Kisah Perang Memperebutkan Mesir antara Daulah Abbasiyah dan Daulah Fatimiyah
Sabtu, 09 November 2024 - 09:40 WIB
Pasukan Daulah Fatimiyah terpaksa mundur kembali ke Maroko.
Baca juga: Perang Salib di Era Dinasti Fatimiyah: Makna Yerusalem bagi Umat Kristen
Usaha ketiga pada tahun 933 M/321 H. Khalifah Al-Mahdi kembali mengirim pasukan di bawah pimpinan Al-Jaisy ibn Ahmad Al-Maghribi. Khalifah Daulah Abbasiyah juga mengirim pasukan lagi di bawah pimpinan Ahmad ibn Thunghuj.
Pertempuran sengit kembali terjadi antara dua pasukan tersebut selama tiga tahun. Dalam pada itu Khalifah Ubaidillah Al-Mahdi meninggal dan digantikan anaknya Al-Qasim.
Al-Qasim sebagai Khalifah kedua Daulah Fatimiyah mengirim pasukan tambahan tetapi Daulah Ikhsyad yang pernah berkuasa di Mesir berpihak kepada Daulah Abbasiyah dan membantunya untuk mengalahkan tentara Daulah Fatimiyah sehingga pasukan Daulah Fatimiyah kalah. Mereka pun terpaksa mundur lagi ke Maroko.
Demikianlah usaha-usaha yang dilakukan Khalifah Daulah Fatimiyah pada masa pertumbuhan ini untuk merebut Mesir dari wilayah kekuasaan Daulah Abbasiyah, tetapi pasukan Daulah Abbasiyah lebih unggul dari mereka.
Selain itu, penduduk wilayah Mesir masih berpihak kepada Daulah Abbasiyah sehingga pasukan Daulah Fatimiyah selalu kalah dan terpaksa mundur kembali ke Maroko.
Faktor ketidakberhasilan Khalifah Daulah Fatimiyah dalam penaklukan Mesir sebanyak tiga kali tersebut karena kurang memperhatikan situasi keamanan di dalam negeri terlebih dahulu. Keberhasilan ekspansi jelas ditentukan oleh stabilitas keamanan dalam negeri atau rapuhnya sosial ekonomi daerah sasaran.
Baca juga: Sejarah Daulah Fatimiyah: Mengapa Namanya Sama dengan Putri Rasulullah SAW?
Baca juga: Perang Salib di Era Dinasti Fatimiyah: Makna Yerusalem bagi Umat Kristen
Usaha ketiga pada tahun 933 M/321 H. Khalifah Al-Mahdi kembali mengirim pasukan di bawah pimpinan Al-Jaisy ibn Ahmad Al-Maghribi. Khalifah Daulah Abbasiyah juga mengirim pasukan lagi di bawah pimpinan Ahmad ibn Thunghuj.
Pertempuran sengit kembali terjadi antara dua pasukan tersebut selama tiga tahun. Dalam pada itu Khalifah Ubaidillah Al-Mahdi meninggal dan digantikan anaknya Al-Qasim.
Al-Qasim sebagai Khalifah kedua Daulah Fatimiyah mengirim pasukan tambahan tetapi Daulah Ikhsyad yang pernah berkuasa di Mesir berpihak kepada Daulah Abbasiyah dan membantunya untuk mengalahkan tentara Daulah Fatimiyah sehingga pasukan Daulah Fatimiyah kalah. Mereka pun terpaksa mundur lagi ke Maroko.
Demikianlah usaha-usaha yang dilakukan Khalifah Daulah Fatimiyah pada masa pertumbuhan ini untuk merebut Mesir dari wilayah kekuasaan Daulah Abbasiyah, tetapi pasukan Daulah Abbasiyah lebih unggul dari mereka.
Selain itu, penduduk wilayah Mesir masih berpihak kepada Daulah Abbasiyah sehingga pasukan Daulah Fatimiyah selalu kalah dan terpaksa mundur kembali ke Maroko.
Faktor ketidakberhasilan Khalifah Daulah Fatimiyah dalam penaklukan Mesir sebanyak tiga kali tersebut karena kurang memperhatikan situasi keamanan di dalam negeri terlebih dahulu. Keberhasilan ekspansi jelas ditentukan oleh stabilitas keamanan dalam negeri atau rapuhnya sosial ekonomi daerah sasaran.
Baca juga: Sejarah Daulah Fatimiyah: Mengapa Namanya Sama dengan Putri Rasulullah SAW?
(mhy)
Lihat Juga :