
Lihat Juga :