Kejayaan Daulah Fatimiyah: Pindahkan Ibu Kota dari Maroko ke Mesir

Senin, 11 November 2024 - 13:14 WIB
Faktor keberhasilan Al-Muiz Lidinillah dalam merebut Mesir kali ini karena dia lebih dulu mengamankan wilayah kekuasaannya sehingga dia berada dalam situasi benar-benar kuat kemudian baru dia melakukan penaklukan untuk merebut negeri Primida itu. Faktor keberhasilan lainnya juga ditentukan oleh sosok pribadinya yang cemerlang.

Baca juga: Kisah Perang Memperebutkan Mesir antara Daulah Abbasiyah dan Daulah Fatimiyah

Pada masa Khalifah Al-Muiz Lidinillah Daulah Fatimiyah mengalami kemajuan pesat.

Dia melakukan perluasan wilayah Daulah Fatimiyah sampai ke negeri Syam (Syiria) dan Palestina, juga namanya disebut di atas mimbar di negeri Hijaz Makkah Madinah) sebagai lambang dari kekuatan Daulah Fatimiyah ketika itu.

Pada masa pemerintahan Al-Muiz Lidinillah (953-975 M), Panglima besarnya Jauhar Al-Katib telah berhasil membangun ibu kota Daulah Fatimiyah “Al-Qahirah” atau Cairo di pinggiran barat sungai Nil untuk selanjutnya ibu kota Daulah Fatimiyah berpindah dari Maroko ke Cairo.

Demikian juga dia membangun istana untuk tempat tinggal Khalifah Al-Muiz Lidinillah.

Selain itu, Panglima Jauhar Al-Katib membangun Perguruan Tinggi Al-Jami’ Al-Azhar dan Khalifah Muiz Lidinillah meresmikan Universitas Al-Azhar tersebut pada tanggal 7 Ramadan 361/22 Juni 972 M.

Pada mulanya kurikulum yang diterapkan di Unversitas tertua di dunia itu adalah berdasarkan mazhab Syi’ah aliran Isma’iliyah.

Baca juga: Sejarah Daulah Fatimiyah: Mengapa Namanya Sama dengan Putri Rasulullah SAW?

Untuk memajukan ekonomi Daulah Fatimiyah, Khalifah Muiz Lidinillah juga mengembangkan kerajinan dan perusahaan-perusahaan agar negara mempunyai pemasukan, seperti kerajinan tenun, keramik, perhiasan emas dan perak, peralatan kaca, kerajinan madu, ramu-ramuan dan pengobatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!